PENELITIAN GEOLOGI MGMP GEOGRAFI KABUPATEN GRESIK DI PULAU BAWEAN

Tahun Pelajaran 2013-2014, MGMP Kabupaten Gresik mengadakan kegiatan penelitian geologi di Kabupaten Gresik, tepatnya hari Minggu-Rabu, tanggal 25-28 Mei 2014. Sebenarnya kegiatan ini sudah terencana mulai Tahun Pelajaran 2012-2013, tapi karena waktu itu persiapan belum matang maka tertunda dan baru bisa terlaksana sekarang.

Penelitian diadakan mulai hari minggu tanggal 25 Mei 2014, perjalanan dari gresik menuju bawean dan pertemuan di SMAN 1 Sangkapura. Penelitian dimulai hari kedua dan ketiga, hari senin dan selasa tanggal 26-27 Mei 2014, dan hari terakhir di pulau Bawean adalah hari rabu, tanggal 28 Mei 2014 perjalanan pulang dari Bawean menuju ke Gresik. Ini semua adalah rencana perjalanan kegiatan penelitian geologi MGMP Geografi kabupaten Geografi. Apapun juga rencana rencana manusia, tetaplah hanya Allah yang Maha Berkehendak atas segala sesuatunya, karena hanya Allah yang tahu mana yang terbaik untuk kita semua.

Pada saat rapat persiapan penelitian geologi di SMAN 1 Cerme Gresik, teman2 terlihat sangat antusias untuk mengikuti kegiatan ini, tetapi setelah pemberangkatan di pelabuhan Gresik barulah diketahui ternyata hanya delapan orang yang berangkat dari sepuluh orang yang dipastikan ikut. Satu dosen pendamping, Drs. Daryono, M.Si, dosen geologi dari UNESA, lima guru geografi Kabupaten Gresik yaitu saya, Sofia Zahro, S.Pd. selaku bendahara MGMP Geografi mewakili SMA Yasmu dan MA Yasmu Manyar, Ahmad Abudin, S.Pd, M.Pd. selaku ketua MGMP Geografi dari SMA Sidayu beserta istri yang juga asli orang bawean, Drs Mardiana Adi Wijaya, MM, dari SMAN 1 Menganti, Siti Halimatus Sa’diyah, S.Pd. dari MAN 2 Gresik, Barudin, S.Pd. dari SMA Al-Azhar Menganti dan satu temen lagi alumni geo unesa dari SMAN 1 Pandaan, yaitu Dr. Drs. Fathur Rahman, M.Si.

Minggu pagi jam 09.06 WIB kapal mulai berangkat dari pelabuhan Gresik menuju Bawean menggunakan kapal Ekspres Bahari. Kapal yang menuju pulau Bawean ada dua jenis yaitu kapal besar ASDP Indonesia Verry “Gili Iyang” dengan perjalanan ± 8-10 jam dan kapal yang lebih kecil Ekspres Bahari dengan lama perjalanan ± 3-3.5 jam. Begitu kapal meninggalkan pelabuhan, perjalanan masih terasa tenang-tenang saja. Banyak kapal dan perahu masih terlihat di sekitar perairan pelabuhan Gresik. Saya dan teman-teman menikmati suasana lautan dengan perasaan penuh harap semoga perjalanan lancar dan menyenangkan karena banyak dari kami ini adalah perjalanan pertama kalinya ke bawean.

Setelah perjalanan ±20 mil dari pelabuhan Gresik, ombak sudah mulai terasa menghantam-hantam kapal karena gelombang sudah sampai pada ketinggian 2m sampai 2,5m. Pada saat awal gelombang mulai tinggi, saya lihat di kanan kiri, depan belakang mulai tidak tenang, yang tidur sudah mulai terbangun dan sebagian lagi sudah mulai muntah-muntah Bu Dyah yang duduk disamping saya yg semula bersenandung nenek moyangku seorang pelaut, suaranya juga mulai lenyap dari pendengaran. Saya berusaha untuk untuk kuat dan tegar dalam suasana yang menegangkan. Disaat itu saya berusaha untuk merasa ikhlas menghadapi segala sesuatunya dan bersyukur dalam menjalani hidup. Dalam suasana yang sangat menegangkan itulah saya mulai merasakan kenikmatan tersendiri dalam mensyukuri nikmat yang diberikan oleh Allah SWT. Hanya kebesaran Allah yang ada di hadapan kami semua. Mulai dari ombak dengan ketinggian 2m sampai sampai 2,5m, saya dan teman-teman bisa menikmati keagungan yang ditunjukkan oleh Allah SWT, melewati fenomena laut. Subhanallah, Alhamdulillah, Allahuakbar.

setelah lewat dr ± 20 mil perjalanan dengan ombak yang lumayan tinggi, ± 20 mil berikutnya mendekati pulau bawean saya kira ombak sudah mulai berkurang, tapi ternyata tidak, ombak masih tetep tinggi sampai mendekati pulau Bawean. Kapal sampai di pelabuhan Bawean tepat pukul 12.04 WIB. Ternyata dalam hidup ini hanyalah Allah satu-satunya penolong dan hanyalah Allah satu-satunya pelindung.
Sesampai di pelabuhan saya dan teman-teman dijemput oleh Kepala SMAN 1 Sangkapura, Afandi, S.Pd. M.Pd. beserta Waka Kesiswaan SMPN 1 Sangkapura, Rahmad Safari, S.Pd. M.Pd. rombongan diajak ke posko 1 yang terletak di Dusun Sungai Topo, desa Sungai Teluk. Setelah saya dan teman-teman beristirahat sejenak, barulah menuju lokasi SMAN 1 Sangkapura. Sesampai disana saya dan teman-teman bergabung dengan hampir semua guru geografi dan ips dari SMA, MA, SMP dan MTs dari kecamatan Sangkapura dan Tambak. Dalam pertemuan tersebut diawali dengan berkenalan satu sama lain, rencana kegiatan kerja penelitian geologi dan pengenalan tentang Bawean, baik dari segi geologi, morfologi, social dan budaya. Setelah itu saya dan teman-teman kembali lagi ke posko untuk beristirahat.

Esok paginya saya dan teman-teman memulai penelitian geologi sambil berpetualang untuk yang pertama kalinya di pulau Bawean.

PANTAI BARAT PULAU BAWEAN (PANTAI RIA)

Saya dan teman-teman sampai di pantai Ria pukul 08.19. ketinggian di tempat penelitian setelah diukur dengan altimeter menunjukkan 1 mdpl (meter diatas permukaan air laut) dengan Suhu 29,50C.

Pulau Bawean secara garis besar adalah hasil dari proses vulkanisme. Pantai Ria sebagian besar didominasi oleh batuan beku. Dalam perjalanan menuju pantai Ria, ditemui banyak batuan berwarna putih, semula saya dan teman-teman menganggap itu adalah batuan kapur, tapi setelah di cek dengan tetesan HCL ternyata bukan batuan kapur melainkan batuan beku.

Ada beberapa jenis batuan yang ada di pantai Ria. Yang pertama adalah batuan beku asam, berwarna putih yang sudah mengalami pelapukan yang sangat intensif dan sudah tererosi. Batuan asam mempunyai kandungan Si02 (Silikat Oksida) lebih dari 65%, PH tinggi sehingga sangat asam dan jenis batuan ini tidak subur, karena banyak mengandung kuarsa sehingga tidak banyak memberikan nutrisi pada tanaman.
Sebagian lagi terdapat batuan beku basa dengan warna yang lebih gelap daripada batuan beku asam. Batuan beku basa nantinya akan menghasilkan tanah yang subur karena kandungan silikat oksidanya tidak banyak.

Di pantai Ria juga terdapat batuan beku yang dilapisi warna merah diluarnya diakibatkan oleh proses oksidasi. Proses oksidasi adalah penguraian unsur batuan yang dilakukan diantaranya oleh air sehingga melarutkan mineral batuan. Warna yang tampak diantaranya warna merah kecoklatan (Bahasa Jawa = tayeng/berkarat) yang menandakan adanya unsur Fe atau besi.

Bagian bawah pantai Ria merupakan hasil sedimen klastik/ mekanik dan organic yang dipenuhi oleh pasir berwarna agak keputihan yang berasal dari hancuran karang/ koral dan sebagian terdapat kuarsa. Juga terdapat batuan dengan fragmen bentuk bulat-bulat berasal dari batuan beku vulkanik yang menyatu yang disebut dengan konglomerat.

Disini juga banyak terdapat hewan seperti kecoa tapi kurus sedikit lonjong yang oleh masyarakat sekitar disebut “Sapi-sapian”. Terdapat juga tumbuhan kelapa, jati, akasia, ketapang, semak belukar dll.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: