Archive for Januari, 2010

Lapisan Atmosfer Bumi

Januari 12, 2010

LAPISAN ATMOSFER

 

  1. a. Lapisan troposfer:

Adalah lapisan atmosfer yang paling bawah dekat dengan permukaan bumi, dengan ketebalan lapisan/ ketinggian yang berbeda-beda. Ketinggian lapisan troposfer di daerah equator mencapai 16 km, di daerah lintang sedang kurang lebih 11 km, sedangkan di daerah kutub hanya mencapai 9 km. Ketinggian rata-rata lapisan troposfer adalah 12 km. Temperature mencapai 570 C – 620 C, dengan setiap kenaikan 100m temperature turun berkisar 0,50 C – 0,60 C. Pada daerah troposfer banyak terdapat fenomena yang berhubungan dengan cuaca dan iklim seperti awan, hujan, badai, angin, petir, dan gangguan iklim/ cuaca lainnya. Pesawat komersil untuk angkutan penumpang hanya terbang pada troposfer, sedangkan pesawat jet yang biasanya untuk kepentingan perang dapat terbang diluar troposfer. Batas (mintikat) yang menandai berakhirnya penurunan suhu disebut tropopause

  1. b. Lapisan stratosfer:

Adalah lapisan diatas troposfer dengan ketebalan 12-50 km, di kutub lebih tebal dibandingkan di katulistiwa, terkadang di katulistiwa tidak terdapat lapisan ini. Temperature semakin naik semakin meningkat hingga mencapai 550 C. terbagi menjadi dua macam lapisan: lapisan isotherm (20-35 km), yaitu lapisan yang mempunyai penyebaran suhu vertical kurang lebih sama. Lapisan ozon/ lapisan panas (35-50km), yaitu lapisan yng dapat Manahan pengaruh sinar ultraviolet yang sangat kuat.batas berakhirnya stratosfer adalah stratopause

  1. c. Lapisan mesosfer:

Adalah lapisan diatas stratosfer pada ketinggian 50-80 km. pada lapisan stratosfer awalnya temperature naik tetapi kemudian menurun hingga mencapai -720 C. setiap naik 100m suhu turun 0,40 C. benda-benda angkasa seperti meteor  yang akan jatuh ke bumi, pada lapisan ini akan terbakar dan terurai. Batas yang menandai berakhirnya lapisan ini disebut mesopause.

  1. d. Lapisan Ionosfer:

Memiliki ketinggian berkisar 80-375 km. temperature pada lapisan ini kembali naik bisa mencapai 10100 C. pada lapisan terbawah lapisan ini terdapat lapisan Inosfer, gas-gas mengalami ionisasi dan lapisan ini berguna dalam menangkap gelombang radio.

  1. e. Lapisan Eksosfer:

Adalah lapisan  paling luar dari lapisan atmosfer yang batasnya tidak jelas.  Pengaruh gaya berat pada lapisan ini sangat kecil sehingga benturan-benturan di udara jarang terjadi. Lapisan ini berada pada ketinggian antara 500 km dan 1000 km. Butiran-butiran gas pada lapisan ini berangsur-angsur meloloskan diri ke angkasa luar sehingga lapisan ini juga dinamakan DISSIPASISFIR.

Prinsip Geografi

Januari 9, 2010

PRINSIP GEOGRAFI

Dasar mengkaji dan mengungkapkan gejala geografi di permukaan bumi

No.  Prinsip Materi Contoh
1. Penyebaran Menggambarkan gejala dan fakta geografi dalam peta serta mengungkapkan hubungan antara gejala geografi yang satu  dengan yang lain.
  • Persebaran sumber daya bahan tambang di Indonesia tidak merata.
  • Kepadatan penduduk lebih banyak di Jawa dibandingkan dengan di Sumatera
2. Interrelasi Untuk menganalisis hubungan antara gejala fisik dan non fisik di suatu wilayah tertentu.
  • Mata pencaharian penduduk pantai sebagian besar adalah nelayan.
  • Usaha hortikultura jenis sayuran lebih banyak berada di daerah pegunungan yang sejuk.
3. Deskripsi Memberikan gambaran lebih jauh tentang gejala dan masalah geografi yang dianalisis dalam bentuk peta, diagram, grafik maupun table.
  • Berdasarkan data pertumbuhan penduduk di desa Dame, dapat diketahui sex ratio dan dependenty ratio.
4. Korologi Dengan prinsip ini dapat dianalisis gajala, fakta dan masalah geografi ditinjau dari penyebaran, interelasi dan interaksinya dalam ruang.
  • Pulau Jawa sangat subur dan secara historis adalah pusat pemerintahan, sehingga penduduknya sangat padat dan banyak terdapat permasalahan penduduk yang dihadapinya, seperti: pengangguran, kriminalitas dan sebagainya.

Konsep Esensial Geografi

Januari 9, 2010

ADA 10 KONSEP ESENSIAL GEOGRAFI

No. Konsep Materi Contoh
1. Lokasi # Konsep lokasi dalam geografi menganalisis aspek positif dan negative suatu tempat di permukaan bumi.# Konsep Lokasi biasanya untuk menjawab pertanyaan where (dimana).

# Lokasi dalam geografi dibagi 2 jenis:

  1. 1. Lokasi Absolut

Lokasi suatu wilayah yang didasarkan pada garis lintang dan garis bujur.

  1. 2. Lokasi Relatif

Lokasi wilayah dipermukan bumi yang sifatnya dapat berubah-ubah karena dipengaruhi daerah sekitarnya.

# Suatu tempat dipermukaan bumi akan mempunyai nilai tinggi apabila dihubungkan dengan kondisi social yang baik.

  1. 1. Lokasi Absolut:
  • Secara astronomis lokasi Negara Indonesia terletak antara 6o LU – 110 LS dan 950 BT – 1410 BT.
  1. 2. Lokasi Relatif:
  • Tanah yang lokasinya di daerah perkotaan biasanya harganya lebih mahal.
  • Nilai/ harga lahan untuk pemukiman akan berkurang apabila berdekatan dengan makam.
  • Peternakan ditempatkan di desa (jauh dari keramaian) untuk keberhasilan ternaknya.
2. Jarak # Jarak merupakan pembatas yang bersifat alami.# Jarak berkaitan dengan lokasi dan upaya pemenuhan kebutuhan pokok kehidupan.

# Unsur jarak akan diperhitungkan apabila berhubungan dengan keuntungan yang didapat.

  • Jarak tempuh untuk mengangkut bahan baku ke pabrik, mempunyai besar biaya angkut.
  • Tanah yang jaraknya jauh dari jalan raya (pusat keramaian), harganya lebih murah.
  • Harga hasil pertanian akan semakin mahal, apabila dibawa dari daerah yang sangat jauh karena resiko semakin mahal.
3. Keterjangkauan # Berkaitan dengan kondisi permukaan bumi, misalnya suatu daerah terisolasi karena kondisi permukaan buminya menyebabkannya sulit dijangkau.# Ketergantungan pada umumnya berubah sejalan dengan perkembangan ekonomi, iptek dan transportasi.

# Interaksi antar satu daerah dengan daerah lain akan terjadi apabila terdapat sarana transportasi yang memadai.

  • Desa yang dikelilingi rawa dan hutan biasanya sulit dijangkau daripada desa yang terletak di tepi pantai.
  • Untuk menuju Desa Gondanggunung harus ditempuh perjalanan 7 km melalui jalan setapak dari Kecamatan Pagerwojo Kabupaten Tulung Agung.
  • Surabaya – Jakarta dapat ditempuh dengan mobil atau bis
  • Gresik – p. Bawean dapat ditempuh dengan kapal laut.
4. Pola # Berkaitan dengan ketergantungan pada bentuk fenomena geografi dipermukaan bumi.# Geografi mempelajari pola-pola bentuk dan persebaran fenomena geografi

# Bentukan khas, hasil interaksi gejala alam satu dengan gejala alam lainnya atau hasil interaksi antara manusia dengan lingkungannya.

  • Pola persebaran pemukiman di daerah pegunungan didominasi oleh pola mengelompok yang menyebar.
  • Pola sungai di daerah lipatan pada umumnya trellis.
  • Pola aliran sungai banyak berhubungan dengan jenis batuan atau relief daerahnya.
  • Pola pemukiman sering terkait dengan pantai, sungai dan sebagainya.
5. Morfologi # Berkaitan dengan bentuk muka bumi sebagai hasil tenaga endogen dan eksogen.# Bentukan muka bumi terjadi sebagai hasil dari gejala alam dan pemanfaatan oleh manusia.
  • Daerah delta terbentuk akibat dari proses pengendapan oleh lumpur sungai.
  • Daerah gunung api terbentuk dari proses penyusupan magma.
  • Dataran tinggi di daerah puncak bogor, lahannya dimanfaatkan untuk perkebunan teh.
  • Dataran rendah sepanjang pantai utara Jawa didominasi perkebunan tebu.
6. Aglomerasi # Kecenderungan persebaran yang bersifat mengelompok pada suatu wilayah yang relative sempit dan yang paling menguntungkan.# Penduduk akan mempunyai kecenderungan untuk mengelompok pada social ekonomi yang sejenis, atau keadaan alam yang menguntungkan.
  • Di pulau Kalimantan penduduk umumnya mengelompok sepanjang aliran sungai.
  • Di daerah sungai, pantai, jalan raya dan jalan rel kereta api banyak ditemui komunitas pemukiman dalam bentuk memanjang.
  • Orang-orang kaya banyak yang tinggal di perumahan elit.
  • Para dosen lebih suka tinggal di perumahan dosen.
  • Kelompok meubel Ndomas di Gresik dan Keraton di Pasuruan.
  • Di Jakarta ada kelompok kampong Ambon dan kampong Melayu.
7. Nilai Kegunaan # Nilai Kegunaan fenomena geografi atau sumber daya di permukaan bumi bersifat relative antara wilayah yang satu dengan wilayah yang lain.# Manfaat suatu daerah mempunyai nilai yang berbeda antara satu orang dengan yang lainnya.
  • Laut memiliki nilai kegunaan bagi para nelayan, dibandingkan petani.
  • Hutan memiliki nilai kegunaan bagi Pecinta Alam dibanding pelajar.
  • Daerah wisata kota Batu, nilainya berbeda bagi setiap orang, oleh karena itu ada yang suka mengunjungi dan ada yang tidak.
8. Interaksi dan Interdependensi # Merupakan hubungan timbal-balik antara dua wilayah atau lebih yang dapat menimbulkan gejala, kenampakan dan permasalahan baru.# Dalam interaksi, gejala yang satu dengan yang lain saling tergantung.

# Hubungan timbal-balik antara manusia dan lingkungan yang dapat menimbulkan pergerakan manusia, barang dan jasa, komunikasi, persebaran ide atau gagasan.

  • Interaksi kota-desa terjadi, karena adanya perbedaan potensi alam, misalnya: desa menghasilkan bahan baku, sedangkan kota menghasilkan barang industry. Karena kedua wilayah saling membutuhkan, maka terjadilah interaksi.
  • Pembangunan pabrik semen di Cilacap Jawa Tengah perlu memperhatikan keberadaan gunung kapur, sarana transportasi dan pemasaran.
  • Gerakan penduduk dari daerah padat ke daerah jarang.
  • Gerakan barang dari daerah berlebihan (produsen) ke daerah kekurangan (konsumen).
9. Diferensiasi Area (struktur keruangan) # Berkaitan dengan perbedaan corak antar wilayah di permukaan bumi.# Konsep ini digunakan untuk mempelajari perbedaan gejala geografi antara wilayah yang satu dengan yang lain dipermukaan bumi.

# Selain itu konsep ini dapat juga untuk melihat jenis mata pencaharian penduduk

# Hasil interaksi antara manusia dengan lingkungannya yaitu daerah dengan kenampakan khusus.

  • Jenis tanaman yang dibudidayakan, antara dataran tinggi berbeda dengan dataran rendah (bisa dilihat pada klasifikasi iklim Junghuhn)
  • Penduduk yang tinggal di daerah pantai dominan bermata pencaharian nelayan, berbeda dengan penduduk yang tinggal di dataran rendah cenderung mata pencaharian bertani
  • Daerah dengan pemukiman padat, sedang atau jarang.
10. Keterkaitan Ruang # Keterkaitan ruangan menunjukkan derajat katerkaitan persebaran antara fenomena yang satu dengan yang lain, baik yang menyangkut fenomena fisik maupun non fisik.# Kenampakan yang khusus dari setiap daerah akan menimbulkan adanya saling keterkaitan antar daerah dalam hal pemenuhan kebutuhan.
  • Wilayah pedesaan dengan perkotaan, misalnya: Penduduk kota memerlukan bahan pangan dari desa, sebaliknya penduduk desa perlu memasarkan hasil alamya ke kota.
  • Daerah Gresik penghasil semen, Kediri penghasil gula, maka akan terjadi interaksi antar dua daerah terebut.

Perkembangan Geografi

Januari 7, 2010

PERKEMBANGAN GEOGRAFI

No. Nama Materi Keterangan
1. Erathotenes Geografika(tentang muka bumi) Tokoh pertama kali yang mengemukakan tentang geografi
2. Nicholas Copernicus Heliosentris(matahari pusat peredaran benda-benda langit)
  1. Mendapat sebutan Bapak perintis astronomi modern
  2. Pendukung teori heliosentris: Galileo- Galilei dan Issac Newton (penemu teori gravitasi)
3. Bernodus Veranus
  1. Geografi Generalis (litosfer, hidrosfer, atmosfer, bentuk muka bumi)
  2. Geografi Spesialis (masalah penduduk dan social)
Pada abad pertengahan.
4. Cladius Ptolomeaus Atlas Ptolomeaus Awal abad dua sebelum masehi
5.
  1. 1. Ratzel, Huntington, Karl Richter
Fisis Determinis(makhluk hidup dipengaruhi oleh alam) Dua pandangan antara fisis determinis dan posibilis
  1. 2. Paul Fidal De La Blanche
Posibilis(manusia selain dipengaruhi oleh alam, juga berperan terhadap alam sesuai dengan perkembangan budayanya)
6. Ratzel – Labensraum  Living Space(Negara adalah organism hidup, butuh makan, minum, ruang hidup dan menguasai wilayah yang lemah 1844 – 1895Mulai masa ini geografi mengalami kemajuan yang pesat
7. Huntington Iklim penentu kehidupan(penduduk zona iklim “sedang” mengalami kemajuan sangat pesat, sedang zona iklim tropis, gurun dan kutup perkembangannya sangat lambat)
8. Ferdinan Von Ricth Offen Geografi adalah studi tentang gejala dan sifat-sifat permukaan bumi serta penduduknya yang disusun berdasarkan letak dan mencoba menjelaskan interaksi antara gejala dan sifat-sifat itu. 1938 – 1905
9. Paul Vidal De La Blanche Geografi adalah suatu studi tentang kualitas Negara-negara
10. Richard Hartshorne Geografi adalah suatu disiplin ilmu yang mencoba menggambarkan dan menginterpretasikan karakteristik variable dari wilayah yang satu ke wilayah yang lain di permukaan bumi
11. Preston E James Geography is the mother of all sciences(geografi merupakan induk dari semua ilmu)

CATATAN:

Isi teori grafitasi adalah sebagai berikut:

  1. Setiap benda angkasa di alam raya ini mempunyai grafitasi
  2. Diantara benda yang satu dengan yang lain saling tarik menarik
  3. Planet-planet beredar mengelilingi matahari dan tidak keluar dari orbitnya, karena adanya gravitasi

Nasib GTT di Tahun 2010

Januari 6, 2010

NASIB GURU TIDAK TETAP (GTT) DI TAHUN 2010

Oleh: SOFIA ZAHRO, S. Pd.

Saya tertarik dan simpati pada beberapa tulisan saudara Augustinus Simanjuntak, dosen Hukum Bisnis dan Aspek Hukum Progran Manajemen Fakultas Ekonomi UK Petra yang mengangkat tema dan peduli tentang nasib Guru Tidak Tetap (GTT) dengan system kontrak. Dua tulisan yang pernah say a baca adalah:  GTT MENURUT PRESPEKTIF HUKUM, Jawa Pos, Rabu 15 Agustus 2007, dan PRESPEKTIF HUKUM DAN EKONOMI UMK 2008, Jawa Pos, Sabtu 29 Desember 2007.

Kesimpulan yang dapat  diambil bahwa dalam dunia pendidikan yang bersifat terus menerus dan membutuhkan waktu dan proses yang sangat lama seharusnya tidak terdapat istilah Guru Tidak Tetap (GTT) dengan system kontrak pada satuan pendidikan pemerintah maupun masyarakat. Masyarakat menurut UU RI No. 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen adalah kelompok Warga Negara Indonesia non pemerintah yang mempunyai perhatian dan peranan dalam bidang pendidikan. Istilah pekerja kontrak (termasuk guru kontrak) tidak dikenal dalam UU No. 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan (UU Tenaker), yang ada adalah istilah perjanjian kerja, baik untuk waktu tertentu maupun tak tertentu. Guru Tidak Tetap (GTT) dengan system kontrak memang dibutuhkan, tetapi karena keahlian khusus, yaitu guru yang sewaktu-waktu bisa disewa oleh sekolah untuk member materi-materi khusus dengan waktu tertentu pula. Jadi Guru Tidak Tetap (GTT) dengan system kontrak tidak berlaku untuk guru mata pelajaran yang sifatnya terus menerus dan membutuhkan proses waktu yang sangat lama.

Pasal 59 ayat 7 UU Tenaker menyatakan bahwa status Pekerja Tidak Tetap (waktu tertentu) tidak boleh diterapkan untuk pekerjaan yang sifatnya terus menerus. Pekerja Tidak Tetap (tenaga kontrak) hanya boleh dipekerjakan pada jenis-jenis pekerjaan yang sifatnya borongan atau musiman. Yang menjadi pertanyaan sekarang, apakah proses pendidikan adalah jenis pekerjaan yang sifatnya borongan atau musiman?…

Ini berarti bahwa system kerja kontrak tidak bisa sembarangan diterapkan untuk semua bidang pekerjaan. Dengan demikian untuk guru Mata Pelajaran (bukan guru karena keahlian khusus) tidak berlaku istilah Guru Tidak Tetap (GTT) dengan system kontrak, apalagi guru yang sudah mengabdi bertahun-tahun pada satuan pendidikan pemerintah maupun masyarakat.

Kesalahan presepsi dari satuan pendidikan pemerintah maupun masyarakat inilah yang mengakibatkan seolah-olah hukum tidak berlaku untuk melindungi hak-hak para Guru Tidak Tetap (GTT) dengan system kontrak. Padahal menurut UU RI No. 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, dikatakan bahwa guru berhak mendapatkan perlindungan hokum, perlindungan profesi serta perlindungan keselamatan dan kesehatan kerja.

Dampak lain yang sering diterima Guru Tidak Tetap (GTT) dengan system kontrak adalah Putusan Hubungan Kerja (PHK) yang sewaktu-waktu dapat diberikan oleh satuan pendidikan pemerintah maupun masyarakat, padahal saat terikat Perjanjian Kerja, satuan pendidikan pemerintah maupun masyarakat menerbitkan Surat Keputusan (SK) pengangkatan GTT. Sangat ironi memang, disamping adanya SK pengangkatan juga terjadi kebebasan dari pihak sekolah untuk menghentikan kontrak kerja atau Putusan Hubungan Kerja (PHK).

Tahun 2010 baru saja kita jelang, menengaok ke belakang, banyak sekali meninggalkan kenangan buruk bagi para Guru Tidak Tetap (GTT) dengan system kontrak. Marak terjadi Putusan Hubungan Kerja (PHK) dimana-mana, baik itu satuan pendidikan pemerintah maupun masyarakat. Tidak tanggung-tanggung Putusan Hubungan Kerja (PHK) yang terjadi adalah bersifat sepihak, yaitu dari pihak sekolah yang merasa sudah tidak membutuhkan karena alas an macam-macam, dan parahnya lagi ternyata ada guru pengganti dari guru yang terkena Putusan Hubungan Kerja (PHK).

Menurut UU RI No. 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen pasal 30 dikatakan: (1) Guru  dapat diberhentikan dengan hormat dari jabatannya sebagai guru karena:

a)      Meninggal dunia

b)      Mencapai batas usia pensiun

c)      Atas permintaan sendiri

d)      Sakit jasmani atau rohani sehingga tidak dapat melaksanakan tugas secara terus menerus selama 12 (dua belas) bulan

e)      Berakhirnya perjanjian kerja atau kesepakatan kerja bersama antara guru dan penyelenggara pendidikan.

(2) Guru diberhentikan tidak dengan hormat dari jabatan sebagai guru karena:

a)   melanggar sumpah dan janji jabatan

b)   Melanggar perjanjian kerja atau kesepakatan kerja bersama

c)    Melalaikan kewajiban dalam menjalankan tugas selama 1 (satu) bulan atau lebih             secara terus menerus.

Yang menjadi pertanyaan sekarang, Putusan Hubungan Kerja (PHK) sepihak yang dilakukan satuan pendidikan pemerintah maupun masyarakat dengan alasan sudah tidak dibutuhkan lagi, masuk kategori pemberhentian yang mana?…

Jelas dikatakan bahwa guru mata pelajaran tidak layak digunakan system kontrak karena bukan merupakan kebutuhan untuk waktu tertentu/ borongan, musiman, tetapi kebutuhan waktu tak tertentu, terus menerus dan membutuhkan proses yang sangat lama. Pemberhentian guru sebagaimana dimaksud pasal 30 yang menjelaskan berakhirnya perjanjian kerja atau kesepakatan kerja bersama antara guru dan penyelenggara pendidikan lebih ditujukan pada Guru Tidak Tetap (GTT) dengan keahlian khusus dalam waktu tertentu dan bukan untuk guru mata pelajaran dalam waktu yang tak tertentu.

Di sisi lain, UU RI No. 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, menjawab segala permasalahan diatas. Pasal 41 dijelaskan bahwa Guru wajib menjadi anggota Organisasi Profesi. Organisasi profesi yang dimaksud berfungsi untuk memajukan profesi, meningkatkan kompetensi, karier, wawasan pendidikan, perlindungan profesi, kesejahteraan dan pengabdian kepada masyarakat. Pada pasal 42 disebutkan juga bahwa organisasi profesi guru juga mempunyai kewenangan untuk memberikan bantuan hukum kepada guru juga memberikan perlindungan profesi guru. Sampai detik ini masih banyak sekali guru (terutama guru yang bekerja pada satuan pendidikan masyarakat/ guru swasta)  belum mengetahui isi dari UU RI No. 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, juga belum mengerti tentang keberadaan organisasi profesi apalagi untuk menjadi anggota, padahal salah satu tujuan organisasi profesi adalah memperjuangkan hak-hak para guru.

Dengan demikian terjawab sudah, bahwa satuan pendidikan pemerintah maupun masyarakat yang bertindak semena-mena mengadakan Putusan Hubungan Kerja (PHK) secara sepihak bertentangan dengan UU RI No. 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.

Memasuki tahun 2010 ini mudah-mudahan menjadikan angin segar bagi para Guru Tidak Tetap (GTT) baik di satuan pendidikan pemerintah maupun masyarakat dengan system kontrak, untuk menjadikan lebih baik lagi disertai dengan harapan baru yang lebih baik daripada sebelumnya. Semoga!…

(Tulisan ini dibuat pada Desember 2007 dan disempurnakan pada Januari 2010).

Interaksi Desa Kota

Januari 4, 2010

Pola Keruangan Desa & Kota

Interaksi Desa Kota

Terbentuknya wilayah/ tempat menjadi sebuah desa pedasaan atau perkotaan merupakan hasil hubungan antar unsur-unsur di desa dengan unsur-unsur yang ada di kota, istilah lain disebut dengan interaksi desa – kota.

Interkasi desa – kota adalah proses hubungan yang bersifat timbal balik antar unsur-unsur yang ada dan mempunyai pengaruh terhadap perilaku dari pihak-pihak yang bersangkutan melalui kontak langsung, berita yang didengar atau surat kabar sehingga melahirkan sebuah gejala baru, baik berupa fisik maupun non fisik.

Bentuk interaksi desa – kota :

  1. Kerjasama antar penduduk
  2. Penyesuaian terhadap lingkungan
  3. Persaingan fasilitas hidup
  4. Asimilasi.

Interaksi antara desa – kota melahirkan suatu perkembangan baru bagi desa maupun bagi kota. Hal ini disebabkan oleh adanya perbedaan potensi yang dimiliki desa maupun kota, dan adanya persamaan kepentingan.

<!–Penambahan Spasi Kosong ke bawah –>

Tanya Dalam Mimpi

Januari 4, 2010

Re-exposure of PICT0259

Tanya Dalam Mimpi

Hening,

Tiada kata yang mampu terucap,

Hanya hati yang bicara,

Dalam angan dan bayang.

Aku kehilangan kasih,

Dalam sunyi,

Aku sedih,

Ditengah gerimisnya hujan.

Aku selalu bertanya,

Dimana senyumnya,

Kesejukan tatap matanya,

Dan tutur katanya.

Tanpa kutahu,

Tanpa kusadar,

Dia pergi tinggalkanku,

Sendiri dalam mimpi.

Jatuh tetes air di musim hujan,

Terasa hampa tanpa suara,

Aku terjaga dalam mimpi,

Dan aku tetap sendiri.

Sofie, 2009

Gerhana Matahari

Januari 4, 2010

Gerhana matahari

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Langsung ke: navigasi, cari

Gerhana matahari pada tanggal 29 Maret 2006.

Gerhana matahari terjadi ketika posisi Bulan terletak di antara Bumi dan Matahari sehingga menutup sebagian atau seluruh cahaya Matahari. Walaupun Bulan lebih kecil, bayangan Bulan mampu melindungi cahaya matahari sepenuhnya karena Bulan yang berjarak rata-rata jarak 384.400 kilometer dari Bumi lebih dekat dibandingkan Matahari yang mempunyai jarak rata-rata 149.680.000 kilometer.

Gerhana matahari dapat dibagi menjadi tiga jenis yaitu: gerhana total, gerhana sebagian, dan gerhana cincin. Sebuah gerhana matahari dikatakan sebagai gerhana total apabila saat puncak gerhana, piringan Matahari ditutup sepenuhnya oleh piringan Bulan. Saat itu, piringan Bulan sama besar atau lebih besar dari piringan Matahari. Ukuran piringan Matahari dan piringan Bulan sendiri berubah-ubah tergantung pada masing-masing jarak Bumi-Bulan dan Bumi-Matahari.

Gerhana sebagian terjadi apabila piringan Bulan (saat puncak gerhana) hanya menutup sebagian dari piringan Matahari. Pada gerhana ini, selalu ada bagian dari piringan Matahari yang tidak tertutup oleh piringan Bulan.

Gerhana cincin terjadi apabila piringan Bulan (saat puncak gerhana) hanya menutup sebagian dari piringan Matahari. Gerhana jenis ini terjadi bila ukuran piringan Bulan lebih kecil dari piringan Matahari. Sehingga ketika piringan Bulan berada di depan piringan Matahari, tidak seluruh piringan Matahari akan tertutup oleh piringan Bulan. Bagian piringan Matahari yang tidak tertutup oleh piringan Bulan, berada di sekeliling piringan Bulan dan terlihat seperti cincin yang bercahaya.

Gerhana matahari tidak dapat berlangsung melebihi 7 menit 40 detik. Ketika gerhana matahari, orang dilarang melihat ke arah Matahari dengan mata telanjang karena hal ini dapat merusakkan mata secara permanen dan mengakibatkan kebutaan.

[sunting] Mengamati gerhana matahari

Gerhana matahari tahun 1999 di Perancis

Melihat secara langsung ke fotosfer matahari (bagian cincin terang dari matahari) walaupun hanya dalam beberapa detik dapat mengakibatkan kerusakan permanen retina mata karena radiasi tinggi yang tak terlihat yang dipancarkan dari fotosfer. Kerusakan yang ditimbulkan dapat mengakibatkan kebutaan. Mengamati gerhana matahari membutuhkan pelindung mata khusus atau dengan menggunakan metode melihat secara tidak langsung. Kaca mata sunglasses tidak aman untuk digunakan karena tidak menyaring radiasi inframerah yang dapat merusak retina mata.