Archive for Maret, 2011

GAS-GAS YANG TERKANDUNG PADA ATMOSFER

Maret 18, 2011

Atmosfer merupakan lapisan udara yang menyelubungi bumi. Atmosfer terdiri dari berbagai macam gas. Gas-gas yang terkandung pada atmosfer berpengaruh terhadap kehidupan di bumi, seperti berikut:

1.       Nitrogen (N2)

Nitrogen dalam atmosfer sukar bersenyawa dengan unsure lain. Dalam jumlah kecil nitrogen bermanfaat bagi tumbuh-tumbuhan Rhizobium sp yang hidup dalam akar tumbuhan kacang-kacangan dapat mengikat nitrogen  untuk diubah menjadi ammonia (NH2)

2.       Oksigen (O2)

Oksigen sifatnya aktif bersenyawa dengan unsure lain dalam proses oksida. Manfaat oksigen pada makhluk hidup yaitu untuk mengubah makanan menjadi energy.

3.       Karbondioksida (CO2)

Manfaat karbondioksida adalah:

a.       Mengarpsorsi pancaran panas matahari

b.      Sebagai bahan baku untuk membuat karbohidrat dalam proses fotosintesis

Selain nitrogen, oksigen dan karbondioksida, masih terdapat zat lain dalam jumlah kecil, misalnya amoniak, belerang  dioksida dan uap air.

Makin tinggi atmosfer, prosentase zat yang ringan makin besar, seperti uap air (H2O), sedangkan zat yang berat seperti Nitrogen (N2), Oksigen (O2) dan Argon (Ar) makin berkurang.

Untuk mengetahui komposisi gas yang terkandung dalam atmosfer secara terperinci bisa dilihat pada table berikut:

Nama gas Symbol kimia Volume (%)
Nitrogen N2 78,08
Oksigen O2 20,95
Argon Ar 0,93
Karbondioksida CO2 0,034
Neon Ne 0,0018
Helium He 0,052
Ozon O3 0,0006
Hydrogen H2 0,00005
Krypton Kr 0,00011
Metana CH4 0,00015
Xenon Xe Sangat kecil

(sumber: Susilo P, 1993)

Berdasarkan table tersebut terlihat bahwa gas nitrogen merupakan gas yang paling banyak terdapat dalam atmosfera bumi. Salah satu sumber gas nitrogen adalah dari pembakaran sisa-sisa pertanian dan akibat letusan gunung api. Gas lain yang juga cukup banyak terkandung dalam atmosfer adalah oksigen, yang dihasilkan terutama melalui proses fotosintesis pada tumbuhan yang berdaun hijau.

Ozon merupakan salah satu gas yang dalam atmosfer jumlahnya sangat sedikit, namun sangat berguna bagi kehidupan di bumi, karena ozonlah yang menyerap sinar ultraviolet yang dipancarkan sinar matahari, sehingga jumlahnya sudah sangat berkurang ketika sampai dipermukaan bumi. Seandainya radiasi ultraviolet ini tidak terserap oleh ozon, pada saat tiba di bumi sinar ini akan menimbulkan malapetaka bagi kehidupan makhluk yang ada di bumi karena dapat membakar kulit makhluk hidup, memecahkan kulit pembuluh darah, menyebabkan penyakit kanker kulit dan efek-efek lainnya. Sedangkan dalam jumlah yang sedikit, sinar ultraviolet ini sangat membantu tumbuh-tumbuhan dalam proses fotosintesis, dan bagi manusia membentuk vitamin D dalam tubuh. Gas ozon banyak terdapat pada ketinggian sekitar 15-35 Kilometer diatas permukaan bumi, tepatnya pada lapisan stratosfer.

Sumber

1.       Harmanto Gatot (2008): Geografi Bilingual untuk SMA/MA kelas X; penerbityramawidya; Bandung.

2.       Ruhimat Mamat dkk (2000); panduan menguasai geografi; Ganeca Exact; Bandung

Kelembapan Udara

Maret 18, 2011

Kelembaban udara adalah kandungan uap air dalam massa udara. Kelembaban udara dibedakan atas:

1.       Kelembaban Spesifik

Adalah banyaknya uap air yang terkandung dalam 1 kilo gram udara.

Contoh:

Dalam 1 kilogram massa udara terkandung uap air sebanyak 12 gram. Maka dikatakan bahwa kelembaban spesifik udara tersebut adalah 12 gram/kg

2.       Kelembaban Absolut/ Densitas uap air dalam udara

Yaitu banyaknya uap air dalam setiap unit volume udara.

Contoh:

Dalam 1 meter kubik udara terdapat uap air sebanyak 12 gram. Maka dikatakan bahwa kelembaban absolute udara tersebut ialah 12 gram/m3.

3.       Kelembaban Relatif/ Kelembaban Nisbi

Kelembaban nisbi (RH) mempunyai dua pengertian, yaitu:

a.       Perbandingan jumlah uap air yang ada secara nyata (actual) dengan jumlah uap air maksimum yang mampu dikandung oleh setiap unit volume udara dalam suhu yang sama.

Contoh:

Dalam suhu 200C, kemampuan maksimum udara menampung uap air adalah 25 gr/m3. Berdasarkan hasil pengukuran secara langsung, diketahui kandungan uap air dalam udara adalah 20 gr/m3. Untuk mencari kelembaban nisbinya digunakan rumus:

RH =  e/E x 100%

RH =  20/25 x 100%

RH = 80 %

RH = kelembapan nisbi dalam persen

e    = kandungan uap air hasil pengukuran secara langsung

E    = kemampuan maksimal udara dapat menampung uap air

b.      Banyaknya tekanan uap yang ada secara nyata (actual) dengan tekanan uap maksimum pada suhu yang sama.

Contoh:

Tekanan uap maksimum pada suhu 150 adalah 1.000 mb (E), sedangkan tekanan uap hasil pengukuran (e) adalah 800 mb, maka kelembaban nisbi di daerah itu adalah;

RH = e/E x 100% = 800/1000 x 100% = 80%

Kelembapan relative diukur dengan alat yang disebut Higrometer atau Psychrometer Asmann.

Berdasarkan ketiga macam kelembapan udara tersebut, yang erat kaitannya dengan keadaan cuaca disuatu tempat adalah kelembapan relative. Jika kelembapan relative udara kurang dari 100%, maka massa udara dikatakan belum jenuh, sedangkan apabila kelembapan relative ini telah mencapai 100%  maka massa udaradikatakan jenuh, artinya sudah tidak mampu lagi menampung uap air.