Archive for Februari, 2011

Tanah/Pedosfer

Februari 6, 2011

Proses Pembentukan Tanah

1. definisi

 

Tanah adalah kumpulan dari benda alam di permukaan bumi yang tersusun dalam horizon-horizon, terdiri dari campuran bahan mineral organic, air, udara dan merupakan media tumbuhnya tanaman

2. Factor Pembentuk Tanah

1. Iklim

Factor iklim yang berupa curah hujan dan temperature merupakan factor yang sangat penting dalam proses pembentukan tanah. Tingkat curah hujan dan suhu yang tinggi di daerah tropis menyebabkan reaksi kimia berjalan dengan cepat sehingga proses pelapukan dan pencucian berjalan cepat.

2. Organisme

Peranan organisme dalam proses pembentukan tanah sangat besar, akumulasi bahan organisme, siklus unsure hara, dan pembentukan struktur tanah yang stabil sangat dipengaruhi oleh kegiatan organisme dalam tanah.

3. Bahan Induk

Jenis batuan di Indonesia, bahan induk pembentuk tanah meliputi; batuan beku, batuan sedimen dan batuan metamorf

4. Topografi

Factor topografi yang mempengaruhi proses pembentukan tanah di Indonesia yaitu bentuk lahan dan kemiringan lereng. Factor topografi berpengaruh terhadap proses pembentukan tanah dengan cara berikut:

a. Mempengaruhi jumlah air hujan yang meresap

b. Mempengaruhi dalamnya air tanah

c. Mempengaruhi tinggi rendahnya erosi

d. Mengarahkan gerakan air berikut bahan-bahan yang terlarut di dalamnya.

5. Waktu

Tanah merupakan benda alam yang terus menerus berubah sehingga akibat pelapukan dan pencucian tanah yang terus menerus maka tanah semakin tua

3. Komponen-komponen Pembentukan Tanah

a. Bahan Mineral

 

Bahan mineral dalam tanah berasal dari pelapukan batu-batuan. Oleh karena itu, susunan mineral  di dalam tanah berbeda-beda sesuai dengan mineral dan batu-batuan yang telah lapuk. Batuan dapat dibedakan menjadi batuan beku atau batuan vulkanik (dari gunung berapi), batuan endapan (sedimen) dan batuan metamorf.

Mineral tanah dibedakan menjadi mineral primer, yaitu mineral yang berasal dari batuan yang lapuk, dan mineral sekunder yaitu mineral bentukan baru yang terbentuk selama proses pembentukan tanah berlangsung.

b. Bahan Organik

Bahan organikk umumnya ditemukan di permukaan tanah. Jumlahnya tidak besar, hanya sekitar 3-5%, tetapi pengaruhnya terhadap sifat-sifat tanah besar sekali, yaitu:

  1. Sebagai granulator, yaitu memperbaiki struktur tanah
  2. Sumber unsure hara N, P, S dan unsure mikro
  3. Menambah kemampuan tanah untuk menahan air
  4. Menambah kemampuan tanah untuk menahan unsure-unsur hara
  5. Sumber energy bagi mikroorganisme

c. Air

Air terdapat di dalam tanah karena ditahan (diserap) oleh massa tanah, tertahan oleh lapisan kedap air, atau karena keadaan drainase yang kurang baik, baik kelebihan air ataupun kekurangan air dapat mengganggu pertumbuhan tanaman. Manfaat air untuk pertumbuhan tanaman yaitu:

1. Sebagai unsure hara tanaman

Tanaman memerlukan air dari tanah dan C02 dari udara untuk membentuk gula dan karbohidrat dalam proses fotosintesis

2. Sebagai pelarut unsure hara

Unsure-unsur hara yang terlarut dalam air diserap oleh akar-akar tanaman

Sebagai bagian dari sel-sel tanaman, air merupakan bagian dari protoplasma. Persediaan air di dalam tanah tergantung dari;

  1. Banyaknya curah hujan atau air irigasi
  2. Kemampuan tanah menahan air
  3. Besarnya evapotranspirasi (penguapan langsung melalui tanah dan vegetasi)
  4. Tingginya muka air tanah

d. Udara

Udara dan air mengisi pori-pori tanah. Banyak pori-pori di dalam tanah berbeda dengan susunan udara di atmosfer. Adapun susunan udara dalam tanah yaitu;

  1. Kandungan uap air lebih tinggi
  2. Kandungan CO2 lebih besar daripada atmosfer
  3. Kandungan O2 lebih kecil daripada atmosfer

4. Warna Tanah

Warna tanah merupakan penunjuk untuk menentukan sifat tanah karena warna tanah dipengaruhi oleh beberapa factor yang terdapat dalam tanah.

Perbedaan warna tanah pada umumnya dipengaruhi oleh kandungan bahan organic. Makin tinggi kandungan bahan organic maka warna tanah makin gelap. Pada lapisan tanah bagian bawah, kandungan bahan organic pada umumnya rendah, sehingga warna tanah dipengaruhi oleh banyaknya senyawa Fe (besi)

5. Profil Tanah

Profil tanah adalah penempang vertical dari tanah yang menunjukkan susunan horizon. Horizon-horizon yang menyusun profil tanah berturut-turut dari atas ke bawah adalah

horizon O, A, B, C, sedangkan horizon yang menyusun solum tanah adalah hanya horizon A dan B

Horizon O

Ditemukan terutama pada tanah-tanah hutan yang belum terganggu, merupakan horizon organic yang terbentuk diatas lapisan tanah mineral

Horizon A

Ditemukan dipermukaan tanah yang terdiri dari campuran bahan mineral. Merupakan horizon aluviasi, yaitu horizon yang mengalami pencucian

Horizon B

Horizon iluviasi (penimbunan) dari bahan-bahan yang tercuci diatasnya

Horizon C

Bahan induk sedikit terlapuk

Horizon D

Batuan keras yang belum lapuk

6. pH Tanah

Yang dimaksud pH tanah adalah derajat keasaman tanah

7. Tekstur Tanah

Tanah terdiri dari butir-butir tanah dengan berbagai ukuran. Bagian tanah yang berukuran lebih dari 2 mm disebut bahan kasar (kerikil sampai batu)

Tekstur tanah menunjukkan kasar halusnya tanah, berdasarkan atas perbandingan banyak butir-butir pasir, debu dan liat.

Di lapangan, tekstur tanah dapat ditentukan dengan memijit tanah basah diantara jari-jari., sambil dirasakan halus kasarnya, yaitu dirasakan adanya butir-butir pasir, debu, liat dan sebagainya.

8. Klasifikasi Tanah

Usaha untuk membeda-bedakan tanah berdasarkan sifat-sifat yang dimiliki. Sifat tanah berbeda-beda, misalnya ada yang berwarna merah, hitam dan kelabu. Ada yang bertekstur pasir, debu dan liat. Membedakan sifat-sifat tersebut berarti melakukan klasifikasi tanah meskipun dengan cara yang sederhana.

Jenis dan ciri tanah di Indonesia.

a. Tanah organik                                        f. Tanah andosol

b. Tanah aluvial                                          g. Tanah grumusol

c. Tanah litosol                                           h. Tanah garam

d. Tanah regosol                                        i.  Tanah podzol

e. Tanah merah                                           j.  Tanah hidrosol

Daftar Pustaka:

Harmanto Gatot, 2008, Geografi Bilingual untuk SMA/MA kelas X Semester 1 dan 2, Penerbit YRAMA WIDYA, Bandung.

Seisme/ Gempa Bumi

Februari 6, 2011

Gempa bumi adalah getaran kulit bumi yang disebabkan kekuatan dari dalam bumi

Berdasarkan peta diatas maka gempa bumi tektonik di Indonesia diakibatkan oleh pergeseran tiga lempeng besar yang melewati Indonesia, yaitu lempeng Eroasia, lempeng Pasifik dan lempeng Indo Australia. Indonesia juga dilewati oleh dua deretan pegunungan muda yaitu pegunungan Mediterania dan Sirkum Pasifik, sehingga di Indonesia rawan juga terjadi gempa vulkanik.

Berdasarkan peristiwa yang menyebabkannya, gempa bumi digolongkan menjadi tiga jenis:

1. Gempa Tektonik

Gempa yang disebabkan gerakan tektonik berupa retakan atau patahan. Jenis ini merupakan yang   terkuat dan meliputi wilayah yang luas

2. Gempa Vulkanik

Gempa yang terjadi karena letusan gunung api. Jenis gempa ini kurang kuat jika dibandingkan dengan jenis gempa tektonik dan hanya terasa di daerah sekitar gunung tersebut

3. Gempa Runtuhan/ Terban

Gempa yang terjadi akibat runtuhnya atap gua yang terdapat di dalam litosfer, seperti gua kapur dan terowongan tambang

Berdasarkan bentuk episentrumnya, ada dua macam gempa:

1. Gempa Linier

Episentrum gempa berbentuk garis/ linier. Gempa-gempa tektonik umumnya termasuk jenis gempa linier, karena patahan berbentuk garis

2. Gempa Sentral

Episentrumnya berbentuk titik. Gempa Vulkanik dan gempa runtuhan termasuk kelompok ini karena episentrumnya berbentuk titik

Berdasarkan letak/ kedalaman hiposentrumnya, terdapat tiga macam gempa:

1. Gempa dalam

Jika letak hiposentrumnya 300-700 km

2. Gempa intermidiet/ menengah

Jika hiposentrumnya terletak antara100-300 km

3. Gempa dangkal

Jika kedalaman hiposentrumnya kurang dari 100 km

Berdasarkan jarak episentrumnya, gempa dibedakan menjadi dua:

1. Gempa dekat/ lokal

Jarak episentrumnya kurang dari 10.000 m

2. Gempa jauh

Jarak episentrumnya lebih dari 10.000 m

Istilah-istilah yang berkaitan dengan gempa:

1. Seismologi

Ilmu tentang gempa

2. Hiposentrum

Pusat gempa di dalam bumi

3. Episentrum

Tempat di permukaan bumi atau permukaan laut yang tepat di atas hiposentrum/ pusat gempa di permukaan bumi

4. Gelombang gempa

a. Gelombang longitudinal/ primer

Gelombang gempa yang dirambatkan dari hiposentrum melalui lipatan litosfer secara menyebar dengan kecepatan antara 7-14 km/ detik. Gelombang inilah yang pertama kali tercatat pada suatu seismograf, disebut “Gelombang Primer”.

b. Gelombang transversal/ sekunder

Gelombang gempa yang dirambatkan dari hiposentrum ke segala arah dengan kecepatan 4-7 km/ detik

c.  Gelombang panjang

Gelombang gempa yang dirambatkan dengan kecepatan kurang dari 3,5 km/ detik dan merupakan gelombang perusak

5. Seismograf

Alat pencatat gempa

6. Seismogram

Hasil pencatatan gempa oleh seismograf

7. Pleistoseista

Garis pada peta yang membatasi daerah yang mengalami kerusakan terhebat di sekitar episentrum

8. Isoseista

Garis yang menghubungkan titik-titik pada permukaan bumi dimana intensitas gempanya sama

9. Homoseista

Garis pada peta yang menghubungkan tempat-tempat yang mengalami/ mencatat gelombang primer pada waktu yang sama

10.  Makroseista

Daerah di permukaan bumi yang mengalami kerusakan terberat akibat gempa. Makroseista ini dibatasi oleh pleistoseista

Pengaruh positif gempa bagi kehidupan:

  1. Gempa tektonik dapat digunakan untuk mengetahui jenis mineral yang ada di bumi
  2. Gempa tektonik dapat digunakan untuk mengetahui struktur lapisan kulit bumi
  3. Gempa dapat digunakan untuk menentukan jenis konstruksi bangunan

Pengaruh negative gempa bagi kehidupan:

  1. Bangunan yang roboh/ ambruk
  2. Terjadi kebakaran, karena terjadi sambungan pendek aliran listrik
  3. Terjadi banjir karena bendungan dan tanggul-tanggul yang bobol
  4. Saluran pipa air dan gas yang putus
  5. Terjadi tsunami apabila pusat gempa berada di dasar laut
  6. Sarana dan prasarana transportasi rusak
  7. Distribusi barang dan jasa terhambat

Daftar Pustaka:

Harmanto Gatot, 2008, Geografi Bilingual untuk SMA/MA kelas X Semester 1 dan 2, Penerbit YRAMA WIDYA, Bandung.

Prager Ellen J., 2006, Bumi murka, Sains dan Sifat Gempa Bumi, Gunung Berapi dan Tsunami, Pakar Raya Pakarnya Pustaka, Bandung.

Tanah/Pedosfer

Februari 6, 2011

TANAH ppt

Tektonisme

Februari 6, 2011

TEKTONISME ppt