sesi tujuh belasan

Agustus 25, 2017

Hitam merah merona 

Ibu-ibu er te JT “Jeketek Tuwek” PPI

Sesi OL 

Agustus 25, 2017

Warna warni batuan kapur gresik utara

Mgmp geografi gresik 

ATMOSFER

Juni 3, 2017

TEKS 1

CIRI – CIRI  LAPISAN  ATMOSFER

 

Atmosfer adalah selubung udara yang menutupi seluruh permukaan Bumi. Di dalam atmoster masih dapat dibagi menjadi beberapa lapisan, yaitu :

  1. Troposfer yaitu lapisan udara yang terletak pada ketinggian 0-10 km, yang dapat dibedakan atas 3 macam, yaitu :  Lapisan mikro, yaitu lapisan udara dengan ketinggian kurang dari 2 meter. Pada lapisan inilah banyak dijumpai makhluk hidup.  Lapisan geseran, yaitu lapisan udara yang terletak pada ketinggian 1,5 – 2 km. pada lapisan geseran ini angin bertiup kurang kencang dibandingkan dengan lapisan yang terdapat di atasnya. Lapisan Tropopause, yaitu lapisan udara yang merupakan suatu batas troposfer dengan stratosfer.

Semua gejala cuaca, seperti hujan, petir, awan, angin dan sebagainya terjadi hanya pada lapisan troposfer ini saja. Pesawat komersil untuk angkutan penumpang, hanya terbang pada troposfer. Sedangkan pesawat jet yang biasanya untuk kepentingan perang dapat terbang di luar troposfer.

  1. Stratosfer yaitu lapisan udara yang terletak pada ketinggian 10 – 60 km, yang terbagi menjadi 2 macam lapisan : Lapisan isother, yang terletak pada ketinggian 20 – 35 km. lapisan ini mempunyai penyebaran suhu vertikal kurang lebih sama. Lapisan ozon (Lapisan panas), terletak pada ketinggian 35-50 km. lapisan ini dapat menahan pengaruh sinar ultra violet yang sangat kuat. Sehingga terkoyaknya lapisan ozon maka sangat berbahaya bagi kehidupan di Bumi.
  2. Mesosfer yaitu lapisan udara yang terletak pada ketinggian 60 – 85 km yang berada di atas stratosfer. Suhu di lapisan ini mula-mula naik kemudian turun dan mencapai minimum mendekati lapisan mesopause. Pada lapisan ini sebagian meteor terbakar dan terurai. Antara stratosfer dan mesosfer terdapat lapisan stratopause.
  3. Thermosfer/Ionosfer. yaitu lapisan pada atmosfir yang terletak pada ketinggian 85 – 300 km. pada lapisan ini terjadi ionisasi atom-atom udara oleh radiasi yang berenergi tinggi. Oleh sebab itu lapisan ini dapat memantulkan gelombang radio, yang dapat dibedakan atas : Lapisan D, terletak pada ketinggian 85-90 km. lapisan ini dapat memantulkan gelombang radio yang berfrekwensi rendah (300 KHz) atau panjang gelombangnya lebih dari 1 km. Lapisan E (90-130 km), yang dapat memantulkan gelombang radio yang berfrekwensi medium (300 KHz – 3000 KHz) atau panjang gelombang I km – 100 m. Lapisan F (diatas 130 km), yang dapat memantulkan gelombang yang berfrekwensi tinggi (3 MHz – 30 MHz) atau panjang gelombang 100 m–10 m.
  4. Eksosfir, merupakan lapisan terluar dari atmosfir, yang batasnya tidak jelas. Lapisan ini disebut juga lapisan dissipasisfir.

TEKS 2

UNSUR – UNSUR CUACA DAN IKLIM

Seperti telah diketahui sebelumnya bahwa cuaca dan iklim merupakan dua istilah yang berbeda. Cuaca adalah keadaan udara pada tempat yang sempit dan dalam waktu yang singkat. Sedangkan iklim adalah keadaan rata-rata udara pada tempat yang luas dan dalam waktu yang sangat lama. Namun baik cuaca maupun iklim mempunyai unsur-unsur yang sama. Unsur-unsur tersebut yaitu penyinaran matahari, suhu udara, tekanan udara, kelembaban udara, awan, dan curah hujan

  1. Penyinaran Matahari

Banyaknya sinar matahari yang diterima oleh bumi, tergantung dari:

  1. Jarak dari matahari

Jarak dari bumi ke matahari berubah-ubah sebab orbit bumi mengelilingi matahari berbentuk ellips dan matahari terletak pada salah satu titik apinya. Jarak terjauh terjadi pada tanggal 4 Juli disebut aphelium (151.900.000 km) dan jarak terdekat pada tanggal 3 Januari disebut perihelium (149.500.000 km).

  1. Sudut datang sinar matahari

Sinar yang jatuh tegak lurus dengan sinar yang jatuh condong/miring akan berbeda dalam proses pemanasan terhadap bumi. Di daerah sekitar khatulistiwa, sinar matahari akan jatuh pada posisi tegak lurus sehingga pemanasannya lebih tinggi. Adapun untuk daerah pada lintang sedang sampai pada lintang tinggi (kutub) akan mendapat sinar yang jatuh miring/condong sehingga pemanasannya lebih rendah.

  1. Lamanya penyinaran matahari/panjangnya siang hari.

Di daerah lintang sedang sampai lintang tinggi mempunyai panjang siang hari yang tidak sama. Siang terpanjang pada waktu musim panas dan siang terpendek pada waktu musim dingin. Dengan demikian banyaknya sinar matahari yang diterima oleh permukaan bumi sangat ditentukan oleh panjangnya siang hari.

  1. Keadaan Atmosfer

Dalam perjalanan sinar matahari mencapai bumi akan melewati atmosfer yang selama perjalanannya itu akan mengalami beberapa hambatan sehingga panas yang diterima, juga akan mengalami pengurangan. Keadaan atau kejernihan atmosfer ditentukan oleh banyak sedikitnya uap air dan awan.

  1. Suhu Udara

Faktor-faktor yang mempengaruhi suhu udara di permukaan bumi ialah :

  1. Letak lintang.

Semakin ke arah kutub suhu udara semakin di­ngin sedangkan semakin ke arah khatulistiwa suhu udara semakin panas. Perlu diketahui bahwa hal ini disebabkan karena pergeseran semu tahunan matahari hanya pada 23 ½ ° LU s/d 23 ½° LS.

Semakin tinggi suatu tempat suhu udaranya se­makin dingin. Karena sumber panas suhu udara bukan dari sinar matahari secara langsung melainkan dari panas sinar matahari yang telah dilepaskan oleh bumi.

  1. Darat atau Laut

Darat pada siang hari lebih cepat panas suhu udaranya dari pada laut. Karena panas yang diterima darat pada bagian yang tipis saja sehingga cepat dilepaskan. Sedangkan kalau dilaut pada bagian yang sangat dalam sehingga pelepasannya lambat.

Kemudian pada waktu malam hari darat juga lebih cepat dingin daripada laut, karena panas yang disimpan oleh darat lebih cepat habis dari­pada laut.

  1. Angin atau Arus Laut.

Angin/arus laut yang berasal dari daerah dingin akan membawa suhu yang dingin, begitu pula sebaliknya.

  1. Keadaan atmosfir (udara)

Di dalam udara ini banyak mengandung uap air, awan, debu mikrokosmik, karbondioksida dan sebagainya.

Peranan awan di udara terhadap radiasi adalah dapat menghalangi radiasi matahari dan radiasi bumi. Oleh sebab itu apabila atmosfir sedang tertutup oleh awan mulai pagi sampai siang, maka suhu udaranya menjadi lebih rendah. Tetapi apabila awan muncul pada siang sampai malam, maka suhu udaranya menjadi lebih tinggi.

Contoh : apabila pada waktu sore suhu udaranya lebih panas, maka biasanya akan turun hujan. Ini berarti udara sedang berawan.

  1. Tekanan Udara

Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi tekanan udara, diantaranya :

  1. Letak lintang

Semakin ke arah kutub gravitasi bumi semakin besar, oleh sebab itu tekanan udaranya semakin rendah. Sedangkan semakin kearah Khatulistiwa gravitasi bumi semakin kecil, oleh sebab itu tekanan udaranya semakin tinggi.

  1. Suhu udara

Di dalam barometer berisi air raksa. Sifat air raksa apabila dipengaruhi oleh suhu udara yang panas akan mudah mengembang. Oleh sebab itu barometer yang diletakkan pada suhu udara yang panas akan selalu menunjukkan angka yang tinggi.

  1. Ketinggian

Semakin ke atas tekanan udara semakin ren­dah karena kolom udara semakin tipis.

  1. Angin

Faktor-faktor yang mempengaruhi kecepatan angin, antara lain :

  1. Gradient tekanan, adalah perbedaan tekanan setiap kesatuan jarak horisontal. Semakin besar gradient te­kanan semakin cepat angin bertiup.
  2. Gaya Coriolis, adalah gaya pembelokan arah angin akibat rotasi bumi. Hukum Buys Ballot :

“Apabila seseorang berdiri di belahan bumi utara membelakangi angin, maka tekanan rendah berada di sebelah kiri. Sedangkan di belahan bumi selatan adalah sebaliknya”.

  1. Lapisan Geseran, misalnya : Gedung-gedung, rumah, pohon-pohon, dsb.

Semakin ke atas angin bertiup semakin kencang, karena lapisan geseran semakin berkurang (tidak ada).

Angin dapat diklasifikasikan menjadi 3 macam, yaitu :

  • Angin Tetap, adalah angin yang bertiup dengan arah yang tetap sepanjang tahun. Macam-macam angin tetap yang bertiup di atas muka bumi :
  1. Angin Passat, yaitu angin yang bertiup dari tekanan tinggi Sub Tropis ke tekanan rendah Equator. Angin Passat dapat dibagi menjadi 2 macam, yaitu :
  2. Angin Passat Timur Laut di belahan Bumi Utara
  3. Angin Passat Tenggara di belahan Bumi Selatan
  4. Angin Barat, yaitu angin yang bertiup dari tekanan tinggi Sub Tropis ke tekanan rendah Sub Polar.
  5. Angin Kutub (Angin Timur), yaitu angin yang bertiup dari tekanan tinggi polar (kutub) ke rendah Sub Polar.
  • Angin Muson, yaitu angin yang bertiup berlawanan arah setiap setengah tahun sekali. Angin Muson, yang bertiup di Indonesia ada­lah :
  1. Angin Muson Timur Laut/Barat Laut, bertiup pada Oktober-April yang berasal dari Samudera Pasifik dan mengakibatkan musim hujan.
  2. Angin Muson Tenggara, bertiup pada April-Oktober yang berasal dari Benua Australia yang menyebabkan musim kemarau.
  • Angin Lokal (Angin setempat), adalah angin yang bertiup di daerah yang tidak seberapa luas. Yang dapat digolongkan angin lokal, antara lain :
  1. Angin Darat atau Angin Laut
  • Pada waktu siang hari daratan lebih cepat panas daripada laut, sehingga daratan bertekanan lebih rendah daripada laut. Maka terjadilah angin laut.
  • Pada waktu malam hari daratan lebih cepat dingin daripada laut, sehingga daratan bertekanan lebih tinggi daripada laut. Maka terjadilah angin darat.
  1. Angin Lembah dan Angin gunung
  • Pada waktu siang hari di lereng gunung lebih cepat panas daripada lembah, maka udara yang terdapat di lereng gunung tersebut mengembang dan bergerak naik. Akibatnya terjadilah angin dari lembah naik lereng gunung.
  • Pada waktu malam hari di lereng gunung lebih dingin daripada di lembah sehingga udaranya lebih berat. Akibatnya udara di lereng gunung bergerak turun menuju lembah sebagai angin gunung.
  1. Angin Jatuh Panas Kering (Angin Fohn)

Syarat terjadinya angin fohn adalah adanya udara yang bergerak naik melintasi gunung, dan tinggi gunung tersebut harus lebih tinggi daripada tingkatan kondensasi. Akibatnya setelah mencapai puncak, udara yang turun tersebut mempunyai suhu yang lebih panas. Proses terjadinya angin fohn yaitu, angin basah bergerak naik melintasi gunung sangat tinggi, namun sebelum mencapai puncak angin basah tersebut mengalami kondensasi, sehingga angin tersebut naik lagi sebagai angin dingin yang kering dan setelah mencapai puncak angin tersebut turun sebagai angin panas.

Contoh angin jatuh panas di Indonesia antara lain :

  • Angin Gending di Probolinggo
  • Angin Kumbang di Cirebon
  • Angin Baharok di Deli
  • Angin Brubu di Makasar
  • Angin Wambraw di P.Biak
  1. Kelembaban Udara

Kelembaban udara ada dua macam, yaitu :

  • Kelembaban mutlak/absolut, yaitu jumlah uap air dalam udara setiap 1 m pada suatu tempat, diukur dengan higro­meter yang dinyatakan dengan gram.
  • Kelembaban relatif/nisbi, yaitu perbandingan antara jumlah uap air dalam udara dengan jumlah uap air maksimum yang dapat dikandung udara dalam suhu udara tertentu yang dinyatakan dengan persen (%).

Rumus :

x 100 %

Kelembaban Relatif  : Kelembaban Mutlak

  Kelebaban Maksimum

Apabila kelembaban relatif lebih dari 100 % maka akan terjadi Kondensasi.

Peristiwa-peristiwa yang berkaitan dengan kelembaban udara antara lain :

  1. Penguapan, yaitu proses berubahnya air menjadi uap air atau gas.
  2. Kondensasi, yaitu proses berubahnya uap air menjadi titik air.
  3. Embun, yaitu titik-titik air yang menempel pada benda-benda yang terdapat di atas permukaan bumi. Embun terjadi karena udara dekat permukaan bumi telah jenuh akan uap air, kemudian pada waktu malam atau pagi hari terjadi radiasi bumi yang sangat dingin. Sehingga uap air tersebut berubah menjadi titik-titik air.
  4. Kabut, adalah titik-titik air yang melayang-layang di udara dekat permukaan bumi. Menurut proses terjadinya kabut dapat dibedakan atas
  5. Kabut Radiasi, terjadi karena udara dekat permukaan bumi banyak terdapat uap air, kemudian pada waktu malam atau dini hari terjadi radiasi bumi yang sangat hebat dengan suhu udara yang sangat dingin sehingga uap air tersebut mengalami kondensasi berubah menjadi kabut.
  6. Up slope fog ( kabut lereng pegunungan), terjadi karena udara mengandung uap air bergerak naik sepanjang lereng pegunungan, karena semakin tinggi lereng tersebut suhu udaranya semakin dingin maka uap air tersebut mengalami kondensasi berubah menjadi kabut.
  7. Awan

Awan adalah titik-titik air atau es yang melayang-layang di udara yang jauh dari permukaan bumi. Pada dasarnya awan mempunyai 3 bentuk dasar yaitu :

  • Cirroform, adalah awan yang berbentuk bulu.
  • Stratiform, adalah awan yang berlapis-lapis
  • Cumuliform, adalah awan yang berbentuk gumpalan seperti bunga kol.

Kombinasi dari tiga bentuk dasar tersebut, berdasarkan ketinggiannya dapat dibedakan menjadi 4 golongan awan atau fomely, yang seluruhnya dapat dibagi menjadi 10 macam awan yaitu

Fomely A : Awan tinggi (lebih dari 6000 m), meliputi:

  1. Cirrus
  2. Cirro Cumulus
  3. Cirro Stratus

Fomely B : Awan sedang (2000 m – 6000 m), meliputi:

  1. Alto Cumulus
  2. Alto Stratus Fomely

Fomely C : Awan rendah (kurang dari 2000 m ), meliputi :

  1. Strato Cumulus
  2. Stratus
  3. Nimbo Stratus

Fomely D : Awan dengan gerakan vertikal yang kuat, dasarnya 500 m dan puncaknya mencapai 1500 m.

  1. Cumulus
  2. Cumulo Nimbus
  3. Hujan

Hujan dapat dibedakan menjadi beberapa macam, yaitu :

1) Menurut bentuknya, hujan dapat dibedakan menjadi :

  1. Hujan air, yaitu butir-butir air yang jatuh ke permukaan bumi.
  2. Hujan es, yaitu butir-butir es yang jatuh ke permukaan bumi.

Hujan es terjadi karena udara yang banyak mengandung uap air bergerak naik secara cepat, setelah sampai di atas uap air tersebut mengalami kondensasi, dan terus bergerak lagi sampai melampaui di bawah titik beku, yang kemudian berubah menjadi butir-butir es yang kemudian turun ke bumi.

  1. Hujan salju, yaitu hujan yang berbentuk padat. Terjadinya karena udara mengandung uap air mengalami pembekuan berubah menjadi padat (salju), karena udara sangat dingin jauh di bawah titik beku.

2) Menurut cara terjadinya, hujan dapat dibedakan menjadi :

  1. Hujan Zenithal atau Konvektif, yaitu hujan yang terjadi karena udara mengandung uap air disinari matahari yang sangat panas kemudian membumbung naik sehingga mengalami kondensasi berubah menjadi awan dan selanjutnya turun sebagai hujan. Hujan ini banyak terjadi di daerah yang dilalui garis Khatulistiwa.
  2. Hujan Orografis, adalah hujan yang terjadi karena udara lembab dibawa angin naik menuju lereng gunung sehingga sampai di atas mengalami konden­sasi berubah menjadi awan yang kemudian turun menjadi hujan. Hujan ini sangat bergantung pada angin Musim Barat Laut atau Timur Laut (dari Samudera Pasifik), misalnya hujan yang terjadi P. Jawa, Ball dan Nusa Tenggara.
  3. Hujan Konvergen/Hujan Frontal, yaitu hujan yang terjadi karena pertemuan antara udara panas dengan udara dingin. Karena udara panas lebih ringan dari pada udara dingin, udara panas terpaksa naik sehingga sesampainya di atas mengalami kondensasi berubah menjadi awan dan kemudian turun sebagai hujan

 

 

 

 

 

TEKS 3

TIPE-TIPE IKLIM

 

  1. Iklim Astronomis/ Iklim Matahari

Letak lintang suatu tempat mempunyai pengaruh banyak sedikitnya sinar matahari yang diterima oleh tempat tersebut. Iklim yang didasarkan pada banyak sedikitnya matahari yang diterima oleh suatu tempat tersebut disebut iklim astronomis/iklim matahari.

Adapun pembagian iklim matahari adalah sebagai berikut :

  1. Iklim Tropis terletak pada 23,5° LU – 23,5° LS. Di daerah ini mempunyai suhu udara panas, kelembaban udara tinggi, dan curah hujan cukup banyak.
  2. Iklim Sub Tropis terletak pada 23,5° LU – 40° LU dan 23,5° LS – 40° LS. Di daerah ini mempunyai curah hujan sedikit dan banyak padang pasir.
  3. Iklim Sedang terletak pada 40° LU – 66,5 LU Dan 40° LS – 66,5° LS. Di daerah ini mempunyai 4 musim yaitu semi, panas, gugur, dan dingin.
  4. Iklim Kutub terletak pada 66,5° LU – 90° LU dan 66,5° LS – 90° LS. Di daerah ini mempunyai suhu udara sangat dingin sehingga terdapat Salju Abadi.
  5. Iklim Junghuhn.

Ketinggian suatu tempat, sangat erat kaitannya dengan tipe iklim. Pembagian iklim berdasarkan ketinggian ini hanya berlaku untuk daerah iklim tropis saja. Orang yang membagi iklim berdasarkan ketinggian ini adalah Junghuhn. Adapun pembagian iklim menurut Junghuhn adalah sebagai berikut :

  1. Zone iklim Panas, terletak pada ketinggian 0 – 700 m diatas permukaan laut, dengan suhu T rata-rata tahunan lebih dari 22° C. di daerah ini banyak dijumpai tanaman padi, jagung, tebu, dan kelapa.
  2. Zone iklim Sedang, terletak pada ketinggian 700 – 1500 m diatas permukaan laut, dengan suhu rata-rata tahunan antara 15° C – 22° C. di daerah ini banyak dijumpai tanaman teh, kopi, coklat, karet dan kina.
  3. Zone iklim Sejuk, terletak pada ketinggian 1500 – 2500 m di atas permukaan laut, dengan suhu rata-rata tahunan 11° C – 15° C. Di daerah ini banyak dijumpai tanaman Pinus dan hortikultura (sayur-sayuran, buah-buahan, dan tanaman hias / bunga).
  4. Zone iklim Dingin, terletak pada ketinggian 2500 – 4000 m diatas permukaan laut, dengan suhu rata-rata kurang dari 11° C. Tumbuhan yang masih bertahan hidup adalah lumut.
  5. Iklim Schmidt Fergusson

Schmidt Fergusson membuat iklim didasarkan pada bulan basah dan bulan kering. Menurut seorang ahli tanah bernama Mohr, yang dimaksud dengan :

  1. bulan kering, yaitu apabila curah hujan kurang dari 60 mm.
  2. bulan lembab, yaitu apabila curah hujan antara 60-100 mm.
  3. bulan basah, yaitu apabila curah hujan lebih dari 100 mm.

ari bulan basah dan bulan kering tersebut, maka kemudian dihitung rasionya dengan menggunakan rumus :

Q= Rata-rata jumlah bulan kering   X 100%

Rata-rata jumlah bulan basah

Berdasarkan nilai Q yang diperoleh, maka di Indonesia dapat dibagi menjadi golongan iklim, yaitu

  1. Iklim A = 0 – 14,3 % sangat basah.
  2. Iklim B= 14,3%-33 3% basah
  3. Iklim C = 33,3 %- 60 % agak basah
  4. Iklim D = 60 % – 100 % sedang
  5. Iklim E = 100 % – 167 % agak kering
  6. Iklim F = 167 % – 300 % kering
  7. Iklim G = 300 % – 700 % agak kering
  8. Iklim H = lebih dari 700 % luar biasa kering.

 

  1. Iklim Koppen

Iklim Koppen ini adalah iklim yang penyusunannya didasarkan pada suhu udara dan curah hujan rata-rata tahunan. Penyusunan Iklim Koppen dengan cara seperti berikut ini,:

  • Tipe iklim Af, yaitu iklim hutan hujan tropis dengan curah hujan merata sepanjang tahun.
  • Tipe iklim Am, yaitu ikiim hutan hujan musim dengan musim kering setengah tahun.
  • Tipe iklim Aw, yaitu iklim Sabana (padang rumput yang diselingi oleh semak belukar dan pohon-pohon kecil)
  • Tipe iklim BS, yaitu iklim Steppa (padang rumput yang luas)
  • Tipe iklim BW, yaitu iklim Gurun (padang pasir yang luas).
  • Tipe iklim Cf, yaitu iklim Hujan yang suhunya sedang dan hujan merata sepanjang tahun.
  • Tipe iklim Cs, yaitu iklim Hujan yang suhunya sedang dengan musim panas yang kering.
  • Tipe iklim Cw, yaitu iklim hujan yang suhunya sedang dengan musim dingin yang kering.
  • Tipe iklim Df, yaitu iklim dingin dengan hujan merata sepanjang tahun.
  • Tipe iklim Dw, yaitu iklim dingin dengan musim dingin yang kering.

LITOSFER

Juni 3, 2017

TEKS 1

B  A  T  U  A  N

 

Litosfer  merupakan lapisan terluar dari kulit bumi yang tersusun atas batuan. Batuan adalah segala bahan pembentuk kulit bumi. Berdasarkan wujudnya batuan terdiri dari

  1. Batuan Cair (berupa magma, yaitu batuan cair yang sangat panas).
  2. Batuan Padat (berupa lempung, pasir, kerikil, dan batu besar).

Batuan yang terdapat dalam litosfer dapat diklasikasikan menjadi :

  1. Batuan beku, adalah batuan yang berasal dari proses pembekuan magma.

Macam-macam batuan beku :

  1. Batuan beku Dalam (Plutonis), adalah bantuan yang berasal dari proses pembekuan terjadi didalam magma. Ciri-cirinya antara lain :
  • Proses pembekuannya sangat lambat.
  • Pembentukan kristal sangat sempurna.

Contoh : Batu Granit, Batu Sienit, Batu DIorit, Batu Gabro, dsb.

  1. Batuan Beku Gang, adalah batuan beku yang proses pembekuannya terjadi pada bagian sela atau pipa kawah gunung berapi. Ciri-cirinya :
  • Proses pembekuannya agak cepat.
  • Strukturnya antara kristal dan gelas / amorf (tak berkristal).

Contoh : Batu Granit Porfir, Batu Sienit Porfir, Batu Diorit Porfir, dsb.

  1. Batuan beku Luar (Effusif) adalah batuan yang proses pembekuannya terjadi diluar kulit bumi. Ciri-cirinya antara lain :
  • Proses pembekuanntya sangat cepat
  • Strukturnya amorf (tak berkristal)

Contoh : Batu Riolit, Batu Trahit, Batu Andesit, Batu Basalt atau Batu Apung.

  1. Batuan Sedimen (Batuan Endapan) adalah batuan yang berasal dari proses pengendapan oleh tenaga eksogen.

Macam-macam batuan sedimen :

  1. Batuan Sedimen Klastik atau Mekanik adalah batuan sediment yang didalam proses pengendapan tidak mengalami perubahan kimia. Contoh :
  • Konglomerat, yaitu batuan sediment yang tersusun atas butiran-butiran bulat.
  • Breksi, yaitu batuan sediment yang tersusun atas butiran-butiran runcing.
  • Batu pasir, yaitu batuan sediment yang tersusun ats butiran-butiran pasir.
  • Serpih, yaitu batuan sediment yang tersusun atas butiran yang sangat halus.
  1. Batuan sediment Kimiawi adalah batuan sediment yang dalam proses pengendapannya mengalami perubahan kimia sehingga berbeda dengan batuan asalnya. Contoh : Batu Garam
  • Stalagtit, yaitu batuan sediment kapur yang menempel pada ata-atap gua kapur.
  • Stalagnit, yaitu batuan sediment kapur yag berdiri di lantai-lantai gua kapur.
  1. Batuan sediment Organik adalah batuan sediment yang proses pengendapanya dilakukan oleh makhluk hidup. Contoh :
  • Batuan kapur Radiolarit à diendapkan oleh hewan radiolaria.
  • Batuan kapur Diatomit à diendapkan oleh hewan Diatomea.
    1. Batuan Metamorf atau batuan Malihan adalah batuan beku atau batuan sediment yang telah mengalami perubahan fisik maupun susunan kimianya karena dipengaruhi oleh suhu yang sangat panas.

Macam-macam batuan metamorf :

  1. Batuan Metamorf kontak adalah batuan metamorf yang mengalami perubahan akibat bersinggungan dengan magma. Contoh : batu kapur berubah menjadi batu marmer (pualam)
  2. Batuan Metamorf Dinamo adalah batuan metamorf yang mengalami perubahan akibat tekanan yang sangat berat. Contoh : serpih berubah menjadi batu sabak (batu tulis)
  3. Batuan Metamorf Kontak Pneumatolitis adalah batuan metamorf yang mengalami perubahan dan kemasukan unsur lain.

Contoh :

  • Batuan kwarsa mengalami perubahan dan kemasukan unsur borium berubah menjadi batu permata Turmalin.
  • Batuan Kwarsa mengalami perubahan dan kemasukan unsur Flourium berubah menjadi batu permata Topaz.
 

TEKS 2

TENAGA ENDOGEN

A. Bentuk Muka Bumi Akibat Vulkanisme

Vulkanisme adalah proses penyusupan magma ke lapisan kuit bumi. Proses penyusupan magma yang hanya ada di dalam lapisan kulit bumi disebut intrusi, dan apabila sampai keluar permukaan bumi disebut ekstrusi / arupsi (letusan). Dari proses ekstrusi inilah akan menghasilkan gunung api (vulkan).

  1. Bentukan –Bentukan Hasil Intrusi Magma
    1. Batholit, adalah batuan yang membeku didalam dapur magma.
    2. Diaterma, adalah batuan yang membeku didalam pipa kawah gunung berapi.
    3. Sill, adalah batuan beku yang pipih yang membeku di sela-sela lapisan kulit bumi.
    4. Lakolit, adalah batuan beku yang menyerupai lenca cembung.
    5. Apofisa, adalah cabang dari diaterma sehingga lebih kecil.

 

  1. Bentukan-bentukan hasil erupsi.

1) Berdasarkan lubang erupsinya.

  1. Erupsi linier, yaitu erupsi gunung berapi yang melalui retakan litosfir sehingga mempunyai lubang-lubang berderet. Contoh : gung api Laki di Eslandia.
  2. Erupasi areal, ayitu erupsi yang mempunyai lubang kawah yang sangat besar karena dapur magma yang sangat dangkal. Contoh : gunung api Tengger Purba

Erupsi sentral, yaitu erupsi yang mempunyai satu lubang yang relatif kecil. Contoh : Gunung api Maona Loa, Krakatau, Visuvius, dan sebagainya.

2) Berdasarkan prosesnya

  1. a. Erupsi eksplosif, yaitu erupsi yang disertai ledakan.
  2. Erupsi Effusif, yaitu erupsi yang tidak disertai ledakan.

3) Berdasarkan bentuk gunungnya.

  1. Gunung api Maar, yaitu gunung api yang mempunyai lubang kawah yang sangat luas akibat letusan eksplosif hanya sekali saja dan kemudian mati. Contoh : gunung Lamongan, Gunung Eiffel, Gunung Schwaben, dan sebagainya.
  2. Gunung Api Perisai, yaitu gunung api yang mempunyai lereng yang sangat landai akibat hasil letusan effusif. Contoh : Gunung Kilaulea dan Gunung Maona Loa di Hawaii.
  3. Gunung Api Strato, yaitu gunung api yang berbentuk kerucut akibat letusan eksplosif dan effusif secara bergantian. Misalnya : Gunung Kelud, Gunung Merapi, dan sebagainya.
  • Berdasarkan material yang dikeluarkan,erupsi terdiri dari :
  1. a) Yang berbentuk Cair :
    • Lava, yaitu material cair yang sangat panas yang mengalir di permukaan bumi pada waktu gunung meletus.
    • Lahar, yaitu lava, lumpur dan air yang sangat panas yang mengeali di permukaan bumi pada waktu gunung meletus.
  1. b) Yang berbentuk Padat (Efflata) :
  • Menurut asalnya :
    • Efflata allogen, yaitu batu-batu yang berasal dari dinding-dinding kawah terlempar keluar.
    • Efflata autogen, yaitu batu-batu yang berasal dari batuan beku yang terlempar.
  • Menurut besarnya :
    • Bom (batu-batu besar)
    • Lapili (kerikil)
    • Pasir
    • Abu
  1. c) Yang berbentuk gas (Ekshalasi) :
  • Fumarol, yaitu berupa uap air (H2O)
  • Sulfatar, yaitu gas yang mengandung belerang (H2S)
  • Mofet, yaitu gas yang mengandung karbondioksida (CO2)
  • Berdasarkan Bencana yang ditimbulkan, erupsi terdiri dari :
  1. Awan Pijar, yaitu hembusan uap lava ke udara yang membentuk awan yang sangat panas.
  2. Ladu, yaitu banjir batu dan pasir berasal dari gunung meletus.
  3. Lahar Dingin dan Banjir Geluh Dingin, yaitu air dan lumpur yang mengalir di permukaan bumi setelah gunung meletus akibat hujan lebat.
  4. B. Bentuk Muka Bumi Akibat Tektonisme Atau Diatropisme

   Tektonisme/Diastropisme  adalah tenaga dari dalam bumi yang dapat menyebabkan terjadinya pergerakan lapisan kerak bumi secara vertikal (naik-turun), horizontal (kiri-kanan), dan retakan. Tenaga tektonik adalah tenaga yang berasal dari dalam bumi yang menyebabkan gerak naik dan turun lapisan kulit bumi. Berdasarkan bentuknya, proses tektonisme dibedakan atas patahan dan lipatan.

  1. Patahan, tekanan dalam Bumi menyebabkan patahan jika bekerja pada lapisan batuan yang tidak elastis atau keras. Akibatnya, kerak Bumi retak kemudian patah. Bentuk-bentuk patahan, antara lain :
  2. Graben atau Slenk, yaitu hasil patahan yang lebih rendah. Contoh: Patahan semangko di Sumatera,Patahan Afrika Timur membntuk sungat Nil.
  3. Horst, yaitu hasil patahan yang lebih tinggi. Contoh : Pegunungan Patahan Vogezen
  4. Fleksur, yaitu patahan yang terjadi pada sebagian lapisan kulit bumi.
  5. Sesar, yaitu pergeseran lapisan kulit bumi secara horisontal yang tidak mempunyai batas flontal. Sesar ada 2 macam, yaitu :
    • Sesar Sinistral (bergeser ke arah kiri)
    • Sesar Dekstral (bergeser ke arah kanan)
  1. Lipatan, yaitu hasil tektonisme yang membentuk gelombang. Hasil lipatan ada dua, yaitu :
  2. Antiklinal, yaitu hasil lipatan yang lebih tinggi Contoh : Lipatan pegunungan Bukit Barisan di Sumatera, Lipatan pegunungan Alpen di Eropa Barat.
  3. Sinklinal, yaitu hasil lipatan yang lebih rendah. Contoh : Palung laut Jawa di Samudera Hindia.

Kemudian, berdasarkan kecepatan gerakannya, tektonisme dibagi menjadi dua macam yaitu

  1. Orogenesa, adalah tektonisme yang mempunyai gerakan relatif cepat yang mengakibatkan terbentuknya pegunungan. Contoh : pegunungan sirkum Pasifik dan pegunungan sirkum Mediternia.
  2. Epirogenesa, adalah tektonisme yang prosesnya sangat lambat yang mengakibatkan naik turunnya daratan. Epirogenesa ada 2 macam, yaitu :
  3. Epirogenesa Positif, yaitu daratan turun dan lau seolah-olah naik. Contoh :
  • Lembah sungai Kongo daratannya turun 2000m dibawah permukaan laut.
  • Lembah sungai Hudson (dekat New York) ratusan meter turun dibawha permukaan laut.
  1. Epirogenesa Negatif, yaitu daratan naik dan laut seolah-olah turun. Contoh : Pantai Stockholm (Swedia) diperkirakan daratannya naik ½ meter setiap abadnya.

 

  1. Siesme (Gempa Bumi)
  2. Istilah-istilah dalam Gempa Bumi :
  • Hiposentrum, yaitu sumber getaran gempa yang terletak didalam litosfir.
  • Episentrum, yaitu tempat pertama kali getaran gempa dirambatkan dipermukaan bumi (dasar laut)
  • Seismograf, yaitu alat pencatat getaran gempa, yang terdiri dari :
    • Seismograf Horisontal
    • Seismograf Vertikal
  • Seismogram, yaitu hasil catatan seismograf yang berupa grafik getaran.
  • Pleistoista, yaitu garis khayal pada peta yang menghubungkan tempat-tempat yang mempunyai getaran gempa paling hebat.
  • Isoseista, yaitu garis khayal yang menghubungkan tempat-tempat yang mempunyai getaran yang sama.
  • Homoseista, yaitu grais khayal yang menghubungkan tempat-tempat yang mempunyai getaran pada saat yang sama.
  • Mikroseista, yaitu getaran kulit bumi yang sangat halus yang tidak dapat dirasakan oleh manusia.
  • Makroseisma, yaitu getaran gempa yang dapat dirasakan oleh manusia.
  1. Jenis – jenis Gempa Bumi
    1. Berdasarkan Peristiwa yang Menimbulkan
  • Gempa Tektonik, yaitu gempa yang disebabkan oleh perpindahan lapisan kulit bumi.
  • Gempa Vulkanik, yaitu gempa yang disebabkan oleh penerobosan magma yang terdapat di dalam lapisan kulit bumi.
  • Gempa runtuhan, yaitu gempa yang disebabkan oleh runtuhnya dinding-dinding goa dalam litosfir.
    1. Berdasarkan Bentuk Episentrumnya
  • Gempa Linear, yaitu gempa yang episentrumnya berbentuk garis. Misalnya gempa tektonik.
  • Gempa Sentral, yaitu gempa yang episentrumnya berbentuk satu titik. Misalnya gempa vulkanik dan gempa runtuhan.
    1. Berdasarkan Hiposentrum Gempa atau Jarak Pusat Gempa
      • Gempa dalam, yaitu gempa yang hiposentrumnya treletak antara 300 s/d 700 km dibawah permukaan bumi.
      • Gempa intermedier, yaitu gempa yang hiposentrumnya terletak antara 100 s/d 300 dibawah permukaan bumi.
      • Gempa dangkal, yaitu gempa yang hiposentrumnya erletak kurang dari 100 m dibawah permukaan bumi.
    2. Berdasarkan Jarak Episentralnya.
  • Gempa Setempat, yaitu gempa yang jarak episentralnya kurang dari 10.000 m.
  • Gempa Jauh, yaitu gempa yang jarak episentralnya skitar 10.000 km.
  • Gempa Sangat Jauh, yaitu gempa yang jarak episentralnya lebih dari 10.00 km.
  1. Macam-macam Gelombang atau Getaran Gempa
    • Gelombang Primer atau Gelombang Longitudinal adalah getaran gempa yang tercatat lebih dulu dalam seismograf dirambatkan dari hiposentrumnya dnegan kecepatan 7 s/d 14 km/detik.
    • Gelombang Sekunder atau Gelombang Transversal adalah getaran gempa yang kecepatannya lebih lambat daripada gelombang primer, yaitu dengan kecepatan 4 s/d 7 km/detik.
    • Gelombang Panjang atau Gelombang Permukaan adalah getaran yang dirambatkan dari episentrum dengan kecepatan 3,5 s/d 3,9 km/detik.

 

TEKS 3

TENAGA EKSOGEN

  1. Pelapukan

Pelapukan adalah proses hancurnya batuan yang dilakukan oleh tenaga yang berasal dari luar kulit bumi. Pelapukan ada 3 macam, yaitu :

  1. Pelapukan Fisik atau Pelapukan Mekanik adalah pelapukan batuan yang tidak disertai oleh perubahan kimia. Pelapukan fisik dapat disebabkan oleh :
  1. Insolasi matahari dan perubahan suhu udara yang menyolok
  2. Pembekuan es didalam celah batuan
  3. Perubahan antara musim kemarau dengan penghujan.
  4. Pelapukan Kimia adalah pelapukan yang disertai oleh perubahan kimia. Macam-macam pelapukan kimia :
  1. Oksidasi, yaitu peristiwa masuknya O2 dalam suatu persenyawaan yangmengandung Fe.
  2. Karbonasi, yaitu proses bereaksinya asam karbonat dengan basa yang membentuk karbonat. Contoh : Ortoklas (2 Kal Si3 O8) berubah menjadi Kaolinit (H4Al2Si2O9).
  3. Hidratasi, yaitu proses penyerapan air kedalam suatu persenyawaan kimia. Contoh: Anhidrit (CaSO4) menjadi Gibs (CaSO4 2H2O)
  4. Hidrolisa, yaitu pembentukan hidroksil didalam dissoasi air. Contoh : Ortoklas (K2Al2O3.6SiO2) berubah menjadi Kaolin (Al2O3.2SiO2.2H2O).
  5. Pelapukan Biologis atau Pelapukan Organis adalah pelapukan yang dilakukan oleh makhluk hidup. Macam-macam pelaku pelapukan biologis :
  6. Tumbuhan, misalnya cendawan, lumut, akar tumbuhan, dsb.
  7. Hewan, misalnya semut, cacing, tikus, kepiting, dsb.
  8. Manusia, misalnya petani, penambang batu, dsb.
  9. Pengikisan

 Pengikisan adalah suatu proses terkikisnya batuan yang berada di atas atau didalam kulit Bumi yang dilakukan oleh tenaga yang berasal dari luar kulit Bumi. Tenaga yang berasal dari luar kulit Bumi itu antara lain ialah air (hujan, sungai, dan laut) pasir yang ditiup angin dan Gletsyer (es mencair).Macam-macam Pengikisan batuan dan bentuk muka bumi yang dapat dihasilkan :

  1. Erosi adalah pengikisan batuan yang dilakukan oleh air hujan atau air sungai. Contoh Proses terbentuknya sungai meander, danau Tapal Kaki Kuda (Ox Bow Lake), lembah, ngarai dan jurang.
  2. Korosi adalah pengikisan oleh air hujan yang terdapat di daerah yang tersusun atas batuan kapur. Contoh : Proses terbentuknya Danau Karst ”Lokwa/Doline (danau di daerah kapur) dan Goa Kapur.
  3. Abrasi adalah pengikisan batuan yang dilakukan oleh air alut. Contoh : Apabila pada suatu pantai terdapat suatu bukit atau pegunungan, maka ombak laut selalu memukul-mukul pantai itu, sehingga terjadi pengikisan terhadap batu-batu itu dan akhirnya terbentuklah pantai yang bertebing (Pantai Curam).
  4. Korasi adalah pengikisan batuan yang dilakukan oleh butir-butir pasir yang ditiup oleh angin. Sedangkan proses terbawanya pasir yang ditiup oleh angin disebut deflasi. Contoh: Proses terbentuknya Mushrom (batu jamur) di daerah gurun.
  5. Eksarasi adalah pengikisan batuan yang dilakukan oleh gletsyer (es mencair) di daerah es. Contoh : Proses terbentuknya danau glasial di daerah USA pada zaman es mencair.
  6. Sedimentasi

Sedimentasi adalah suatu proses pengendapan batuan pada suatu tempat yang dilakukan oleh tenaga dari luar bumi. Macam-macam Proses Sedimentasi:

  • Berdasarkan tempat pengendapannya
  1. Sedimen Teristris, yaitu pengendapan yang ditempatkan di darat. Contoh : Proses terjadinya sanddunes/guguk pasir/bukit pasir,
  2. Sedimen Fluvial, yaitu pengendapan yang ditempatkan di sungai.Contoh ; tanah lempung, tanah pasir, delta.
  3. Sedimen Limnis. yaitu pengendapan yang ditempatkan di danau, atau rawa. Contoh : tanah fin.
  4. Sedimen Marine, yaitu penyendapan yang ditempatkan di laut.Contoh : batu kapur, bukit kapur.
  5. Sedimen Glassial, yaitu pengendapan yang ditempalka di daerah es.Contoh : batu morein.

 

TEKS 3

JENIS TANAH DI INDONESIA

Berdasarkan bahan induk dan proses terbentuknya, maka tanah di Indonesia dibedakan menjadi beberapa jenis seperti berikut ini :

  1. Tanah Organosol atau Tanah Organik

Tanah organik ini berasal dari akumulasi sisa-sisa tanaman yang telah mengalami pembusukan tetapi belum mengalami mineralisasi sehingga disebut tanah gambut. Apabila sudah mengalami mineralisasi dinamakan muck. Berdasarkan proses pembentukannya, tanah gambut dibedakan menjadi tiga, yaitu:

  • Gambut Ombrogen, yaitu tanah gambut yang terbentuk karena curah hujan yang airnya tergenang. Tanah ini terdapat di Pantai Timur Sumatera, Pantai Barat dan Selatan Kalimantan dan Pantai Selatan Papua.
  • Gambut Topogen, yaitu tanah gambut yang terbentuk karena pengaruh topografi. Tanah ini terdapat di Rawa Pening, Pangandaran, Tanah Payau Deli dan danau-danau Kalimantan Selatan.
  • Gambut Pegunungan, yaitu tanah gambut yang terbentuk di daerah tinggi (depresi di pegunungan). Tanah ini terdapat di dataran Tinggi Dieng.
  1. Tanah Muda

Tanah muda adalah tanah yang belum mengalami perkembangan profil tanah atau belum mengalami diferensiasi horizon sehingga masih dianggap lapisan-lapisan tanah saja. Jenis tanah muda ini terdiri dari :

  • Tanah Litosol, yaitu tanah muda yang berasal dari bahan induk sangat dangkal (kurang dari 45 m). Tanah litosol ini terdapat di daerah pegunungan kapur di Jawa dan Nusa Tenggara.
  • Tanah Alluvial, yaitu tanah yang berasal dari endapan lumpur yang dibawa oleh aliran sungai. Tanah Alluvial ini terdapat di daerah Delta di Jawa, Sumatera dan Kalimantan
  • Tanah Regosol, merupakan tanah dengan butiran-butiran yang kasar dan dihasilkan dari bahan-bahan lepas. Berdasarkan bahan induknya, tanah ini dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu : (1) regosol abu vulkanik, (2) regosol bukit pasir, dan (3) regosol batuan sedimen.
  1. Tanah Merah

Tanah merah dapat dibedakan menjadi :

  • Tanah Latosol

Tanah Latosol adalah tanah yang berasal dari batuan induk vulkanik atau terjadi dari batuan gunung api yang telah mengalami pelapukan secara intensif dalam jangka waktu lama. Tanah latosol banyak mengandung unsur hara. Tanah ini banyak tersebar di Sumatera, Jawa, Bali, dan Papua.

  • Tanah Padzolit merah – kuning

Tanah ini terbentuk dari pelapukan batuan yang mengandung kuarsa. Pembentukan tanah ini didukung oleh faktor curah hujan yang tinggi, suhu rendah dan tumbuh-tumbuhan yang banyak. Tanah ini banyak terdapat di pegunungan tinggi di Sumatera, Kalimantan dan Papua.

  • Tanah Maditeran merah – kuning

Tanah ini terbentuk di daerah karst (batuan kapur). Banyak tersebar di Jawa dan Nusa Tenggara.

  • Tanah Laterit

Tanah laterit adalah tanah yang terbentuk akibat dari hilangnya mineral pada saat proses pencucian (leaching), erosi dan tenaga eksogen lainnya.Sehingga  tanah ini menjadi tandus. Hal ini terjadi karena cara penanaman yang kurang tepat. Tanah Laterit ini terdapat di daerah iklim basah seperti di Sumatera, Jawa, dan Kalimantan.

  1. Tanah Andosol

Tanah Andosol adalah tanah yang berwarna hitam kelam, karena terbentuk dari abu vulkanis yang banyak mengandung bahan organik dan peka terhadap erosi. Tanah ini banyak terdapat di daerah-daerah yang banyak gunung apinya.

  1. Tanah Grumusol

Tanah  Grumusol adalah tanah yang terbentuk dari pelapukan batuan kapur, napal, endapan alluvial dan abu vulkanik. Sifat tanah ini sangat berat sehingga mudah terkena erosi dan longsor. Tanah ini tidak cocok untuk menanam padi. Jenis tanah ini tersebar di Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Sulawesi Selatan.

Latihan mengerjakan soal

Juni 2, 2017

 PILIHLAH SATU JAWABAN YANG BENAR !

  1. Lapisan bumi paling luar yang terdiri atas unsur silikat, alumunium, kalsium dan natrium adalah … .          (a). Lapisan maho   (b). Lapisan nife   (c). Atmosfer   (d). Litosfer   (e). Barisfer
  2. Pelapukan batuan beku menyebabkan struktur batuan yang mudah lepas, mudah terbawa air, angin, atau es. Bagian yang terangkut ini akan terendap di suatu tempat. Bagian batuan yang mengendap ini lama-kelamaan akan menumpuk dan mengeras membentuk batuan … .         (a). granit   (b). marmer  (c). sedimen  (d). pualam  (e). konglomerat
  3. Epirogenetik adalah gerakan dari dalam bumi yang berlangsung … .          (a). Tiba – tiba  (b). Simultan  (c). Perlahan  (d). Cepat  (e). Beraturan
  4. Peristiwa tsunami yang terjadi di Nangroe Aceh Darussalam pada 26 Desember 2004 disebabkan oleh gempa … .          (a). Tektonisme darat   (b). Tektonisme laut  (c). Vulkanisme darat   (d). Vulkanisme laut  (e). Runtuhan
  5. Vulkanisme adalah proses yang berhubungan dengan letusan magma yang berhasil mencapai … .          (a). Inti bumi   (b). Permukaan bumi   (c). Mantel bumi   (d). Lempeng bumi   (e). Laut dalam
  6. Perhatikan gejala gunung api berikut:
  • Intrusi magma
  • Ekstrusi magma
  • Erupsi eksplosive
  • Geyser
  • Erupsi areal

Gejala vulkanisme ditunjukkan oleh angka… .          (a).   1), 2), dan 3)    (b).   1), 2), dan 4)   (c).  2), 3), dan 4)   (d).  2), 4), dan 5)   (e).  3), 4), dan 5)

  1. Upaya yang dilakukan untuk mengurangi resiko timbulnya korban pada saat terjadi gempa di pusat perbelanjaan adalah … .          (a). Menuju pojok bangunan  pusat perbelanjaan   (b). Menuju tangga darurat dan segera keluar dari bangunan (c). Mencari lift dan segera keluar dari bangunan   (d). Mengajak orang berkumpul di lantai dasar bangunan   (e). Mencari petugas keamanan untuk meminta tolong
  1. Skala Richter adalah… .         (a). Titik dipermukaan bumi yang berada tepat diatas sumber gempa   (b). Garis di sepanjang pusat gempa   (c). Pusat gempa yang berada di dalam bumi   (d). Skala magnitudo yang sering digunakan untuk mengukur kekuatan gempa (e). Alat yang digunakan untuk mengukur gempa
  1. Proses terjadinya mass wasting hampir sama dengan … .          (a).  Erosi   (b).  Banjir   (c).  Tsunami   (d).  Luapan lumpur   (e). Tektonisme
  1. Erosi yang berlangsung secara alamiah tidak mengganggu keseimbangan lingkungan, karena … .          (a).  Partikel-partikel tanah yang diendapkan seimbang    (b). Lamanya hujan melebihi kapasitas infiltrasi   (c). Membawa kerikil dan pasir  (d). Mampu mengikis batuan pantai   (e). Dipengaruhi gaya berat
  1. Perhatikan hal berikut !
  • Melapukkan bahan organis
  • Menggemburkan tanah
  • Pelapukan batuan yang kering
  • Pembentuk fosil dalam tanah

Yang merupakan peran dari serangga dalam pembentukan tanah ialah … .          (a). 1 dan 2   (b). 1 dan 3   (c). 1 dan 4   (d). 2 dan 3   (e). 2 dan 4

  1. Tanah yang terbentuk dari timbunan sisa-sisa tanaman dan mangalami proses dekomposisi tersebar di pulau Sumatra, Kalimantan dan Papua. Jenis tanah ini disebut tanah … .          (a).  Aluvial   (b). Gambut   (c). Kapur   (d). Regosol   (e). Podzolik
  1. Peran tanaman dalam konservasi tanah secara vegetatif adalah … .          (a). Mengurangi kapasitas infiltrasi dalam tanah  (b). Mendorong penghancuran agreat dalam tanah   (c). Mengurangi daya krisis air pada permukaan tanah   (d). Mengurangi aktifitas organisme dalam tanah   (e). Memperkecil tingkat resistensi tanah terhadap laju air
  1. Konservasi adalah upaya yang dilakukan untuk mengurangi kerusakan tanah. Salah satu konservasi yang umum dilakukan di daerah pantai adalah … .          (a). Penanaman pohon bakau   (b). Tidak membuat pantai menjadi daerah wisata   (c). Membuang sampah pada tempatnya   (d). Tidak menggunakan pukat harimau untuk menangkap ikan   (e). Tidak membangun bangunan permanen
  1. Badan Geologi mempunyai tugas yaitu melaksanakan penelitian dan pelayanan di bidang geologi. Badan Geologi merupakan salah satu unit teknis di bawah Kementerian … .          (a). Energi dan Sumber Daya Mineral   (b). Pekerjaan umum   (c). Pendidikan   (d). Agama   (e). Geologi
  1. Pergerakan lempeng bumi dapat menyebabkan terjadinya gempa… .          (a). Tektonik   (b). Vulkanik   (c). Runtuhan   (d). Terban   (e). Buatan
  1. Lapisan bumi yang berbentuk cair, liaat, panas dan pijar adalah… .          (a). Litosfer   (b).  Astenosfer   (c). barisfer   (d). Stratosfer   (e). Troposfer
  1. Intrusi magma yang berbentuk pipih memanjang disebut… .          (a). Kawah   (b). Apofisa   (c). Lakolit   (d). Batolit   (e). Sill
  1. Material dari gunung api yang terhanyut oleh air hujan dan masuk ke aliran sungai disebut… .          (a). Lahar dingin   (b). Lahar panas   (c). Magma   (d). Lava   (e). Efflata
  1. Istilah di bawah ini yang disebabkan oleh air yang yang mengalir disebut… .          (a). Erosi   (b). Ablasi   (c).Abrasi   (d). Aeolasi   (e). Eksarasi
  1. Gunung api di Indonesia sebagian besar berbentuk kerucut berlereng curam. Bentuk kerucut ini berasal dari hasil banyak letusan dan aliran lava yang berulang-ulang. Bentuk gunung api ini dikenal dengan sebutan… .          (a). gunung api kubah   (b). gunung api lava pijar   (c). gunung api perisai   (d). gunung api strato   (e). gunung api cembang
  1. Intrusi magma yang berbentuk cembung dan mengangkat batuan yang berada diatasnya disebut… .          (a). sill   (b). lakolit   (c). Gang   (d). Korok   (e). Diatrema
  1. Gerakan kerak bumi yang mengakibatkan terjadinya bentuk muka bumi yang menghasilkan pola baru seperti pelengkungan, pelipatan, patahan dan retakan disebut… .          (a). vulkanisme   (b). tektonisme   (c). gempa bumi   (d). gejala intrusi   (e). diatrema
  1. Garis permukaan bumi yang mencatat gelombang gempa primer pada waktu yang sama dan berupagaris lingkaran disebut… .          (a). Seismogram   (b). Pleistoseista   (c). Homoseista   (d). Isoseista   (e). Episentrum
  1. Lapisan litosfer sering disebut sebagai lapisan… .          (a). Magnesium   (b). Sima   (c). Silicon   (d). Silikat   (e). Aluminium
  1. Perubahan suhu bisa mempengaruhi terbentuknya tanah karena… .          (a). Suhu akan berpengaruh pada warna tanah   (b). Suhu akan mempengaruhi organisme yang hidup   (c). Suhu akan membantu proses pelapukan pelapukan batuan   (d). Suhu akan mempengaruhi vegetasi   (e). Suhu akan membantu proses pembentukan unsure hara
  1. Berikut ini gempa yang terjadi karena meletusnya gunung api adalah… .          (a). Gempa vulkanis   (b). Gempa guguran   (c). gempa tektano vukanik   (d). gempa   tektonik   (e). gempa runtuhan
  1. Kerak samudra lebih dinamis dibandingkan dengan kerak benua. Kerak samudera mengalami pembaharuan oleh… .          (a). gunung api di darat   (b). gunung api ditengah pematang samudera   (c). pengendapan hasil erosi oleh laut dan darat   (d). tekanan dari dalam bumi   (e). patahan batuan
  1. Naiknya suatu daratan sehingga permukaan laut mengalami penurunan merupakan akibat dari proses… .          (a). vulkanisme   (b). orogenesis   (c). epirogenesa negative   (d). gempa bumi   (e). epirogenesa positif
  1. Batuan yang berasal dari magma disebut batuan… .          (a). beku   (b). malihan   (c). metamorf   (d). sedimen   (e). andesit
  1. Gempa bumi yang terjadi karena proses dislokasi atau pergeseran lapisan batuan disebut… .          (a). gempa vulkanik   (b). gempa dalam   (c). gempa runtuhan   (d). gempa terban   (e). gempa tektonik
  1. Lapisan kulit bumi yang berada di pusat bumi dan berbentuk padat adalah….          (a). litosfer   (b). stratosfer   (c). barisfer   (d). biosfer   (e). astenosfer
  1. Usaha pergiliran jenis tanaman agar unsure tanah dapat terjaga kelestariannya disebut dengan istilah… .          (a). contour plowing   (b). contour strip cropping   (c). crop rotation   (d). crop terracing   (e). crop cultivation
  1. Proses pelapukan batuan yang paling banyak terjadi di Indonesia adalah jenis….          (a). pelapukan mekanik   (b). pelapukan kimiawi   (c). insolasi   (d). pelapukan organic   (e). pengikisan angin
  1. Berikut ini yang merupakan factor penyebab pelapukan kimiawi banyak terjadi di Indonesia adalah… .          (a). memiliki garis pantai yang panjang   (b). memiliki banyak gunung api   (c). daerah pertemuan lempeng tektonik   (d). banyaknya turun hujan   (e). banyak mengalami populasi industry
  1. Pernyataan berikut yang menunjukkan karakteristik tanah pada horizon R yaitu….          (a). terdapat banyak akar tanaman   (b). kandungan mineral sedikit   (c). lapisan batuan induk tanah masih utuh   (d). kandungan bahan organic tinggi   (e). batuan induk mengalami pelapukan
  1. Salah satu penyebab terjadinya pelapukan organic adalah… .          (a). Perbedaan temperature tinggi   (b). Pembekuan air di dalam batuan   (c). Tekanan akar tumbuhan   (d). Larutnya batuan kapur oleh air hujan   (e). Mencairnya es di kutup
  1. Batuan yang berubah karena pengaruh suhu tinggi sebab letaknya dekat dengan magma disebut batuan metamorf…         (a). Termal   (b). Dynamo   (c). Kinetis   (d). Pneomatolitis kontak    (e). Korok
  1. Selama terjadi proses erosi dan pemindahan material, di muara sungai akan terbentuk suatu daratan endapan yang disebut… .          (a). Delta   (b).Lembah sungai   (c). Dataran banjir   (d). Meander   (e). Danau tapal kaki kuda
  1. Fenomena letusaan gunung api sebagai berikut: bentuknya seperti kerucut, terjadi karena erupsi efosif dan eksplosif, lereng gunung terdiri dari bermacam-macam lapisan batuan, banyak terdapat di Indonesia, tekanan gas tinggi. Fenomena tersebut akan menghasilkan bentuk gunung api berupa… .          (a).Kaldera   (b). Perisai   (c). Strato   (d). Linier   (e). Maar
  1. Batuan yang terbentuk jauh dari dalam bumi dan hanya terdiri atas Kristal disebut… .         (a). Batuan beku dalam   (b). Batuan beku luar   (c). Batuan beku korok   (d). Batuan metamorf kontak   (e). Batuan metamorf
  1. Gunung api di Indonesia yang terjadi karena erupsi effusive dan eksplosif secara bergantian akan menghasilkan bentuk… .          (a). Maar   (b). Strato   (c). Linier   (d). Eksplosif   (e). Perisai
  1. Factor penyebab gempa bumi tektonik memberikan dampak korban yang besar adalah… .          (a). Peristiwa intrusi magma yang membentuk batuan beku   (b).Aktifitas vulkanisme karena pergerakan dan tekanan magmatis   (c). Tumbukan antar lempeng yang meliputi wilayah yang sangat luas   (d). Penurunan dasar laut dalam jangka waktu yang sangat lama  (e). Aktifitas vulkanisme yang berangkai membentuk jalur yang memanjang
  1. Berikut ini upaya untuk meningkatkan kesuburan tanah adalah… .          (a). Pemupukan dan pengairan   (b). Pengairan dan pembuatan parit   (c). Pembuatan tanggul dan pengairan   (d). Pengolahan tanah dan pembuatan tanggul   (d). Pembuatan parit dan pemberian kapur
  1. Gempa tektonik yang terjadi di Nangroe Aceh telah meninggalkan duka yang cukup dalam bagi bangsa Indonesia. Banyak korban tersapu gelombang tsunami. Gelombang tersebut disebabkan oleh… .          (a). Gerakan pasang naik dan pasang surut air laut   (b). Gempa vulkanik di dasar laut   (c). Gempa tektonik di dasar laut   (d). Perbedaan salinitas (kadar garam) air laut   (e). Terumbu karang di dasar laut
  1. Tanah potensial adalah…          (a). Tanah cadangan untuk memenuhi kebutuhan makhluk hidup   (b). Tanah yang berisi unsure hara sangat banyak tetapi tidak subur   (c). Tanah yang banyak kandungan garamnya sehingga sangat subur untuk pertanian   (d). Tanah yang secara kualitatif sangat memungkinkan untuk dapat dimanfaatkan dalam pemenuhan kebutuhan manusia   (e). Tanah yang terjadi dari pelapukan batuan yang mengandung kwarsa
  1. Stalaktit merupakan salah satu contoh pelapukan kimia yang terjadi di daerah pegunungan kapur berupa… .   (a). Batuan panjang yang menjulang ke atas di dasar gua   (b). Larutan batuan kapur yang membentuk suatu cekungan   (c). Lubang semacam sumur berbentuk corong   (d). Batuan kapur yang menggantung diatas atap gua kapur   (e). Batuan berupa tiang yang menyangga atap gua kapur
  1.  Berdasarkan proses pembentukannya, terumbu karang diklasifikasikan sebagai….          (a). Batuan sedimen klastik   (b). Batuan sedimen kimiawi   (c). Batuan sedimen organic   (d). Batuan sedimen aeolik   (e). Batuan sedimen fisik
  1. Berdasarkan bentuknya, ujung lipatan atas adalah bentukan dari… .          (a). Antiklinal   (b). Sinklinal   (c). Flexxur   (d). Sesar dekstar   (e). Sesar sinistral
  1. Lapisan pengantara/ astenosfer/ chalcosfer adalah… .          (a). Lapisan kerak bumi denganketebalan 1. 200 Km   (b). Lapisan kerak bumi bersifat padat dan kaku dengan ketebalan rata-rata 35 Km   (c). Lapisan kulit bumi yang merupakan bahan yang bersifat elastic dan mempunyai ketebalan rata-rata 65 Km  (d). Lapisan berbahan cair dengan suhu yang tinggi dan berpijar dengan ketebalan 1. 700 Km  (e).Lapisan inti bumi merupakan bahan gas

Perjalanan Panjang

Oktober 30, 2014

Aku terhenyak diatas kapal..

Dengan sedikit riaknya sesekali gelombang besar..

Rinduku menggebu..

Cintaku membara..

Melalui banyak pesimpangan..

Akhirnya..

Dayungmu membawaku di persinggahan yang panjang..

Sejenak kenangan menggores di kalbu..

Saat itu hatiku tertegun..

Bersama mimpimu aku terpaut..

Gelombang samudera membiru..

Menerpa angin bernafaskan rindu..

Sofie Okt 2014

Gundah (2)

September 29, 2014

Disaat hatimu gundah..
Tanpa tahu dimana kamu berpijak..
Musim mangga tanpa buah..
Padi menguning tanpa panen..
Disaat itulah pastikan bahwa Allah berikan yang terbaik untukmu..
Maka tersenyumlah…………………………

Jangan pernah berambisi diluar kemampuan yang wajar..
Ingatlah..
Allah sudah menetapkan semuanya yang terbaik untuk kita semua..

Ketika kita merasa terkhianati, difitnah ataupun diadu domba..
Maka hanya kepada Allah kita kembali..
Suatu saat..
Allah akan tunjukkan semuanya..
Tentang kebenaran yang sesungguhnya..

Memohonlah hanya kepada Allah..
berharaplah dengan penuh ikhlas..
karena Allah begitu dekatnya dengan kita..
Dan Allah Maha Mengetahui tentang segala sesuatu..

met pagi dhulur…IMG03438-20140928-1101

PENELITIAN GEOLOGI MGMP GEOGRAFI KABUPATEN GRESIK DI PULAU BAWEAN

Juni 1, 2014

Tahun Pelajaran 2013-2014, MGMP Kabupaten Gresik mengadakan kegiatan penelitian geologi di Kabupaten Gresik, tepatnya hari Minggu-Rabu, tanggal 25-28 Mei 2014. Sebenarnya kegiatan ini sudah terencana mulai Tahun Pelajaran 2012-2013, tapi karena waktu itu persiapan belum matang maka tertunda dan baru bisa terlaksana sekarang.

Penelitian diadakan mulai hari minggu tanggal 25 Mei 2014, perjalanan dari gresik menuju bawean dan pertemuan di SMAN 1 Sangkapura. Penelitian dimulai hari kedua dan ketiga, hari senin dan selasa tanggal 26-27 Mei 2014, dan hari terakhir di pulau Bawean adalah hari rabu, tanggal 28 Mei 2014 perjalanan pulang dari Bawean menuju ke Gresik. Ini semua adalah rencana perjalanan kegiatan penelitian geologi MGMP Geografi kabupaten Geografi. Apapun juga rencana rencana manusia, tetaplah hanya Allah yang Maha Berkehendak atas segala sesuatunya, karena hanya Allah yang tahu mana yang terbaik untuk kita semua.

Pada saat rapat persiapan penelitian geologi di SMAN 1 Cerme Gresik, teman2 terlihat sangat antusias untuk mengikuti kegiatan ini, tetapi setelah pemberangkatan di pelabuhan Gresik barulah diketahui ternyata hanya delapan orang yang berangkat dari sepuluh orang yang dipastikan ikut. Satu dosen pendamping, Drs. Daryono, M.Si, dosen geologi dari UNESA, lima guru geografi Kabupaten Gresik yaitu saya, Sofia Zahro, S.Pd. selaku bendahara MGMP Geografi mewakili SMA Yasmu dan MA Yasmu Manyar, Ahmad Abudin, S.Pd, M.Pd. selaku ketua MGMP Geografi dari SMA Sidayu beserta istri yang juga asli orang bawean, Drs Mardiana Adi Wijaya, MM, dari SMAN 1 Menganti, Siti Halimatus Sa’diyah, S.Pd. dari MAN 2 Gresik, Barudin, S.Pd. dari SMA Al-Azhar Menganti dan satu temen lagi alumni geo unesa dari SMAN 1 Pandaan, yaitu Dr. Drs. Fathur Rahman, M.Si.

Minggu pagi jam 09.06 WIB kapal mulai berangkat dari pelabuhan Gresik menuju Bawean menggunakan kapal Ekspres Bahari. Kapal yang menuju pulau Bawean ada dua jenis yaitu kapal besar ASDP Indonesia Verry “Gili Iyang” dengan perjalanan ± 8-10 jam dan kapal yang lebih kecil Ekspres Bahari dengan lama perjalanan ± 3-3.5 jam. Begitu kapal meninggalkan pelabuhan, perjalanan masih terasa tenang-tenang saja. Banyak kapal dan perahu masih terlihat di sekitar perairan pelabuhan Gresik. Saya dan teman-teman menikmati suasana lautan dengan perasaan penuh harap semoga perjalanan lancar dan menyenangkan karena banyak dari kami ini adalah perjalanan pertama kalinya ke bawean.

Setelah perjalanan ±20 mil dari pelabuhan Gresik, ombak sudah mulai terasa menghantam-hantam kapal karena gelombang sudah sampai pada ketinggian 2m sampai 2,5m. Pada saat awal gelombang mulai tinggi, saya lihat di kanan kiri, depan belakang mulai tidak tenang, yang tidur sudah mulai terbangun dan sebagian lagi sudah mulai muntah-muntah Bu Dyah yang duduk disamping saya yg semula bersenandung nenek moyangku seorang pelaut, suaranya juga mulai lenyap dari pendengaran. Saya berusaha untuk untuk kuat dan tegar dalam suasana yang menegangkan. Disaat itu saya berusaha untuk merasa ikhlas menghadapi segala sesuatunya dan bersyukur dalam menjalani hidup. Dalam suasana yang sangat menegangkan itulah saya mulai merasakan kenikmatan tersendiri dalam mensyukuri nikmat yang diberikan oleh Allah SWT. Hanya kebesaran Allah yang ada di hadapan kami semua. Mulai dari ombak dengan ketinggian 2m sampai sampai 2,5m, saya dan teman-teman bisa menikmati keagungan yang ditunjukkan oleh Allah SWT, melewati fenomena laut. Subhanallah, Alhamdulillah, Allahuakbar.

setelah lewat dr ± 20 mil perjalanan dengan ombak yang lumayan tinggi, ± 20 mil berikutnya mendekati pulau bawean saya kira ombak sudah mulai berkurang, tapi ternyata tidak, ombak masih tetep tinggi sampai mendekati pulau Bawean. Kapal sampai di pelabuhan Bawean tepat pukul 12.04 WIB. Ternyata dalam hidup ini hanyalah Allah satu-satunya penolong dan hanyalah Allah satu-satunya pelindung.
Sesampai di pelabuhan saya dan teman-teman dijemput oleh Kepala SMAN 1 Sangkapura, Afandi, S.Pd. M.Pd. beserta Waka Kesiswaan SMPN 1 Sangkapura, Rahmad Safari, S.Pd. M.Pd. rombongan diajak ke posko 1 yang terletak di Dusun Sungai Topo, desa Sungai Teluk. Setelah saya dan teman-teman beristirahat sejenak, barulah menuju lokasi SMAN 1 Sangkapura. Sesampai disana saya dan teman-teman bergabung dengan hampir semua guru geografi dan ips dari SMA, MA, SMP dan MTs dari kecamatan Sangkapura dan Tambak. Dalam pertemuan tersebut diawali dengan berkenalan satu sama lain, rencana kegiatan kerja penelitian geologi dan pengenalan tentang Bawean, baik dari segi geologi, morfologi, social dan budaya. Setelah itu saya dan teman-teman kembali lagi ke posko untuk beristirahat.

Esok paginya saya dan teman-teman memulai penelitian geologi sambil berpetualang untuk yang pertama kalinya di pulau Bawean.

PANTAI BARAT PULAU BAWEAN (PANTAI RIA)

Saya dan teman-teman sampai di pantai Ria pukul 08.19. ketinggian di tempat penelitian setelah diukur dengan altimeter menunjukkan 1 mdpl (meter diatas permukaan air laut) dengan Suhu 29,50C.

Pulau Bawean secara garis besar adalah hasil dari proses vulkanisme. Pantai Ria sebagian besar didominasi oleh batuan beku. Dalam perjalanan menuju pantai Ria, ditemui banyak batuan berwarna putih, semula saya dan teman-teman menganggap itu adalah batuan kapur, tapi setelah di cek dengan tetesan HCL ternyata bukan batuan kapur melainkan batuan beku.

Ada beberapa jenis batuan yang ada di pantai Ria. Yang pertama adalah batuan beku asam, berwarna putih yang sudah mengalami pelapukan yang sangat intensif dan sudah tererosi. Batuan asam mempunyai kandungan Si02 (Silikat Oksida) lebih dari 65%, PH tinggi sehingga sangat asam dan jenis batuan ini tidak subur, karena banyak mengandung kuarsa sehingga tidak banyak memberikan nutrisi pada tanaman.
Sebagian lagi terdapat batuan beku basa dengan warna yang lebih gelap daripada batuan beku asam. Batuan beku basa nantinya akan menghasilkan tanah yang subur karena kandungan silikat oksidanya tidak banyak.

Di pantai Ria juga terdapat batuan beku yang dilapisi warna merah diluarnya diakibatkan oleh proses oksidasi. Proses oksidasi adalah penguraian unsur batuan yang dilakukan diantaranya oleh air sehingga melarutkan mineral batuan. Warna yang tampak diantaranya warna merah kecoklatan (Bahasa Jawa = tayeng/berkarat) yang menandakan adanya unsur Fe atau besi.

Bagian bawah pantai Ria merupakan hasil sedimen klastik/ mekanik dan organic yang dipenuhi oleh pasir berwarna agak keputihan yang berasal dari hancuran karang/ koral dan sebagian terdapat kuarsa. Juga terdapat batuan dengan fragmen bentuk bulat-bulat berasal dari batuan beku vulkanik yang menyatu yang disebut dengan konglomerat.

Disini juga banyak terdapat hewan seperti kecoa tapi kurus sedikit lonjong yang oleh masyarakat sekitar disebut “Sapi-sapian”. Terdapat juga tumbuhan kelapa, jati, akasia, ketapang, semak belukar dll.

Desember 5, 2013

δσƒƖα ZαϞԉσ

*_Gundah_*

Bias cahaya kasih tlah redup..
Tanpa tanya berlalu..
Saat hasrat jiwa tertiup..
Rindu terpupuskan waktu..

Terbuai dlm keangkuhan arak..
Menepi di laut tepi..
Dinding ini serasa membuat tak bisa bergerak..
Meski mentari menemani..

Harusnya aku berusaha tuk berlari..
Tertawa dan menari diatas awan..
Andai sedari dulu aku menyadari..
Semua berjalan tanpa perasaan..

by: Sofie Desember 2013

Sepi..

November 11, 2013
ketika senyummu hadir. ketika mata bicara.. wkwkwk

ketika senyummu hadir. ketika mata bicara..(sofie)

Aku berdiri sendiri..
Tepat di poros hatiku..
Aku juga tidak peduli..
Kala senja`mulai mengoyak dinding kalbu..

Tirai tabirpun terbuka perlahan..
Menguak dalam, satu sisi hati..
Aku masih bertahan..
Bersama ramainya sepi..

by: Sofie, November 2013