Archive for Mei, 2013

Penciptaan Bumi dalam integrasi Agama Islam

Mei 27, 2013

KOSMOLOGI DALAM AL QUR’AN

Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas ‘arasy. Dia menutupkan malam  kepada siang yang mengikutinya dengan cepat (dan diciptakan-Nya pula) matahari, bulan dan bintang-bintang (masing-masing) tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah mencipta dan memerintah hanyalah hak Allah, Maha Suci Allah, Tuhan semesta alam. (QS. Al A’raf(7):54)

Keterangan: bersemayam di atas arasy’ ialah satu sifat Allah yang wajib kita imani, sesuai dengan kebesaran Allah dan kesucian-Nya.

Apakah kamu yang lebih sulit penciptaannya ataukah langit ?. Allah telah membangunnya. Dia meninggikan bangunannya lalu menyempurnakannya. (QS. An Nazi’at (79): 27-28)

Dan Dia menjadikan malamnya gelap gulita, dan menjadikan siangnya terang benderang. (QS. An Nazi’at (79): 29)

Dan bumi sesudah itu dihamparkan-Nya. (QS. An Nazi’at (79): 30)

Dia memancarkan darinya mata airnya, dan (menumbuhkan) tumbuh-tumbuhannya, (QS. An Nazi’at (79): 31)

Dan gunung-gunung dipancangkan-Nya dengan teguh. (QS. An Nazi’at (79): 32)

Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah tiada juga mereka beriman?. (QS. Anbiya’ (21):30)

Dan telah Kami jadikan di bumi ini gunung-gunung yang kokoh supaya bumi itu (tidak) goncang bersama mereka, dan telah Kami jadikan (pula) di bumi itu jalan-jalan yang luas, agar mereka mendapat petunjuk. Dan Kami jadikan langit itu sebagai atap yang terpelihara, sedang mereka berpaling dari segala tanda-tanda (kekuasaan Allah) yang terdapat padanya. Dan Dia-lah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya. (QS. Al Anbiya’ (21):31-33)

Keterangan: maksudnya yang ada di langit itu sebagai atap dan yang dimaksud dengan “terpelihara” ialah segala yang berada di langit itu dijaga oleh Allah dengan peraturan dan hukum-hukum yang menyebabkan dapat berjalan dengan teratur dan tertib.

Katakanlah: “Sesungguhnya patutkah kamu kafir kepada Yang mencintakan bumi dalam dua masa dan kamu adakan bagi-Nya ?. sekutu-sekutu (yang bersifat) demikian itulah Tuhan semesta alam.” (QS. Fussilat (41):9)

Dan Dia menciptakan di bumi itu gunung-gunung yang kokoh diatasnya. Dia memberkahinya dan Dia menentukan padanya kadar makanan (penghuni)nya dalam empat masa. (penjelasan itu sebagai jawaban) bagi orang-orang yang bertanya. Kemudian Dia menuju kepada penciptaan langit dan langit itu masih merupakan asap, lalu Dia berkata kepadanya dan kepada bumi:”Datanglah kamu kepadanya menurut perintah-Ku dengan suka hati atau terpaksa”, keduanya menjawab: “kami dating dengan suka hati. (QS. Fussilat (41):10-11)

Maka Dia menjadikannya tujuh langit dalam dua masa dan Dia mewahyukan dalam tiap-tiap langit urusannya. Dan Kami hiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang yang cemerlang dan Kami memeliharanya dengan sebaik-baiknya. Demikianlah ketentuan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui. (QS. Fussilat (41):12)

Bukankan Kami telah menjadikan bumi itu sebagai hamparan ?, dan gunung-gunung sebagai pasak ? dan Kami jadikan kamu berpasang-pasangan, dan Kami jadikan tidurmu untuk istirahat, dan Kami jadikan malam sebagai pakaian, dan Kami jadikan siang untuk mencari penghidupan, dan Kami bangun di atas kamu tujuh buah (langit) yang kokoh, dan Kami jadikan pelita yang amat terang (matahari), dan Kami turunkan dari awan air yang banyak tercurah, supaya Kami tumbuhkan dengan air itu biji-bijian dan tumbuh-tumbuhan, dan kebun-kebun yang lebat. (QS. An Naba (78):6-16)

Keterangan: malam itu disebut sebagai “pakaian” karena malam itu gelap menutupi jagat sebagai pakaian menutup tubuh manusia.

 

 

Kehidupan di dunia & di akherat

Mei 27, 2013

Menyimak beberapa percakapan antara aku dan adikku kemaren tentang kematian, menyisakan pengalaman batin yang luar biasa yang Allah berikan kepada kami dengan beberapa hikmah. satu diantaranya hikmah yang terpenting adalah tentang keberadaan kehidupan di dunia dan keberadaan kehidupan di akherat (alam kubur) ternyata sangat tipis sekali keberadaannya, yaitu kematian…

Disaat manusia sudah menghadapi akhir dari kehidupannya, maka dengan ridhla Allah SWT akan kematian seorang manusia, secepat itu juga manusia akan berpindah ke alam lain yaitu alam kubur, yang sampai sekarang manusia masih bingung bagaimana bentuk alam itu, tapi hanya disisi Allah SWT-lah pengetahuan akan itu. manusia hanya diberikan rambu-rambu saja bagaimana alam sesudah kehidupan di dunia yg sangat singkat ini. Subhanallah…

Cobalah kita renungkan kembali bagaimana dulu kita dilahirkan. kita lahir tanpa tahu kita berasal dari mana dan otak masih kosong dengan ilmu dan pengalaman, dan pertanyaan itu bisa terjawab setelah kita beranjak hidup dari tahun ke tahun dengan cara belajar. Setelah kita tahu, apa bisa kita menemukan memori kita selama sembilan bulan dalam kandungan ibu tercinta ? kita berbuat apa saja selama berada di dalam kandungan, apakah sempat terpikirkan waktu itu kita berada di perut siapa? dll, ternyata tidak bisa bukan ?!…

Keberadaan kita di dalam kandungan dengan keberadaan kita di dunia ini ternyata hanya beda tipis saja yaitu dengan cara kelahiran.

Dari beberapa perjalanan hidup ini, apakah kita tidak mau berfikir tentang semuanya? tentang siklus kehidupan? tentang kehidupan yang abadi? tentang penciptaan manusia ? tentang keberadaan kita yang selalu berpindah dari alam yang satu kepada alam yang lainnya dan seterusnya?

Alangkah meruginya jika kita tidak mau belajar. Belajar dan terus belajar ? Alangkah meruginya jika perbuatan kita tidak menjadikan yang lebih baik lagi? lebih baik dari kehidupan yang sudah kita lalui? lebih baik lagi untuk bisa bermanfaat untuk diri sendiri dan orang lain?

sz29

subhanallah…
marilah kita renungkan perjalanan hidup ini untuk selalu mencari ridhla Allah SWT, yang menjadikan perjalanan hidup ini sangat banyak manfaatnya bagi umat manusia. manusia tinggal memilih untuk bisa hidup lebih baik, ataukan buruk? dua pilihan yang sebenarnya jawabannya sangat mudah sekali yaitu menginginkan yang terbaik.

semoga Allah SWT selalu berikan yang terbaik untuk kita semua, dan kita bisa dengan lebih baik pula menjalani tahap demi tahap kehidupan ini. Aamiin ya Rabb….

Warga diingatkan e-KTP hanya bisa sekali difotocopy

Mei 7, 2013

Jambi (ANTARA News) – Warga Kabupaten Batanghari, Jambi, diingatkan bahwa Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP) hanya bisa difotocopy satu kali.

“Jika dilakukan fotocopy berulang-ulang  “chip” yang penyimpan data di e-KTP akan rusak, sehingga tidak bisa dibaca komputer. Penegasan tersebut tertuang dalam surat Edaran Menteri Dalam Negeri No 471.13/1826/SJ tentang e-KTP,” kata Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Batanghari Ardian Faisal, Senin.

Ia juga mengatakan, chip e-KTP juga akan rusak jika didostabler atau dipres. Sinar mesin fotocopy akan merusak nomor induk kependudukan (NIK).

Untuk itu, e-KTP cukup difotocopy satu kali, dan sebagai solusinya jika ingin memperbanyak, fotocopy pertama itu yang digunakan untuk keperluan lainnya.

Ardian juga menjelaskan, Surat Edaran Mendagri ini ditujukan kepada lembaga keuangan, BUMN, gubernur, bupati, kepala LPNK, kapolri, para pimpinan bank, instansi lainnya dan masyarakat.

Sementara itu, sebagai pengganti e-KTP jika ada keperluan lain pada saat mengurus berbagai syarat yang dibutuhkan, cukup dengan dicatat NIK dan nama lengkap saja, tidak perlu difotocopy.

Selain itu, lembaga atau badan usaha diharuskan menyiapkan “card reader” untuk membaca data e-KTP, demikian Adrian.

Editor: Ella Syafputri

Metode pre tes

Mei 6, 2013

Diriwayatkan dari Abu Hurairah, ia berkata bahwa Rosulullah telah bersabda:

“Setan itu akan datang kepada salah seorang dari kalian untuk membisik’i: ‘Siapakah yang menciptakan ini dan itu?’ hingga membisik’i: ‘Lantas siapa yg menciptakan Rabbmu?’. Jika hal yang demikian itu terjadi maka bersegeralah ia memohon perlindungan kepada Allah, dan hendaklah dia berhenti memikirkannya”. (HR, Imam Bukhori dan Imam Muslim)

Diriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa Rosulullah telah bersabda:

“Manusia akan selalu bertanya-tanya, sehingga dibisikkan kepadanya pertanyaan berikut (oleh setan): ‘Allah telah menciptakan semua makhluk, maka siapakah yang telah menciptakan Allah?’ karena itu barang siapa yang mendapati (pertanyaan) demikian, hendaknya dia mengatakan: ‘Aku beriman kepada Allah’”.

Pada riwayat yang lain disebutkan:

“Apabila mereka (setan) mengatakan demikian, maka katakanlah oleh kalian: ‘Allah adalah Esa, Allah tempat bergantung semua makhluk; Dia tidak beranak, dan tidak pula diperanakkan; tidak ada sesuatu yang setara dengan-Nya, ‘lalu hendaklah dia (orang yang mendapat bisikan itu) meludah ke sebelah kiri tiga kali serta memohon perlindungan kepada Allah dari gangguan setan”. (HR. Imam Abu Dawud).

**Sumber: 40 Metode Pendidikan Pengajaran Rosulullah, Abdul Fattah Abu Ghuddah**

Metode penyebutan bilangan secara global.

Mei 4, 2013

Diriwayatkan dari Ibnu ‘Abbas, dia berkata: “Rosulullah bersabda:

‘Prgunaknlah dg sebaik2nya 5 perkara sbelum dtgnya 5 perkara lainnya: 1. masa mudamu sbelum dtg masa tuamu, 2. kondisi sehatmu sbelum dtg sakitmu, 3, masa kayamu sbelum dtg masa miskinmu, 4, masa senggangmu sbelum dtg masa sibukmu, 5. Masa hidupmu sebelum datang kematianmu.”
(HR. Imam Hakim dalam Kitab Mustadrak)

Diriwayatkan dari Abu Hurairah, dari Nabi Muhammad, beliau bersabda:

“Seorang perempuan dinikahi karena (pertimbangan) 4 hal:

1. Hartanya,
2. Garis keturunannya,
3. Kecantikannya,
4. Agamanya.
Maka utamakanlah perempuan yang (kuat) agamanya, niscaya kamu akan beruntung.”
(HR. Imam Bukhori & Imam Muslim)

Orang-orang yang mendustakan agama

Mei 4, 2013

“Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama?. Itulah orang yg menghardik anak yatim, & tidak menganjurkan memberi makan orang miskin. Maka celakalah bagi orang2 yg salat, (yaitu) orang2 yg lalai dr salatnya, (yaitu) orang2 yg berbuat riya, & enggan (menolong dg) barang berguna.” (QS. Al Ma’un (107): 1-6)

#Riya ialah melakukan sesuatu amal perbuatan tidak untuk mencari keridha’an Allah, akan tetapi untuk mencari pujian atau kemasyhuran di masyarakat.

#enggan menolong dg barang yg berguna, sebagian mufassirin mengartikan, enggan membayarkan zakat.

Ternyata islam tidak hanya mengajarkan hubungan vertikal saja, yaitu manusia dengan Tuhannya (Allah SWT)..
Tetapi juga mengajarkan hubungan horisontal, yaitu antara sesama manusia..

Dalam kehidupan di dunia, Allah tidak memberikan harta-Nya secara merata. Tetapi dalam harta pemiliknya terdapat hak untuk orang yg tidak memiliki harta tersebut. سُبْحَانَ اللّهُ

Makanya jadi orang itu jangan pelit2 terhadap orang lain, karena harta itu bukan 100% milik kita. Harta itu hanyalah titipan Allah SWT untuk menguji kita secara nyata. Maukah kita berbagi dengan yang lain ???

Jika qta mau berpikir seperti itu, ya Allah sungguh sempurna ajaran islam itu. Ada satu keterkaitan antara satu dengan yang lainnya. Ada siklus (perputaran) antara satu dengan yang lainnya, yang mana dalam siklus tersebut selalu ada keseimbangan. سُبْحَانَ اللّهُ ..

Oleh karena itu, jangan pernah mendustakan agama. Usahakan hablulmminallah (hubungan vertikal) seimbang dg hablumminannaas (hubungan horisontal).

Takwa & Furqan

Mei 4, 2013

“Hai orang2 yg beriman, jika kamu bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan memberikan kepadamu furqan & menghapus segala kesalahan2mu & mengampuni dosa2mu. Dan Allah mempunyai karunia yang besar,” (QS Al Anfal (8): 29)

*Furqan: petunjuk yg dpt membedakan antara yg hak & yg batil, dpt juga diartikan disini dg pertolongan.

سُبْحَانَ اللّهُ
Semoga qta smwa termasuk orang2 yang bertakwa kepada Allah SWT..
إِنْ شَاءَ اللَّهُ

Manusiawi jika kita pernah berbuat salah, tetapi dengan kita selalu mengingat Allah, beriman kepada Allah, bertakwa kepada Allah maka jalan kita akan terselamatkan..

Kita akan segera menyadari kalau itu adalah dosa..
Disinilah kita diberi petunjuk oleh Allah yang dapat membedakan mana yang baik dan mana yang tidak..
Disini jugalah kita mendapat petunjuk dari Allah SWT.

Maha Besar Allah dengan segala firman-Nya

Harta & Anak sebagai cobaan

Mei 4, 2013

“Dan ketahuilah, bahwa hartamu & anak2mu itu hanyalah sbg cobaan & sesungguhnya di sisi Allah-lah pahala yang besar.” (QS. Al Anfal (8): 28)

Yeaaah..
Kadang anak2 kita menyenangkan, kadang membuat jengkel orang tua. Disini Allah sudah menjelaskan jika anak itu merupakan cobaan dan pahala yg besar hanya di sisi Allah semata..

Kadang tanpa disadari orang tua sangat sombong dengan keberhasilan anaknya, pamer2 dg keberhasilan anaknya , seolah2 hanyak anaknyalah yg terbaik..

Kadang ada juga orang tua uang membanggakan anaknya, tapi ternyata si anak hanya berperilaku maniez jika di depan orang tuanya saja, sedangkan dibelakangnya malah sebaliknya..

Ada juga anak yg mmg benar2 selalu mengecewakan bahkan menjengkelkan orang tuanya, sehingga jika orang tua gak sabaran, maka terucapkanlah kalimat2 yg justru tidak boleh keluar dr mulut ortu, karena secara gak langsung itu adalah doa tuk anak2nya..

Kadang ada juga orang tua yg kurang mensyukuri keberadaan anaknya. Padahal diluar rumah si anak ini malah jadi kebanggan bagi orang2 disekitarnya. ini  adalah tipe orang tua yg terlalu menuntut anaknya unt sesuai dg kehendak dan keinginan orang tua..

Masyaallah… Ternyata ini  cobaan dari Allah SWT

Tentang harta, semuanya juga udah diatur oleh islam..
Yang intinya harta itu adl titipan dari Allah semata..
Di tiap harta yg kita miliki selalu ada hak untuk orang lain, seperti zakat harta, warisan, sodaqoh, utang piutang dll..

سُبْحَانَ اللّهُ
Ternyata harta n anak mmg benar2 hanyalah sebagai cobaan..

Bisakah kita semua melampoi cobaan tersebut ???
Jawabnya adalah إِنْ شَاءَ اللَّهُ

Metode penjelasan secara global dan detail.

Mei 2, 2013

Diriwayatkan dari Ma’bad bin Ka’abb bin Malik, dari Abu Qatadah bin Rib’i, bahwasanya Rosulullah telah menjumpai seorang jenazah, lalu beliau bersabda: “Mustarih (orang yg istirahat) & mustarah minhu (orang yg orang lain istirahat darinya).” Mereka bertanya:

“Ya Rosulullah, apa yg dimaksud dengan mustarih & mustarah minhu?”
Beliau menjawab: ‘Mustarih maksudnya seorang hamba mukmin yg istirahat dari keletihan dunia menuju rahmat Allah, & mustarah minhu maksudnya hamba durhaka yg darinya (karena kematiannya), maka istirahatlah (menjadi nyamanlah) para hamba Allah, negara2, pohon2, & binatang2 (dari kejahatannya).”
(HR. Imam Muslim)

Hmmm…
Orang seperti apa ya yang kematiannya menyebabkan nyamannya makhluk hidup yg lain ???
Penindas kah ???
Koruptor kah ???
Orang licik kah ???
Pengkhianatkah ???
Orang serakah kah ???
Perusak kah ???
Saksi yg tidak adil kah ???
Orang sombong kah ???
Orang munafik kah ???

Diriwayatkan dari Abu Syuraih Al-Khuza’i bahwa Rosulullah bersabda: “Demi Allah, tidak beriman. Demi Allah, tidak beriman. Demi Allah, tidak beriman.” Lalu ditanyakan kepada beliau: “Siapakah (mereka yg engkau maksud tidak beriman), wahai Rosulullah?”

Beliau menjawab: ” (Yaitu) orang yang perilakunya menjadikan tetangganya tidak aman (nyaman).”
(HR. Imam Bukhori)

Diriwayatkan dari Abu Huraiarah, dia berkata: “Rosulullah bersabda: ‘Celakalah; celakalah; celakalah!’ Lalu ditanyakan (kepada beliau): ‘Siapakah (yang engkau maksud celaka), ya Rosulullah?’

Beliau menjawab: ‘Yaitu orang2 yg mendapati kedua orang tuanya dlm usia lanjut, baik salah satunya maupun kedua2nya, namun orang tersebut lalu tidak masuk surga lantaran tidak berbakti kepada mereka).'” (HR. Imam Muslim)

Metode membangkitkan kuriositas dg membiarkan sesuatu tetap tidak jelas.

Mei 2, 2013

Diriwayatkan dari Anas bin Malik, dia berkata:”Ketika kami sedang duduk bersama Rosulullah, beliau bersabda: ‘Sebentar lagi akan muncul seorang (calon) ahli surga di hadapan kalian.’ Tak berapa lama kemudian, muncullah seseorang dr kalangan Anshar.

Jenggot orang tersebut tampak meneteskan air dr bekas air wudhlunya & ia menenteng sandal dg tangan kirinya.
Keesokan harinya, beliau bersabda seperti itu lagi & muncullah orang tersebut dalam keadaan yang sama. Pada hari ke tiga pun Nabi Muhammad bersabda seperti hari sebelumnya, lalu muncullah orang itu dg keadaan sebagaimana keadaan pertama.

Setelah nabi Muhammad berdiri (meninggalkan majelis), ‘Abdullah bin ‘Amr mengikuti orang tersebut & berkata: ‘Aku telah berselisih dg ayahku & aku bersumpah bahwa aku tidak akan masuk ke rumahnya selama tiga hari. Maukah engkau memberi kesempatan kepadaku untuk berlindung kepadamu, sehingga (aku dapat menyaksikan apa) yg engkau perbuat?’ Dia menjawab ‘Ya!'”

Anas berkata: “‘Abdullah lalu bercerita bahwa dia telah bermalam bersamanya selama tiga malam, tapi dia tidak melihatnya bangun (shalat) malam sama sekali, kecuali jika dia bangun malam & dia pindah posisi di atas kasurnya, dia berdzikir kepada Allah & mengagungkan-Nya sampai dia bangun untuk sholat subuh.

‘Abdullah berkata: ‘Namun selain itu, aku tidak pernah mendengar dia berkata2, kecuali kebaikan, & setelah lewat 3 malam aku nyaris meremehkan apa yg diperbuatnya.
Aku bertanya: ‘Hai hamba Allah, antara aku & ayahku tidak pernah ada rasa emosional & saling menjauhi. Akan tetapi, aku telah mendengar Rasulullah bersabda tentang dirimu sebanyak 3 kali bahwa akan muncul seorang (calon) ahli surga ke tengah2 kami & ternyata muncullah engkau sebanyak tiga kali juga.

Lalu aku ingin tinggal di rumahmu untuk melihat apa yg telah engkau perbuat karena aku ingin meneladanimu, tetapi ternyata aku tidak melihatmu banyak berbuat amal salih. Maka apa yg telah sampai kepadamu berkenaan dg apa yg disabdakan oleh Rosulullah itu?’

Dia menjawab: ‘Tidak ada yg lain, kecuali apa yg engkau lihat, hai putra saudaraku, HANYA SAJA DIDALAM HATIKU, SAMA SEKALI TAK ADA KEINGINAN UNTUK DENDAM TERHADAP SALAH SEORANG MUSLIM & AKU TIDAK PERNAH DENGKI TERHADAP SEORANGPUN ATAS KEBAIKAN YG ALLAH BERIKAN KEPADANYA.’ Lalu ‘Abdullah berkata: ‘Inilah yg telah sampai kepada engkau & itulah yg kami tidak sanggup melakukannya.'”
(HR. Imam Ahmad)