Archive for September, 2012

Pria Tak Tertarik Selingkuh Ketika Menjadi Ayah

September 6, 2012

TRIBUNnews.com

TRIBUNNEWS.COM – Kaum pria akan berubah menjadi pribadi yang berbeda saat berkeluarga dan memiliki anak. Anggapan ini ada benarnya. Penelitian membuktikan, pria menikah yang memiliki anak cenderung lebih tertarik kepada pengasuhan daripada hasrat untuk menarik perhatian lawan jenis. Alhasil, pria yang telah menjadi ayah cenderung tak tertarik untuk berselingkuh.

Penelitian ini menemukan, pria yang telah memiliki anak cenderung memiliki level testosteron lebih rendah. Tentunya bila dibandingkan dengan pria lajang atau pria menikah yang belum memiliki anak. Faktor hormonal inilah yang memengaruhi pria untuk lebih fokus kepada anak dan keluarga, dan meredam kecenderungan untuk berselingkuh.

“Level testosteron memengaruhi perilaku dan kepribadian seseorang, juga membantu pria untuk berkompetisi mendapatkan pasangan. Saat pria berkeluarga dan memiliki anak, pengasuhan menjadi penting dan pekerjaan pasangan. Pria, sebagai ayah, juga secara alami merasa bertanggungjawab dan memiliki keterikatan untuk menjalankan pengasuhan bersama pasangannya,” jelas peneliti Christopher Kuzawa, profesor antropologi di Northwestern University.

Pada penelitian lain dikatakan, penurunan testosteron pada pria terjadi begitu mereka menikah. Namun penelitian ini membuktikan, pria menikah memiliki level testosteron lebih rendah ketika sudah menjadi ayah. Para peneliti mengukur perbandingan level testosteron ini pada pria Filipina, usia 21, menikah namun belum punya anak.

Masih menurut penelitian yang sama, lima tahun ke depan, pria menikah tanpa anak akan mengalami penurunan level testosteron sekitar 14 persen. Sedangkan pria menikah dengan anak, level testosteronnya menurun 34 persen.

Menurut salah satu peneliti, Lee Gettler, ahli antropologi di Northwestern, semakin tinggi peran pria di rumah, sebagai ayah, level testosteronnya semakin menurun. Termasuk ketika pria mengasuh anak 1 sampai 3 jam per harinya.

Perhatian pria tipe ini akan terfokus pada perannya sebagai ayah. Sehingga hasrat berkompetisi menarik perhatian lawan jenis terkalahkan dengan ketertarikannya menjalankan peran pengasuhan, sebagai ayah.

Poligami

September 6, 2012

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang

Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu, dan darinya Allah menciptakan istrinya; dan dari keduanya Allah memperkembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu. (QS. An Nisa (4): 1)

Dan berikanlah kepada anak-anak yatim (yang sudah balig) harta mereka, jangan kamu menukar yang baik dengan yang buruk dan jangan kamu makan harta mereka bersama hartamu. Sesungguhnya tindakan-tindakan (menukar dan memakan) itu, adalah dosa yang besar. (QS. An Nisa (4): 2)

Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yatim (bilamana kamu mengawininya), maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi; dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya. (QS. An Nisa (4): 3)

Berikanlah kepada wanita (yang kamu nikahi) maskawin (mahar) sebagai pemberian dengan penuh kerelaan. Kemudian jika mereka menyerahkan kepada kamu sebagian dari mas kawin itu dengan senang hati, maka makanlah (ambillah)  pemberian itu (sebagai makanan) yang sedap lagi baik akibatnya. (QS. An Nisa (4): 4)

  • Masalahnya sekarang apa masih ada manusia biasa yang bisa berlaku adil ??? sepertinya tidak, karena adil yang haq hanya milik Allah SWT.

Ulama ahli falak NU protes hasil isbat pemerintah

September 6, 2012

mbah munir. ©2012 Merdeka.com

Reporter: Parwito

 

Ulama Nahdlatul Ulama (NU) Syech Misbachul Munir Alfalakiy(70) yang akrab dipanggil Mbah Munir, pakar ilmu falak Internasional yang juga sempat menjadi Lajnah Falakiyyah Pusat PBNU mempertanyakan hasil sidang isbat pemerintah. Mbah Munir protes karena pemerintah menetapkan 1 Ramadan 1433 Hijriah jatuh pada 21 Juli 2012.

Mbah Munir berpendapat, dalam hitungan ilmu falak jatuhnya awal Ramadan Jumat 20 Juli 2012. Perhitungan itu berdasarkan sembilan dari 10 kitab popular ilmu falak yaitu Kitab Nurul Anwar Badingatul Nisa, Kitab Minhajurroh Shoddin, Kitab Arrisalatul Falakhiyakiyah, Kitab Huluhul Wathor, Kitab Umdhatutholib, Kitab Rouful Manan, Kitab Risalatul Khomar dan Kitab Sulamun Naiyreni.

Sementara Muhammadiyah dalam hitunganya menggunakan teori dan pengetahuan hisab hakiki. Metode itu tidak memerlukan rukyat atau melihat hilal.

“Sebelumnya saya sudah tahu 1 Ramadan 1433 jatuh dua hari Jum’at Kliwon dan Sabtu Legi. Tidak perlu ambil kepusingan tanggal saya 1 Ramadan Jumat Kliwon dengan ketinggian ikwanul rukyat diikmalkan tidak bisa. Digenapkan 30 hari malah salah. Falak populer ada 10 dari 9 kitab, lima di antaranya menerangkan sudah bisa ditetapkan. Maka, 1 Ramadan tetap Jumat Kliwon 20 Juli. Kalau Muhamamdiyah tiga bulan sebelum datangnya puasa, salah seorang pengurus Majelis Tarjih PP Muhamamdiyah sudah menghubungi saya,” kata Mbah Munir kepada merdeka.com di Ponpes Marzakul Falakiyah Dusun Semali, Desa Salamkanci, Kecamatan Bandongan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

Mbah Munir menyesalkan mengapa dalam pengamatan rukyat hilal ada salah satu jemaah di Cakung yang sempat melihat hilal bahkan disumpah tidak dijadikan bahan dan dasar untuk menetapkan jatuhnya 1 Ramadan 1433 H.

“Selain dari sembilan kitab yang ada menyatakan sudah dua derajat lebih sudah ikmalkan untuk rukyat. Maka satu Ramadan 1433 Hijriah tetap jatuh pada Jum’at Kliwon 20 Juli 2012. Dalam proses melihat hilal, pada prosesnya ada salah satu tepatnya, di Cakung, Jakarta melihat hilal. Kenapa proses melihat hilal ini tidak diakui bahkan dikesampingkan begitu saja? Ini politik dan gengsinya pemerintah dalam siding isbat kemarin,” ujar dia.

Mbah Munir menceritakan, sejarah Nabi Muhammad SAW, dalam penetapan 1 Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri, seorang kaum kafir pun yang memberi informasi melihat hilal, nabi langsung menetapkan jatuhnya puasa dan lebaran berdasarkan pengakuan kaum kafir itu.

“Politik dan gengsi. Mengapa sudah melihat bulan saat rukyat hilal ditolak yang di Cakung? Apakah itu sudah betul? Nabi tidak begitu caranya. Nabi ada orang kafir tahu tanggal, nabi saya tahu tanggal dan melihat hilal. Nabi langsung ngomong; Wes sesuk bodho(Ya sudah besok lebaran). Saya orang NU sama dengan Muhammadiyah wes biar. Sehingga tanggalan saya dan santri saya 1 Ramadan jatuh 20 Juli dan hari ini saya sudah puasa,” jelasnya.

Mbah Munir berharap, sidang isbat yang dilakukan pemerintah harus berdasarkan ilmu pengetahuan dan pengamatan. Dua metode untuk menetapkan jatuhnya hari pertama dimulainya puasa itu tidak dapat ditinggalkan. Seharusnya, awal penetapan Ramadan tidak didasarkan pada kemenangan dan dukungan banyaknya suara dalam forum yang mendukung suara puasa dijatuhkan pada 21 Juli 2012 tetapi berdasarkan dua metode yaitu perhitungan ilmu falak dan pengamatan hilal.

 

Program Sister School ala Indonesia

September 6, 2012

In Manajemen Sekolah, Pendidikan Indonesia, Pendidikan Jepang, Serba-serbi Indonesia, SMA on Januari 21, 2009 at 1:08 pm

Setuju atau tidak, salah satu ciri yang dikembangkan atau kelihatannya menjadi trade marknya Sekolah Bertaraf Internasional adalah punya sekolah saudara (sister school) di negara lain.

Tujuannya untuk apa ? Ya tentu saja untuk saling berkunjung, berbagi pengalaman sebagaimana layaknya saudara barangkali
Karena institusi yang bersaudara adalah sekolah, maka personal yang ada di dalamnya yang akan saling berinteraksi, dimulai dari kepala sekolah, wakasek, guru dan murid-murid.

Mencari dan mengajak sebuah sekolah untuk menjadi saudara bukan pekerjaan yang gampang, sebab butuh biaya, energi, arah yang jelas dan tentu saja melibatkan pemerintahan setempat. Di Indonesia dengan dialihkannya wewenang pengelolaan pendidikan ke daerah, maka program sister school menjadi program di bawah arahan Diknas provinsi.

Demikian pula Jepang. Kekuasaan dan wewenang pengelolaan sekolah dibebankan kepada daerah, yaitu pengelolaan SMA di bawah pemerintah tingkat prefektur, dan pengelolaan SD dan SMP di bawah pemerintahan tingkat kota atau distrik. Kedua pihak inilah yang perlu menjembatani lahirnya persaudaraan dua sekolah.

Program yang sering dikemas dalam kegiatan sister school adalah pertukaran budaya, memperkenalkan seni tari, permainan, atau sekedar kompetisi olah raga, dan bagi sebagian orang, pengalaman ke luar negeri adalah sebuah kebanggaan.

Lebih dari sekedar sebagai sebuah pertukaran seni budaya antara dua saudara, program sister school sebenarnya akan lebih menarik apabila dikemas menjadi sebuah pertukaran ilmu dan budaya yang lebih menitikberatkan empati dan peningkatan motivasi untuk maju siswa, guru dan kepsek.

Oleh karena itu, ketimbang menjadi ajang pentas kesenian, akan lebih baik jika siswa yang saling berkunjung diberi kesempatan untuk memahami kebiasaan belajar, semangat dan pola masyarakat setempat dengan lebih baik, ketimbang diajak untuk mengunjungi tempat wisata.

Selama ini sister school karena sudah dijudge sebagai program sekolah internasional, maka sangat jarang menyentuh sekolah-sekolah desa yang masih sederhana. Padahal pertemuan siswa-siswa yang berasal dari latar belakang sosial ekonomi yang berbeda adalah sebuah wahana untuk melatih kepekaan siswa terhadap fakta kehidupan manusia yang beragam.

Sayangnya program sister school, sesuai dengan namanya yang ngebule, hanya dimaksudkan sebagai persaudaraan antara sekolah di dua negara yang berbeda.

Negeri dengan keragaman suku A sampai Z seperti Indonesia seharusnya lebih jeli mengembangkan program persaudaraan antarsekolah yang khas. Sebelum mengirimkan anak-anak itu untuk bersaudara dengan orang-orang berkulit sipit di Jepang atau anak-anak berambut emas di tanah Eropa atau anak-anak bermata biru di daratan Australia, atau anak-anak Melayu di seberang , mengapa tidak mempersaudarakannya dengan “saudara-saudara” hakikinya yang tinggal di Manokwari, di Lombok, di Gorontalo, di pegunungan Dieng ???

Padahal anak-anak di daerah tersebut sungguh ingin sedikit saja belajar sesuatu yang unggul dan baik dari saudaranya yang tinggal seberang pulau.
Padahal guru-guru di pelosok Kalimantan, Sumatera, Sulawesi ingin sekali sekedar  berguru kepada saudara-saudara guru di tanah yang lebih duluan maju.

 

Tulang Manusia Berserakan di Pantai Abrasi

September 6, 2012

Antara – Kam, 15 Sep 2011

 

Negara (ANTARA)- Abrasi yang kian ganas menggerus pesisir Pantai Rening, Desa Baluk, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana menyebabkan munculnya tulang belulang manusia yang diduga sudah puluhan tahun terkubur di pantai tersebut.

Beberapa warga sekitar pantai yang ditemui, Kamis mengatakan, soal munculnya tulang manusia itu sudah biasa dilihat warga sejak abrasi terjadi.

“Kami sudah biasa meliha tulang manusia berserakan setelah ombak besar datang, jadi ya biasa-biasa saja rasanya,” kata salah seorang warga.

Bahkan, saking biasanya melihat tulang manusia, beberapa anak kecil juga tidak takut melihat tengkorak justru malah menjadikannya sebagai mainan seperti sepak bola.

Untung Suwono, salah seorang warga mengatakan, pihak desa sebenarnya sudah pernah memasang buis untuk menghadang ombak namun dalam waktu singkat sudah hancur.

“Mau memasang lagi biaya yang dibutuhkan cukup besar, apalagi pemasukan dari pengunjung ke pantai ini tidak seberapa,” katanya.

Dari Suwono diketahui, saat air laut pasang, puluhan tengkorak dan tulang manusia bisa ditemui di pantai yang dijadikan Kabupaten Jembrana sebagai salah satu objek wisata ini.

Abrasi yang melanda pantai ini memang cukup parah, bahkan sudah mulai menggerus jalanan aspal sekitar lima meter.

Kepala Desa Baluk, I Ketut Suasana mengatakan, pihaknya sudah tidak kuat lagi untuk menangani abrasi ini karena butuh biaya yang besar.

Ia mengaku, untuk pemasangan buis guna melindungi Padmasana atau tempat sembahyang di pantai tersebut, pihaknya sudah menghabiskan dana hingga Rp 30 juta.

Menurut Suasana, dari objek wisata Pantai Rening, desa mendapatkan pemasukan kotor sekitar Rp56 juta per tahun.

“Dengan pemasukan segitu jelas tidak cukup untuk menangani abrasi seluruhnya di pantai tersebut,” katanya.

Terkait dengan temuan tulang belulang manusia di lokasi itu, Suasana mengatakan, masyarakat menyakini itu adalah tulang korban Gestapu.

Karena tidak tahu tulang tersebut siapa, pihak desa tidak melakukan mecaru.

“Warga sini sudah biasa melihat tulang muncul saat ombak besar datang, jadi ya biasa saja,” ujarnya.

 

Renungan untuk para suami:……………..

September 6, 2012
  1. Hargai istrimu sebagaimana engkau menghargai ibumu, sebab istrimu juga seorang ibu dari anak-anakmu.
  2. Jika marah, boleh tidak bicara dengan istrimu, tapi jangan bertengkar dengannya (membentaknya, mengatainya, memukulnya).
  3. Jantung rumah adalah seorang istri. Jika hati istrimu tidak bahagia, maka seisi rumah akan tampak seperti neraka (tidak ada canda tawa, manja, perhatian) maka sayangi istrimu agar dia bahagia dank au akan merasa seperti di surga.
  4. Besar atau kecil gajimu, seorang istri tetap ingin diperhatikan. Dengan begitu maka istrimu akan selalu menyambutmu pulang dengan kasih saying.
  5. Dua orang yang tinggal satu atap (menikah) tidak perlu gengsi, bertingkah siapa menang siapa kalah, karena keduanya tidak untuk bertanding melainkan teman hidup selamanya.
  6. Di luar banyak wanita idaman melebihi istrimu. Namun mereka mencintaimu atas dasar apa yang kamu punya sekarang, bukan apa adanya dirimu. Saat kamu menemukan masa sulit, maka wanita tersebut akan meninggalkanmu dan punya pria idaman lain dibelakangmu.
  7. Banyak istri yang baik. Tapi di luar sana banyak pria yang ingin mempunyai istri yang baik tapi mereka tidak mendapatkannya. Mereka akan menawarkan perlindungan terhadap istrimu. Maka jangan biarkan istrimu meninggalkan rumah karena kesedihan, sebab ia akan sulit sekali untuk kembali.
  8. Ajarkan anak laki-lakimu  bagaimana berlaku terhadap ibunya, sehingga kelak mereka akan tahu bagaimana memperlakukan istrinya.

 

 

 

MASA IDDAH BAGI WANITA…

September 6, 2012

Robert Gelhem, pemimpin yahudi di Albert Einstain College dan pakar genetika ini mendeklarasikan dirinya masuk islam ketika ia mengetahui hakekat empiris ilmiah dan kemukjizatan Al Qur’an tentang penyebab penentuan iddah (masa tunggu perempuan) yang dicerai suaminya dengan masa 3 bulan.

Ia menambahkan pakar Guilhem ini yakin dengan bukti2 ilmiah. Bukti2 itu menyimpulkan bahwa hubungan persetubuhan suami istri akan menyebabkan laki2 meninggalkan sidik (rekam jejak) khususnya pada perempuan. Jika pasangan ini setiap bulannya tidak melakukan persetubuhan maka sidik itu akan perlahan2 hilang antara 25-30%. Setelah 3 bulan berlalu maka sidik itu akan hilang secara keseluruhan. Sehingga perempuan akan siap menerima sidik laki2 lainnya.

Bukti empiris ini mendorong pakar genetika yahudi ini melakukan penelitian dan pembuktian lain disebuah perkampungan Afrika muslim di Amerika. Dalam penelitiannya ia menemukan bahwa setiap wanita disana hanya mengandung dari jejak sidik pasangan mereka saja. Sementara penelitian ilmiah di sebuah perkampungan lain di Amerika membuktikan bahwa wanita yang hamil memiliki jejak sidik beberapa laki2 dua hingga tiga. Artinya, wanita2 disana melakukan hubungan intim selain pernikahan yang sah.

Yang mengagetkan sang pakar ini adalah ketika dia melakukan penelitian ilmiah terhadap istrinya sendiri. Sebab ia menemukan istrinya memiliki tiga rekam sidik laki2 alias istrinya berselingkuh. Dari penelitiannya, hanya satu dari tiga anaknya saja berasal dari dirinya.

Setelah penelitian2 yang dilakukan ini akhirnya meyakinkan sang pakar Guilhem ini memeluk islam. Ia meyakini bahwa hanya islamlah yang menjaga martabat perempuan dan menjaga keutuhan kehidupan social. Ia yakin bahwa wanita muslimah adalah wanita paling bersih di muka bumi ini.

(islammemo/atB)

** Kiriman dari seorang teman – BBM…**

Mengapa Perselingkuhan Wanita Lebih “Berbahaya”

September 6, 2012

Oleh Lika Aprilia Samiadi | Yahoo She – Sel, 17 Jan 2012 20:08 WIB

 

Jika ada yang menyebut kata “selingkuh”, biasanya yang pertama terlintas di pikiran kita adalah seorang playboy atau sesosok pria yang sering menyakiti hati wanita. Selingkuh seolah-olah identik dengan perilaku dan kebiasaan lelaki. Padahal kenyataannya tak begitu.

Baru-baru ini Manchester Metropolitan University di Inggris melakukan penelitian tentang perilaku berselingkuh pada wanita dan pria. Hasilnya, 20 persen pria mengaku pernah berselingkuh dari pasangannya.

Bagaimana dengan wanita? Ternyata angkanya tak jauh berbeda. Sebanyak 16 persen wanita di Inggris mengaku pernah tak setia. Tapi sebetulnya pria perlu lebih berhati-hati menjaga agar pasangannya tak berselingkuh. Penelitian lainnya tentang perselingkuhan membuktikan bahwa perselingkuhan wanita ternyata lebih “berbahaya” dibandingkan perselingkuhan pria. Bagaimana bisa?

Wanita berselingkuh jika hubungannya bermasalah
Sebagian besar pria berselingkuh karena tak dapat menahan nafsu. Bisa saja hubungannya dengan istri/kekasihnya sebetulnya tak bermasalah. Ia hanya semata tergoda oleh wanita lain atau dihadapkan pada kesempatan untuk berselingkuh yang tak dapat ia tolak. Menurut Ruth Houston, penulis buku “Is He Cheating On You”, hanya 20 persen wanita yang berselingkuh karena nafsu. Sedangkan pada pria, angkanya mencapai 80 persen.

Wanita justru sebaliknya. Jika hubungannya asmaranya baik-baik saja, ia biasanya tak akan berselingkuh. Alasan utama wanita berselingkuh adalah karena ia sebetulnya tak bahagia dengan hubungannya. Alasannya bisa karena kesepian, seks yang tak memuaskan, atau kebutuhan emosi yang tak terpenuhi. Intinya ada sesuatu yang tak bisa dipenuhi oleh suami atau pasangannya itu.

Menurut Helen Fisher, PhD, antropolog biologi dan penulis buku “Why We Love”, 66 persen wanita yang berselingkuh mengaku tak bahagia dalam pernikahannya. Sedangkan pada pria, angkanya hanya 44 persen.

Wanita terikat secara emosi pada selingkuhannya
Karena wanita berselingkuh dengan alasan emosional (bahasa kerennya “main hati”), biasanya akan lebih sulit pula bagi wanita untuk mengakhiri perselingkuhan tersebut. Tak jarang wanita merasa jatuh cinta pada pria idaman lain tersebut, bahkan mencintainya lebih dari pasangannya sendiri.

Ikatan emosional antara wanita dengan selingkuhannya juga lebih kuat dibandingkan pria dengan selingkuhannya. Sebuah penelitian membuktikan bahwa perselingkuhan yang dimulai atau diawali oleh sang wanita biasanya bertahan tiga kali lebih lama dibanding perselingkuhan yang dimulai oleh laki-laki.

Wanita berselingkuh dengan lebih “serius”
Pria mungkin bisa dengan mudah dan tanpa pikir panjang memutuskan untuk selingkuh. Tak demikian halnya dengan wanita. Wanita selalu memikirkan baik-baik apa risikonya jika ia berselingkuh. Jika hubungan terlarang itu dia anggap hanya buang-buang waktu, atau risikonya tak sepadan dengan kesenangannya, ia tak akan melanjutkan. Pria dapat berselingkuh berkali-kali dengan banyak wanita karena baginya itu tak berarti apa-apa, tapi bagi wanita, jika ia memutuskan untuk selingkuh artinya pria idaman lain itu istimewa.

Wanita lebih jago menyembunyikan perselingkuhan
Wanita seringkali mengetahui saat pasangannya berselingkuh, tapi tidak sebaliknya. Selain pria tak memiliki insting mendeteksi kebohongan seperti wanita, kaum wanita juga lebih piawai menyembunyikan hubungan terlarangnya. Wanita sudah terlatih untuk berbohong sejak kecil demi menjaga perasaan orang lain. Hal yang sama tak terjadi pada pria, sehingga pria biasanya merasa lebih gugup saat berbohong.