Fakta Unik Budaya Jepang — oleh Rois Yanuar pada 6 Februari 2013 pukul 10:16 ·

1. Saat naik eskalator di Tokyo, orang harus berdiri di sebelah kiri, karena di sebelah kanan adalah untuk orang yang terburu-buru. Jangan sekali-kali berdiri di kanan kalau tidak langsung naik.

2. Pacaran di Jepang sungguh hemat, traktir2an bukan budaya pacaran Jepang. Jadi selama belum jadi suami-istri, siapkan uang buat bayar sendiri-sendiri.

3. Nganter jemput pacar juga bukan budaya. Kalo mau ketemuan, silahkan ketemuan di stasiun.

4. Jangan pernah sekali-kali bilang ke orang jepang : “aku ingin bertandang ke rumahmu”. Karena itu dianggap tidak sopan. Kerumah seseorang baru bisa kalau sudah diijinkan.

5. “Aishiteru” yang berarti aku cinta kamu, jarang dipake sama orang pacaran, kecuali kalau mereka bener-bener sudah mau menikah. Biasanya mereka menggunakan “Daisuki desu” buat mengungkapkan kalau mereka sayang sama pacarnya.

6. Sebelum bepergian, biasanya orang Jepang selalu mengecek ramalan cuaca. Dan 90% ramalan cuaca itu akurat. Itu sebabnya kalo ada orang bawa payung, pasti terlihat orang yang lainnya lagi bawa payung juga. Dan perempatan Shibuya adalah tempat yang paling menarik ketika hujan, karena dari atas akan terlihat lautan payung yang berwarna-warni.

7. Bunga sakura adalah bunga yang spesial di Jepang, karena bunganya hanya tumbuh 2 minggu selama setahun. Ketika tumbuh, bunganya memenuhi seluruh pohon, tanpa daun. Setelah 2 minggu, tak ada satupun bunga sakura, yang ada hanyalah daun-daun hijau, tanpa bunga, dan jadi tidak menarik lagi.maka saat musim sakura orang jepang senang tamasya ditaman. inilah yg disebut hanami

8. orang harus bayar kalo mau menaruh barang di toko jual-beli. Itulah sebabnya kenapa orang Jepang lebih memilih meninggalkan TV bekas mereka begitu saja kalau mau pindah apartemen.

9. Disiplin tanpa banyak tanya adalah budaya. meskipun di perempatan jalan yang kecil, tidak ada mobil sama sekali, namun ada lampu merah, pejalan kaki selalu berhenti ketika lampu tanda pejalan kaki menunjukkan warna merah. Mereka santai aja, baca koran, ngobrol, ngerokok, dan kemudian jalan lagi ketika lampu sudah hijau. Padahal ga ada mobil yang lewat satupun. Mungkin kalo mereka ngelanggar peraturan juga tidak akan celaka.

10. facebook tidak laku di Jepang karena terlalu mengungkapkan hal yg pribadi.

11. harta warisan di Jepang pajaknya sangat tinggi sampai sampai bila di jual Si anak hanya mendapat seperempat dari total harta warisan.

12. tingkat buta huruf di jepang adalah yang terendah di dunia.

13.Di Jepang, angka “4? dan “9? tidak disukai, sehingga sering tidak ada nomer kamar “4? dan “9?. “4? dibaca “shi” yang sama bunyinya dengan yang berarti “mati”, sedang “9? dibaca “ku”, yang sama bunyinya dengan yang berarti “kurushii/sengsara”

14.Orang Jepang menyukai angka “8?. Harga-harga barang kebanyakan berakhiran “8?. Susu misalnya 198 yen. Tapi karena aturan sekarang ini mengharuskan harga barang yang dicantumkan sudah harus memasukkan pajak, jadi mungkin kebiasaan ini akan hilang. (Pasar = Yaoya = tulisan kanjinya berbunyi happyaku-ya atau toko 800)

15.Kalau musim panas, drama di TV seringkali menampilkan hal-hal yang seram (hantu)

16.Drama detektif di TV, bunyi sirene (kyukyusha) biasanya muncul pada menit-menit awal. Di akhir cerita, sebelum perkelahian mati-matian biasanya penjahat selalu menceritakan semua rahasia kejahatannya.

17.Cara baca tulisan Jepang ada dua style : yang sama dengan buku berhuruf Roman alphabet huruf dibaca dari atas ke bawah, dan yang kedua adalah dari kolom paling kanan ke arah kiri. Sehingga bagian depan dan belakang buku berlawanan dengan buku Roman alphabet (halaman muka berada di “bagian belakang”).

18.(orang Indonesia) dan rekan-rekan dari Asia Tenggara lainnya umumnya kalau jiko-shokai (memperkenalkan diri) sering memulai dengan “minasan, konnichiwa” atau “minasan, konbanwa”. Mungkin ini karena kebiasaan bahasa Indonesia untuk selalu memulai pidato dengan ucapan selamat malam, dsb. Tapi untuk pendengaran orang Jepang, rasanya janggal, karena mirip siaran berita di TV. Seharusnya dimulai dengan langsung menyebut nama dan afiliasi. Misalnya “Tanaka ken M1 no Anto desu….dst.”, tidak perlu dengan “Minasan..konnichiwa…”.

19.Kesulitan pertama yang muncul dalam urusan administratif di Jepang, kalau ditanya : “family name anda apa ? “, karena tidak ada keharusan di Indonesia dan beberapa negara Asia Tenggara untuk mencantumkan family name.

20.Kalau memperoleh undangan yang meminta konfirmasi hadir atau tidak, biasanya ada keharus mengirimkan balik kartu pos. Salah satu manner adalah mencoret huruf 御 pada pilihan : 御欠席 /出席. Juga mencoret akhiran 様 pada nama kita yang tercantum sebagai pengirim pada kartupos tersebut. Ini adalah adat Jepang, agar kita selalu rendah hati, yang ditunjukkan dengan menghindari/mencoret 御 dan 様 pada kartu pos balasan.

21.Kalau kita membubuhkan tanda tangan, kadang akan ditanya orang Jepang : ini bacanya bagaimana ? Kalau di Jepang saat diperlukan tanda tangan (misalnya di paspor, dsb.) umumnya menuliskan nama mereka dalam huruf Kanji, sehingga bisa terbaca dengan jelas.

22.Acara TV di Jepang didominasi oleh masak memasak

23.Fotocopy di Jepang self-service

24.Jika naik taxi di Jepang, pintu dibuka dan ditutup oleh supir. Penumpang dilarang membuka dan menutupnya sendiri.

25.Tanda tangan di Jepang hampir tidak pernah berlaku untuk keperluan formal, melainkan harus memakai hanko/inkan/cap. Jenis hanko di Jepang ada beberapa, a.l. jitsu-in, ginko-in, dan mitome-in Jadi satu orang kadang memiliki beberapa jenis inkan, untuk berbagai keperluan. Jitsu-in adalah inkan yang dipakai untuk keperluan yang sangat penting, seperti beli rumah, beli mobil, untuk jadi guarantor, dsb. jenis ini diregisterkan ke shiyakusho. Ginko-in adalah jenis inkan yang dipakai untuk khusus membuat account di bank. inkan ini diregisterkan ke bank. Mitome-in dipakai untuk keperluan sehari-hari, dan tidak diregisterkan.

26.Naik sepeda tidak boleh boncengan (kecuali memboncengkan anak-anak)bila dilanggar dendanya besar

27.Ajakan makan bersama belum tentu berarti anda ditraktir, tapi bisa jadi bayar sendiri-sendiri.

28.Di Jepang sulit mencari mesin ketik

29.cara orang Jepang menghitung “satu”, “dua”, “tiga” dengan jari ada perbedaan dengan kebiasaan orang Indonesia. Orang Indonesia umumnya mulai dari tangan dikepal dan saat menghitung “satu”, jari kelingking ditegakkan. Menghitung “dua”, jari manis ditegakkan, dst. Kalau orang Jepang, kebalikannya. Mereka selalu mulai dari telapak tangan terbuka, dan cara menghitungnya kebalikan orang Indonesia. Saat bilang “satu”, maka jarinya akan ditekuk/ditutupkan ke telapak tangan. ini disebut Jikken.

30.Cara menulis angka : 7 (tujuh). Kebiasaan orang Indonesia selalu menambahkan coret kecil di kaki angka 7 (mirip huruf “NU” katakana : ?). Di Jepang selalu dididik menulis 7 persis seperti huruf ketik (tanpa coretan nya orang Indonesia), jadi mirip huruf katakana “FU” atau “WA” . jadi Hati-hati kalau menulis alamat, formulir atau dokumen lainnya di Jepang. Sedapat mungkin usahakan sama dengan standard Jepang. Kalau nggak, belum tentu dapat difahami oleh orang Jepang bahwa anda menulis angka “tujuh”.\

31.Menengok ke rumah sakit tidak berombongan atau datang dalam jumlah sedikit. Sekitar dua atau tiga orang. Di Jepang umumnya rumah sakit cukup keras menjaga agar suasana dalam rumah sakit tenang. Jam tengok juga diatur dengan ketat dan disiplin, agar pasien dapat istirahat dengan tenang, makan tidak terlambat, dsb.

32. saat pesta pernikahan Yang diundang teman-teman terdekatnya saja, jadi bisa saja total yang diundang di bawah 100 orang. dan resepsi diselenggarakan di gereja. Setelah itu baru kemudian pindah ke ruang pesta. Yang datang adalah mereka yang diundang saja. Saat hadir di resepsi, sumbangan diserahkan dalam amplop yang didesain khusus. Amplop ini dapat dibeli di convenient store ( Seven Eleven, dsb). Umumnya besar sumbangan per orang 30 ribu yen. Mengenai besarnya sumbangan ini biasanya disesuaikan dengan usia/karir yang menyumbang, kekerabatan atau kedekatan seseorang dengan pengantin, dsb.

33.masalah keluarga adalah masalah privasi. Sehingga tidak lazim kalau baru saja berkenalan kemudian saling menanyakan keluarga masing-masing. Hal yang sifatnya privasi seperti ini bisa terbuka diceritakan, kalau benar-benar sudah akrab sebagai teman.

34. Ketika di kendaraan umum Orang jepang pada baca buku atau tidur.

35.Ketika makan dikendaraan umum : Sampah sisa makanan disimpan ke dalam saku celana atau dimasukkan ke dalam tas, kemudian baru dibuang setelah nemu tong sampah.

36. Ketika dikelas: Yang kosong adalah bangku kuliah paling belakang.

37. Ketika dosen memberikan kuliah: Semua mahasiswa sunyi senyap mendengarkan dengan serius.

38. Ketika diberi tugas oleh dosen: Hari itu juga siang atau malemnya langsung nyerbu perpustakaan atau browsing internet buat cari data.

39. Ketika terlambat masuk kelas: Memohon maaf sambil membungkukkan badan 90 derajat, dan menunjukkan ekspresi malu dan menyesal gak akan mengulangi lagi.

40. Ketika dijalan raya: Mobil sangat jarang (kecuali di kota besar). Padahal jepang kan negara produsen mobil terbesar di dunia, mobilnya pada ke mana ya?

41. Ketika jam kantor: Jalanan sepiiiii banget, kayak kota mati.

42. Ketika buang sampah: Sampah dibuang sesuai jenisnya. Sampah organik dibuang di tempat sampah khusus organik, sampah non organik dibuang di tempat sampah non organik.

43. Ketika berangkat kantor: Berangkat naik kereta/bus kota. Mobil cuma dipakai saat acara liburan keluarga atau acara yang bersifat mendesak aja.

44. Ketika janjian ketemu:semuanya datang tepat pada jam yg disepakati.

45. Ketika berjalan dipagi hari: Orang-orang pada jalan super cepat kayak dikejar doggy, karena khawatir telat ke tempat kerja atau sekolah.

46. sudnya orang jepang disebut jankepon. kepalan mewakili batu, dua jari mewakili gunting dan telapak tangan mewakili kertas, aturannya kertas kalah dengan gunting, gunting kalah dengan batu dan batu kalah dengan kertas karena kertas mampu membungkus batu.

Dikutip dari berbagai sumber

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: