Archive for the ‘Geo X-Genap-Litosfer’ Category

LITOSFER

Juni 3, 2017

TEKS 1

B  A  T  U  A  N

 

Litosfer  merupakan lapisan terluar dari kulit bumi yang tersusun atas batuan. Batuan adalah segala bahan pembentuk kulit bumi. Berdasarkan wujudnya batuan terdiri dari

  1. Batuan Cair (berupa magma, yaitu batuan cair yang sangat panas).
  2. Batuan Padat (berupa lempung, pasir, kerikil, dan batu besar).

Batuan yang terdapat dalam litosfer dapat diklasikasikan menjadi :

  1. Batuan beku, adalah batuan yang berasal dari proses pembekuan magma.

Macam-macam batuan beku :

  1. Batuan beku Dalam (Plutonis), adalah bantuan yang berasal dari proses pembekuan terjadi didalam magma. Ciri-cirinya antara lain :
  • Proses pembekuannya sangat lambat.
  • Pembentukan kristal sangat sempurna.

Contoh : Batu Granit, Batu Sienit, Batu DIorit, Batu Gabro, dsb.

  1. Batuan Beku Gang, adalah batuan beku yang proses pembekuannya terjadi pada bagian sela atau pipa kawah gunung berapi. Ciri-cirinya :
  • Proses pembekuannya agak cepat.
  • Strukturnya antara kristal dan gelas / amorf (tak berkristal).

Contoh : Batu Granit Porfir, Batu Sienit Porfir, Batu Diorit Porfir, dsb.

  1. Batuan beku Luar (Effusif) adalah batuan yang proses pembekuannya terjadi diluar kulit bumi. Ciri-cirinya antara lain :
  • Proses pembekuanntya sangat cepat
  • Strukturnya amorf (tak berkristal)

Contoh : Batu Riolit, Batu Trahit, Batu Andesit, Batu Basalt atau Batu Apung.

  1. Batuan Sedimen (Batuan Endapan) adalah batuan yang berasal dari proses pengendapan oleh tenaga eksogen.

Macam-macam batuan sedimen :

  1. Batuan Sedimen Klastik atau Mekanik adalah batuan sediment yang didalam proses pengendapan tidak mengalami perubahan kimia. Contoh :
  • Konglomerat, yaitu batuan sediment yang tersusun atas butiran-butiran bulat.
  • Breksi, yaitu batuan sediment yang tersusun atas butiran-butiran runcing.
  • Batu pasir, yaitu batuan sediment yang tersusun ats butiran-butiran pasir.
  • Serpih, yaitu batuan sediment yang tersusun atas butiran yang sangat halus.
  1. Batuan sediment Kimiawi adalah batuan sediment yang dalam proses pengendapannya mengalami perubahan kimia sehingga berbeda dengan batuan asalnya. Contoh : Batu Garam
  • Stalagtit, yaitu batuan sediment kapur yang menempel pada ata-atap gua kapur.
  • Stalagnit, yaitu batuan sediment kapur yag berdiri di lantai-lantai gua kapur.
  1. Batuan sediment Organik adalah batuan sediment yang proses pengendapanya dilakukan oleh makhluk hidup. Contoh :
  • Batuan kapur Radiolarit à diendapkan oleh hewan radiolaria.
  • Batuan kapur Diatomit à diendapkan oleh hewan Diatomea.
    1. Batuan Metamorf atau batuan Malihan adalah batuan beku atau batuan sediment yang telah mengalami perubahan fisik maupun susunan kimianya karena dipengaruhi oleh suhu yang sangat panas.

Macam-macam batuan metamorf :

  1. Batuan Metamorf kontak adalah batuan metamorf yang mengalami perubahan akibat bersinggungan dengan magma. Contoh : batu kapur berubah menjadi batu marmer (pualam)
  2. Batuan Metamorf Dinamo adalah batuan metamorf yang mengalami perubahan akibat tekanan yang sangat berat. Contoh : serpih berubah menjadi batu sabak (batu tulis)
  3. Batuan Metamorf Kontak Pneumatolitis adalah batuan metamorf yang mengalami perubahan dan kemasukan unsur lain.

Contoh :

  • Batuan kwarsa mengalami perubahan dan kemasukan unsur borium berubah menjadi batu permata Turmalin.
  • Batuan Kwarsa mengalami perubahan dan kemasukan unsur Flourium berubah menjadi batu permata Topaz.
 

TEKS 2

TENAGA ENDOGEN

A. Bentuk Muka Bumi Akibat Vulkanisme

Vulkanisme adalah proses penyusupan magma ke lapisan kuit bumi. Proses penyusupan magma yang hanya ada di dalam lapisan kulit bumi disebut intrusi, dan apabila sampai keluar permukaan bumi disebut ekstrusi / arupsi (letusan). Dari proses ekstrusi inilah akan menghasilkan gunung api (vulkan).

  1. Bentukan –Bentukan Hasil Intrusi Magma
    1. Batholit, adalah batuan yang membeku didalam dapur magma.
    2. Diaterma, adalah batuan yang membeku didalam pipa kawah gunung berapi.
    3. Sill, adalah batuan beku yang pipih yang membeku di sela-sela lapisan kulit bumi.
    4. Lakolit, adalah batuan beku yang menyerupai lenca cembung.
    5. Apofisa, adalah cabang dari diaterma sehingga lebih kecil.

 

  1. Bentukan-bentukan hasil erupsi.

1) Berdasarkan lubang erupsinya.

  1. Erupsi linier, yaitu erupsi gunung berapi yang melalui retakan litosfir sehingga mempunyai lubang-lubang berderet. Contoh : gung api Laki di Eslandia.
  2. Erupasi areal, ayitu erupsi yang mempunyai lubang kawah yang sangat besar karena dapur magma yang sangat dangkal. Contoh : gunung api Tengger Purba

Erupsi sentral, yaitu erupsi yang mempunyai satu lubang yang relatif kecil. Contoh : Gunung api Maona Loa, Krakatau, Visuvius, dan sebagainya.

2) Berdasarkan prosesnya

  1. a. Erupsi eksplosif, yaitu erupsi yang disertai ledakan.
  2. Erupsi Effusif, yaitu erupsi yang tidak disertai ledakan.

3) Berdasarkan bentuk gunungnya.

  1. Gunung api Maar, yaitu gunung api yang mempunyai lubang kawah yang sangat luas akibat letusan eksplosif hanya sekali saja dan kemudian mati. Contoh : gunung Lamongan, Gunung Eiffel, Gunung Schwaben, dan sebagainya.
  2. Gunung Api Perisai, yaitu gunung api yang mempunyai lereng yang sangat landai akibat hasil letusan effusif. Contoh : Gunung Kilaulea dan Gunung Maona Loa di Hawaii.
  3. Gunung Api Strato, yaitu gunung api yang berbentuk kerucut akibat letusan eksplosif dan effusif secara bergantian. Misalnya : Gunung Kelud, Gunung Merapi, dan sebagainya.
  • Berdasarkan material yang dikeluarkan,erupsi terdiri dari :
  1. a) Yang berbentuk Cair :
    • Lava, yaitu material cair yang sangat panas yang mengalir di permukaan bumi pada waktu gunung meletus.
    • Lahar, yaitu lava, lumpur dan air yang sangat panas yang mengeali di permukaan bumi pada waktu gunung meletus.
  1. b) Yang berbentuk Padat (Efflata) :
  • Menurut asalnya :
    • Efflata allogen, yaitu batu-batu yang berasal dari dinding-dinding kawah terlempar keluar.
    • Efflata autogen, yaitu batu-batu yang berasal dari batuan beku yang terlempar.
  • Menurut besarnya :
    • Bom (batu-batu besar)
    • Lapili (kerikil)
    • Pasir
    • Abu
  1. c) Yang berbentuk gas (Ekshalasi) :
  • Fumarol, yaitu berupa uap air (H2O)
  • Sulfatar, yaitu gas yang mengandung belerang (H2S)
  • Mofet, yaitu gas yang mengandung karbondioksida (CO2)
  • Berdasarkan Bencana yang ditimbulkan, erupsi terdiri dari :
  1. Awan Pijar, yaitu hembusan uap lava ke udara yang membentuk awan yang sangat panas.
  2. Ladu, yaitu banjir batu dan pasir berasal dari gunung meletus.
  3. Lahar Dingin dan Banjir Geluh Dingin, yaitu air dan lumpur yang mengalir di permukaan bumi setelah gunung meletus akibat hujan lebat.
  4. B. Bentuk Muka Bumi Akibat Tektonisme Atau Diatropisme

   Tektonisme/Diastropisme  adalah tenaga dari dalam bumi yang dapat menyebabkan terjadinya pergerakan lapisan kerak bumi secara vertikal (naik-turun), horizontal (kiri-kanan), dan retakan. Tenaga tektonik adalah tenaga yang berasal dari dalam bumi yang menyebabkan gerak naik dan turun lapisan kulit bumi. Berdasarkan bentuknya, proses tektonisme dibedakan atas patahan dan lipatan.

  1. Patahan, tekanan dalam Bumi menyebabkan patahan jika bekerja pada lapisan batuan yang tidak elastis atau keras. Akibatnya, kerak Bumi retak kemudian patah. Bentuk-bentuk patahan, antara lain :
  2. Graben atau Slenk, yaitu hasil patahan yang lebih rendah. Contoh: Patahan semangko di Sumatera,Patahan Afrika Timur membntuk sungat Nil.
  3. Horst, yaitu hasil patahan yang lebih tinggi. Contoh : Pegunungan Patahan Vogezen
  4. Fleksur, yaitu patahan yang terjadi pada sebagian lapisan kulit bumi.
  5. Sesar, yaitu pergeseran lapisan kulit bumi secara horisontal yang tidak mempunyai batas flontal. Sesar ada 2 macam, yaitu :
    • Sesar Sinistral (bergeser ke arah kiri)
    • Sesar Dekstral (bergeser ke arah kanan)
  1. Lipatan, yaitu hasil tektonisme yang membentuk gelombang. Hasil lipatan ada dua, yaitu :
  2. Antiklinal, yaitu hasil lipatan yang lebih tinggi Contoh : Lipatan pegunungan Bukit Barisan di Sumatera, Lipatan pegunungan Alpen di Eropa Barat.
  3. Sinklinal, yaitu hasil lipatan yang lebih rendah. Contoh : Palung laut Jawa di Samudera Hindia.

Kemudian, berdasarkan kecepatan gerakannya, tektonisme dibagi menjadi dua macam yaitu

  1. Orogenesa, adalah tektonisme yang mempunyai gerakan relatif cepat yang mengakibatkan terbentuknya pegunungan. Contoh : pegunungan sirkum Pasifik dan pegunungan sirkum Mediternia.
  2. Epirogenesa, adalah tektonisme yang prosesnya sangat lambat yang mengakibatkan naik turunnya daratan. Epirogenesa ada 2 macam, yaitu :
  3. Epirogenesa Positif, yaitu daratan turun dan lau seolah-olah naik. Contoh :
  • Lembah sungai Kongo daratannya turun 2000m dibawah permukaan laut.
  • Lembah sungai Hudson (dekat New York) ratusan meter turun dibawha permukaan laut.
  1. Epirogenesa Negatif, yaitu daratan naik dan laut seolah-olah turun. Contoh : Pantai Stockholm (Swedia) diperkirakan daratannya naik ½ meter setiap abadnya.

 

  1. Siesme (Gempa Bumi)
  2. Istilah-istilah dalam Gempa Bumi :
  • Hiposentrum, yaitu sumber getaran gempa yang terletak didalam litosfir.
  • Episentrum, yaitu tempat pertama kali getaran gempa dirambatkan dipermukaan bumi (dasar laut)
  • Seismograf, yaitu alat pencatat getaran gempa, yang terdiri dari :
    • Seismograf Horisontal
    • Seismograf Vertikal
  • Seismogram, yaitu hasil catatan seismograf yang berupa grafik getaran.
  • Pleistoista, yaitu garis khayal pada peta yang menghubungkan tempat-tempat yang mempunyai getaran gempa paling hebat.
  • Isoseista, yaitu garis khayal yang menghubungkan tempat-tempat yang mempunyai getaran yang sama.
  • Homoseista, yaitu grais khayal yang menghubungkan tempat-tempat yang mempunyai getaran pada saat yang sama.
  • Mikroseista, yaitu getaran kulit bumi yang sangat halus yang tidak dapat dirasakan oleh manusia.
  • Makroseisma, yaitu getaran gempa yang dapat dirasakan oleh manusia.
  1. Jenis – jenis Gempa Bumi
    1. Berdasarkan Peristiwa yang Menimbulkan
  • Gempa Tektonik, yaitu gempa yang disebabkan oleh perpindahan lapisan kulit bumi.
  • Gempa Vulkanik, yaitu gempa yang disebabkan oleh penerobosan magma yang terdapat di dalam lapisan kulit bumi.
  • Gempa runtuhan, yaitu gempa yang disebabkan oleh runtuhnya dinding-dinding goa dalam litosfir.
    1. Berdasarkan Bentuk Episentrumnya
  • Gempa Linear, yaitu gempa yang episentrumnya berbentuk garis. Misalnya gempa tektonik.
  • Gempa Sentral, yaitu gempa yang episentrumnya berbentuk satu titik. Misalnya gempa vulkanik dan gempa runtuhan.
    1. Berdasarkan Hiposentrum Gempa atau Jarak Pusat Gempa
      • Gempa dalam, yaitu gempa yang hiposentrumnya treletak antara 300 s/d 700 km dibawah permukaan bumi.
      • Gempa intermedier, yaitu gempa yang hiposentrumnya terletak antara 100 s/d 300 dibawah permukaan bumi.
      • Gempa dangkal, yaitu gempa yang hiposentrumnya erletak kurang dari 100 m dibawah permukaan bumi.
    2. Berdasarkan Jarak Episentralnya.
  • Gempa Setempat, yaitu gempa yang jarak episentralnya kurang dari 10.000 m.
  • Gempa Jauh, yaitu gempa yang jarak episentralnya skitar 10.000 km.
  • Gempa Sangat Jauh, yaitu gempa yang jarak episentralnya lebih dari 10.00 km.
  1. Macam-macam Gelombang atau Getaran Gempa
    • Gelombang Primer atau Gelombang Longitudinal adalah getaran gempa yang tercatat lebih dulu dalam seismograf dirambatkan dari hiposentrumnya dnegan kecepatan 7 s/d 14 km/detik.
    • Gelombang Sekunder atau Gelombang Transversal adalah getaran gempa yang kecepatannya lebih lambat daripada gelombang primer, yaitu dengan kecepatan 4 s/d 7 km/detik.
    • Gelombang Panjang atau Gelombang Permukaan adalah getaran yang dirambatkan dari episentrum dengan kecepatan 3,5 s/d 3,9 km/detik.

 

TEKS 3

TENAGA EKSOGEN

  1. Pelapukan

Pelapukan adalah proses hancurnya batuan yang dilakukan oleh tenaga yang berasal dari luar kulit bumi. Pelapukan ada 3 macam, yaitu :

  1. Pelapukan Fisik atau Pelapukan Mekanik adalah pelapukan batuan yang tidak disertai oleh perubahan kimia. Pelapukan fisik dapat disebabkan oleh :
  1. Insolasi matahari dan perubahan suhu udara yang menyolok
  2. Pembekuan es didalam celah batuan
  3. Perubahan antara musim kemarau dengan penghujan.
  4. Pelapukan Kimia adalah pelapukan yang disertai oleh perubahan kimia. Macam-macam pelapukan kimia :
  1. Oksidasi, yaitu peristiwa masuknya O2 dalam suatu persenyawaan yangmengandung Fe.
  2. Karbonasi, yaitu proses bereaksinya asam karbonat dengan basa yang membentuk karbonat. Contoh : Ortoklas (2 Kal Si3 O8) berubah menjadi Kaolinit (H4Al2Si2O9).
  3. Hidratasi, yaitu proses penyerapan air kedalam suatu persenyawaan kimia. Contoh: Anhidrit (CaSO4) menjadi Gibs (CaSO4 2H2O)
  4. Hidrolisa, yaitu pembentukan hidroksil didalam dissoasi air. Contoh : Ortoklas (K2Al2O3.6SiO2) berubah menjadi Kaolin (Al2O3.2SiO2.2H2O).
  5. Pelapukan Biologis atau Pelapukan Organis adalah pelapukan yang dilakukan oleh makhluk hidup. Macam-macam pelaku pelapukan biologis :
  6. Tumbuhan, misalnya cendawan, lumut, akar tumbuhan, dsb.
  7. Hewan, misalnya semut, cacing, tikus, kepiting, dsb.
  8. Manusia, misalnya petani, penambang batu, dsb.
  9. Pengikisan

 Pengikisan adalah suatu proses terkikisnya batuan yang berada di atas atau didalam kulit Bumi yang dilakukan oleh tenaga yang berasal dari luar kulit Bumi. Tenaga yang berasal dari luar kulit Bumi itu antara lain ialah air (hujan, sungai, dan laut) pasir yang ditiup angin dan Gletsyer (es mencair).Macam-macam Pengikisan batuan dan bentuk muka bumi yang dapat dihasilkan :

  1. Erosi adalah pengikisan batuan yang dilakukan oleh air hujan atau air sungai. Contoh Proses terbentuknya sungai meander, danau Tapal Kaki Kuda (Ox Bow Lake), lembah, ngarai dan jurang.
  2. Korosi adalah pengikisan oleh air hujan yang terdapat di daerah yang tersusun atas batuan kapur. Contoh : Proses terbentuknya Danau Karst ”Lokwa/Doline (danau di daerah kapur) dan Goa Kapur.
  3. Abrasi adalah pengikisan batuan yang dilakukan oleh air alut. Contoh : Apabila pada suatu pantai terdapat suatu bukit atau pegunungan, maka ombak laut selalu memukul-mukul pantai itu, sehingga terjadi pengikisan terhadap batu-batu itu dan akhirnya terbentuklah pantai yang bertebing (Pantai Curam).
  4. Korasi adalah pengikisan batuan yang dilakukan oleh butir-butir pasir yang ditiup oleh angin. Sedangkan proses terbawanya pasir yang ditiup oleh angin disebut deflasi. Contoh: Proses terbentuknya Mushrom (batu jamur) di daerah gurun.
  5. Eksarasi adalah pengikisan batuan yang dilakukan oleh gletsyer (es mencair) di daerah es. Contoh : Proses terbentuknya danau glasial di daerah USA pada zaman es mencair.
  6. Sedimentasi

Sedimentasi adalah suatu proses pengendapan batuan pada suatu tempat yang dilakukan oleh tenaga dari luar bumi. Macam-macam Proses Sedimentasi:

  • Berdasarkan tempat pengendapannya
  1. Sedimen Teristris, yaitu pengendapan yang ditempatkan di darat. Contoh : Proses terjadinya sanddunes/guguk pasir/bukit pasir,
  2. Sedimen Fluvial, yaitu pengendapan yang ditempatkan di sungai.Contoh ; tanah lempung, tanah pasir, delta.
  3. Sedimen Limnis. yaitu pengendapan yang ditempatkan di danau, atau rawa. Contoh : tanah fin.
  4. Sedimen Marine, yaitu penyendapan yang ditempatkan di laut.Contoh : batu kapur, bukit kapur.
  5. Sedimen Glassial, yaitu pengendapan yang ditempalka di daerah es.Contoh : batu morein.

 

TEKS 3

JENIS TANAH DI INDONESIA

Berdasarkan bahan induk dan proses terbentuknya, maka tanah di Indonesia dibedakan menjadi beberapa jenis seperti berikut ini :

  1. Tanah Organosol atau Tanah Organik

Tanah organik ini berasal dari akumulasi sisa-sisa tanaman yang telah mengalami pembusukan tetapi belum mengalami mineralisasi sehingga disebut tanah gambut. Apabila sudah mengalami mineralisasi dinamakan muck. Berdasarkan proses pembentukannya, tanah gambut dibedakan menjadi tiga, yaitu:

  • Gambut Ombrogen, yaitu tanah gambut yang terbentuk karena curah hujan yang airnya tergenang. Tanah ini terdapat di Pantai Timur Sumatera, Pantai Barat dan Selatan Kalimantan dan Pantai Selatan Papua.
  • Gambut Topogen, yaitu tanah gambut yang terbentuk karena pengaruh topografi. Tanah ini terdapat di Rawa Pening, Pangandaran, Tanah Payau Deli dan danau-danau Kalimantan Selatan.
  • Gambut Pegunungan, yaitu tanah gambut yang terbentuk di daerah tinggi (depresi di pegunungan). Tanah ini terdapat di dataran Tinggi Dieng.
  1. Tanah Muda

Tanah muda adalah tanah yang belum mengalami perkembangan profil tanah atau belum mengalami diferensiasi horizon sehingga masih dianggap lapisan-lapisan tanah saja. Jenis tanah muda ini terdiri dari :

  • Tanah Litosol, yaitu tanah muda yang berasal dari bahan induk sangat dangkal (kurang dari 45 m). Tanah litosol ini terdapat di daerah pegunungan kapur di Jawa dan Nusa Tenggara.
  • Tanah Alluvial, yaitu tanah yang berasal dari endapan lumpur yang dibawa oleh aliran sungai. Tanah Alluvial ini terdapat di daerah Delta di Jawa, Sumatera dan Kalimantan
  • Tanah Regosol, merupakan tanah dengan butiran-butiran yang kasar dan dihasilkan dari bahan-bahan lepas. Berdasarkan bahan induknya, tanah ini dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu : (1) regosol abu vulkanik, (2) regosol bukit pasir, dan (3) regosol batuan sedimen.
  1. Tanah Merah

Tanah merah dapat dibedakan menjadi :

  • Tanah Latosol

Tanah Latosol adalah tanah yang berasal dari batuan induk vulkanik atau terjadi dari batuan gunung api yang telah mengalami pelapukan secara intensif dalam jangka waktu lama. Tanah latosol banyak mengandung unsur hara. Tanah ini banyak tersebar di Sumatera, Jawa, Bali, dan Papua.

  • Tanah Padzolit merah – kuning

Tanah ini terbentuk dari pelapukan batuan yang mengandung kuarsa. Pembentukan tanah ini didukung oleh faktor curah hujan yang tinggi, suhu rendah dan tumbuh-tumbuhan yang banyak. Tanah ini banyak terdapat di pegunungan tinggi di Sumatera, Kalimantan dan Papua.

  • Tanah Maditeran merah – kuning

Tanah ini terbentuk di daerah karst (batuan kapur). Banyak tersebar di Jawa dan Nusa Tenggara.

  • Tanah Laterit

Tanah laterit adalah tanah yang terbentuk akibat dari hilangnya mineral pada saat proses pencucian (leaching), erosi dan tenaga eksogen lainnya.Sehingga  tanah ini menjadi tandus. Hal ini terjadi karena cara penanaman yang kurang tepat. Tanah Laterit ini terdapat di daerah iklim basah seperti di Sumatera, Jawa, dan Kalimantan.

  1. Tanah Andosol

Tanah Andosol adalah tanah yang berwarna hitam kelam, karena terbentuk dari abu vulkanis yang banyak mengandung bahan organik dan peka terhadap erosi. Tanah ini banyak terdapat di daerah-daerah yang banyak gunung apinya.

  1. Tanah Grumusol

Tanah  Grumusol adalah tanah yang terbentuk dari pelapukan batuan kapur, napal, endapan alluvial dan abu vulkanik. Sifat tanah ini sangat berat sehingga mudah terkena erosi dan longsor. Tanah ini tidak cocok untuk menanam padi. Jenis tanah ini tersebar di Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Sulawesi Selatan.

Tanah/Pedosfer

Februari 6, 2011

Proses Pembentukan Tanah

1. definisi

 

Tanah adalah kumpulan dari benda alam di permukaan bumi yang tersusun dalam horizon-horizon, terdiri dari campuran bahan mineral organic, air, udara dan merupakan media tumbuhnya tanaman

2. Factor Pembentuk Tanah

1. Iklim

Factor iklim yang berupa curah hujan dan temperature merupakan factor yang sangat penting dalam proses pembentukan tanah. Tingkat curah hujan dan suhu yang tinggi di daerah tropis menyebabkan reaksi kimia berjalan dengan cepat sehingga proses pelapukan dan pencucian berjalan cepat.

2. Organisme

Peranan organisme dalam proses pembentukan tanah sangat besar, akumulasi bahan organisme, siklus unsure hara, dan pembentukan struktur tanah yang stabil sangat dipengaruhi oleh kegiatan organisme dalam tanah.

3. Bahan Induk

Jenis batuan di Indonesia, bahan induk pembentuk tanah meliputi; batuan beku, batuan sedimen dan batuan metamorf

4. Topografi

Factor topografi yang mempengaruhi proses pembentukan tanah di Indonesia yaitu bentuk lahan dan kemiringan lereng. Factor topografi berpengaruh terhadap proses pembentukan tanah dengan cara berikut:

a. Mempengaruhi jumlah air hujan yang meresap

b. Mempengaruhi dalamnya air tanah

c. Mempengaruhi tinggi rendahnya erosi

d. Mengarahkan gerakan air berikut bahan-bahan yang terlarut di dalamnya.

5. Waktu

Tanah merupakan benda alam yang terus menerus berubah sehingga akibat pelapukan dan pencucian tanah yang terus menerus maka tanah semakin tua

3. Komponen-komponen Pembentukan Tanah

a. Bahan Mineral

 

Bahan mineral dalam tanah berasal dari pelapukan batu-batuan. Oleh karena itu, susunan mineral  di dalam tanah berbeda-beda sesuai dengan mineral dan batu-batuan yang telah lapuk. Batuan dapat dibedakan menjadi batuan beku atau batuan vulkanik (dari gunung berapi), batuan endapan (sedimen) dan batuan metamorf.

Mineral tanah dibedakan menjadi mineral primer, yaitu mineral yang berasal dari batuan yang lapuk, dan mineral sekunder yaitu mineral bentukan baru yang terbentuk selama proses pembentukan tanah berlangsung.

b. Bahan Organik

Bahan organikk umumnya ditemukan di permukaan tanah. Jumlahnya tidak besar, hanya sekitar 3-5%, tetapi pengaruhnya terhadap sifat-sifat tanah besar sekali, yaitu:

  1. Sebagai granulator, yaitu memperbaiki struktur tanah
  2. Sumber unsure hara N, P, S dan unsure mikro
  3. Menambah kemampuan tanah untuk menahan air
  4. Menambah kemampuan tanah untuk menahan unsure-unsur hara
  5. Sumber energy bagi mikroorganisme

c. Air

Air terdapat di dalam tanah karena ditahan (diserap) oleh massa tanah, tertahan oleh lapisan kedap air, atau karena keadaan drainase yang kurang baik, baik kelebihan air ataupun kekurangan air dapat mengganggu pertumbuhan tanaman. Manfaat air untuk pertumbuhan tanaman yaitu:

1. Sebagai unsure hara tanaman

Tanaman memerlukan air dari tanah dan C02 dari udara untuk membentuk gula dan karbohidrat dalam proses fotosintesis

2. Sebagai pelarut unsure hara

Unsure-unsur hara yang terlarut dalam air diserap oleh akar-akar tanaman

Sebagai bagian dari sel-sel tanaman, air merupakan bagian dari protoplasma. Persediaan air di dalam tanah tergantung dari;

  1. Banyaknya curah hujan atau air irigasi
  2. Kemampuan tanah menahan air
  3. Besarnya evapotranspirasi (penguapan langsung melalui tanah dan vegetasi)
  4. Tingginya muka air tanah

d. Udara

Udara dan air mengisi pori-pori tanah. Banyak pori-pori di dalam tanah berbeda dengan susunan udara di atmosfer. Adapun susunan udara dalam tanah yaitu;

  1. Kandungan uap air lebih tinggi
  2. Kandungan CO2 lebih besar daripada atmosfer
  3. Kandungan O2 lebih kecil daripada atmosfer

4. Warna Tanah

Warna tanah merupakan penunjuk untuk menentukan sifat tanah karena warna tanah dipengaruhi oleh beberapa factor yang terdapat dalam tanah.

Perbedaan warna tanah pada umumnya dipengaruhi oleh kandungan bahan organic. Makin tinggi kandungan bahan organic maka warna tanah makin gelap. Pada lapisan tanah bagian bawah, kandungan bahan organic pada umumnya rendah, sehingga warna tanah dipengaruhi oleh banyaknya senyawa Fe (besi)

5. Profil Tanah

Profil tanah adalah penempang vertical dari tanah yang menunjukkan susunan horizon. Horizon-horizon yang menyusun profil tanah berturut-turut dari atas ke bawah adalah

horizon O, A, B, C, sedangkan horizon yang menyusun solum tanah adalah hanya horizon A dan B

Horizon O

Ditemukan terutama pada tanah-tanah hutan yang belum terganggu, merupakan horizon organic yang terbentuk diatas lapisan tanah mineral

Horizon A

Ditemukan dipermukaan tanah yang terdiri dari campuran bahan mineral. Merupakan horizon aluviasi, yaitu horizon yang mengalami pencucian

Horizon B

Horizon iluviasi (penimbunan) dari bahan-bahan yang tercuci diatasnya

Horizon C

Bahan induk sedikit terlapuk

Horizon D

Batuan keras yang belum lapuk

6. pH Tanah

Yang dimaksud pH tanah adalah derajat keasaman tanah

7. Tekstur Tanah

Tanah terdiri dari butir-butir tanah dengan berbagai ukuran. Bagian tanah yang berukuran lebih dari 2 mm disebut bahan kasar (kerikil sampai batu)

Tekstur tanah menunjukkan kasar halusnya tanah, berdasarkan atas perbandingan banyak butir-butir pasir, debu dan liat.

Di lapangan, tekstur tanah dapat ditentukan dengan memijit tanah basah diantara jari-jari., sambil dirasakan halus kasarnya, yaitu dirasakan adanya butir-butir pasir, debu, liat dan sebagainya.

8. Klasifikasi Tanah

Usaha untuk membeda-bedakan tanah berdasarkan sifat-sifat yang dimiliki. Sifat tanah berbeda-beda, misalnya ada yang berwarna merah, hitam dan kelabu. Ada yang bertekstur pasir, debu dan liat. Membedakan sifat-sifat tersebut berarti melakukan klasifikasi tanah meskipun dengan cara yang sederhana.

Jenis dan ciri tanah di Indonesia.

a. Tanah organik                                        f. Tanah andosol

b. Tanah aluvial                                          g. Tanah grumusol

c. Tanah litosol                                           h. Tanah garam

d. Tanah regosol                                        i.  Tanah podzol

e. Tanah merah                                           j.  Tanah hidrosol

Daftar Pustaka:

Harmanto Gatot, 2008, Geografi Bilingual untuk SMA/MA kelas X Semester 1 dan 2, Penerbit YRAMA WIDYA, Bandung.

Seisme/ Gempa Bumi

Februari 6, 2011

Gempa bumi adalah getaran kulit bumi yang disebabkan kekuatan dari dalam bumi

Berdasarkan peta diatas maka gempa bumi tektonik di Indonesia diakibatkan oleh pergeseran tiga lempeng besar yang melewati Indonesia, yaitu lempeng Eroasia, lempeng Pasifik dan lempeng Indo Australia. Indonesia juga dilewati oleh dua deretan pegunungan muda yaitu pegunungan Mediterania dan Sirkum Pasifik, sehingga di Indonesia rawan juga terjadi gempa vulkanik.

Berdasarkan peristiwa yang menyebabkannya, gempa bumi digolongkan menjadi tiga jenis:

1. Gempa Tektonik

Gempa yang disebabkan gerakan tektonik berupa retakan atau patahan. Jenis ini merupakan yang   terkuat dan meliputi wilayah yang luas

2. Gempa Vulkanik

Gempa yang terjadi karena letusan gunung api. Jenis gempa ini kurang kuat jika dibandingkan dengan jenis gempa tektonik dan hanya terasa di daerah sekitar gunung tersebut

3. Gempa Runtuhan/ Terban

Gempa yang terjadi akibat runtuhnya atap gua yang terdapat di dalam litosfer, seperti gua kapur dan terowongan tambang

Berdasarkan bentuk episentrumnya, ada dua macam gempa:

1. Gempa Linier

Episentrum gempa berbentuk garis/ linier. Gempa-gempa tektonik umumnya termasuk jenis gempa linier, karena patahan berbentuk garis

2. Gempa Sentral

Episentrumnya berbentuk titik. Gempa Vulkanik dan gempa runtuhan termasuk kelompok ini karena episentrumnya berbentuk titik

Berdasarkan letak/ kedalaman hiposentrumnya, terdapat tiga macam gempa:

1. Gempa dalam

Jika letak hiposentrumnya 300-700 km

2. Gempa intermidiet/ menengah

Jika hiposentrumnya terletak antara100-300 km

3. Gempa dangkal

Jika kedalaman hiposentrumnya kurang dari 100 km

Berdasarkan jarak episentrumnya, gempa dibedakan menjadi dua:

1. Gempa dekat/ lokal

Jarak episentrumnya kurang dari 10.000 m

2. Gempa jauh

Jarak episentrumnya lebih dari 10.000 m

Istilah-istilah yang berkaitan dengan gempa:

1. Seismologi

Ilmu tentang gempa

2. Hiposentrum

Pusat gempa di dalam bumi

3. Episentrum

Tempat di permukaan bumi atau permukaan laut yang tepat di atas hiposentrum/ pusat gempa di permukaan bumi

4. Gelombang gempa

a. Gelombang longitudinal/ primer

Gelombang gempa yang dirambatkan dari hiposentrum melalui lipatan litosfer secara menyebar dengan kecepatan antara 7-14 km/ detik. Gelombang inilah yang pertama kali tercatat pada suatu seismograf, disebut “Gelombang Primer”.

b. Gelombang transversal/ sekunder

Gelombang gempa yang dirambatkan dari hiposentrum ke segala arah dengan kecepatan 4-7 km/ detik

c.  Gelombang panjang

Gelombang gempa yang dirambatkan dengan kecepatan kurang dari 3,5 km/ detik dan merupakan gelombang perusak

5. Seismograf

Alat pencatat gempa

6. Seismogram

Hasil pencatatan gempa oleh seismograf

7. Pleistoseista

Garis pada peta yang membatasi daerah yang mengalami kerusakan terhebat di sekitar episentrum

8. Isoseista

Garis yang menghubungkan titik-titik pada permukaan bumi dimana intensitas gempanya sama

9. Homoseista

Garis pada peta yang menghubungkan tempat-tempat yang mengalami/ mencatat gelombang primer pada waktu yang sama

10.  Makroseista

Daerah di permukaan bumi yang mengalami kerusakan terberat akibat gempa. Makroseista ini dibatasi oleh pleistoseista

Pengaruh positif gempa bagi kehidupan:

  1. Gempa tektonik dapat digunakan untuk mengetahui jenis mineral yang ada di bumi
  2. Gempa tektonik dapat digunakan untuk mengetahui struktur lapisan kulit bumi
  3. Gempa dapat digunakan untuk menentukan jenis konstruksi bangunan

Pengaruh negative gempa bagi kehidupan:

  1. Bangunan yang roboh/ ambruk
  2. Terjadi kebakaran, karena terjadi sambungan pendek aliran listrik
  3. Terjadi banjir karena bendungan dan tanggul-tanggul yang bobol
  4. Saluran pipa air dan gas yang putus
  5. Terjadi tsunami apabila pusat gempa berada di dasar laut
  6. Sarana dan prasarana transportasi rusak
  7. Distribusi barang dan jasa terhambat

Daftar Pustaka:

Harmanto Gatot, 2008, Geografi Bilingual untuk SMA/MA kelas X Semester 1 dan 2, Penerbit YRAMA WIDYA, Bandung.

Prager Ellen J., 2006, Bumi murka, Sains dan Sifat Gempa Bumi, Gunung Berapi dan Tsunami, Pakar Raya Pakarnya Pustaka, Bandung.

Tanah/Pedosfer

Februari 6, 2011

TANAH ppt

Tektonisme

Februari 6, 2011

TEKTONISME ppt

VULKANISME

Januari 8, 2011

Vulkanisme adalah gerakan magma dari dalam bumi

  1. Intrusi/ plutonisme

Adalah aktifitas magma yang tidak sampai ke permukaan bumi

Gambar bentukan intrusi:

Keterangan:

  1. Batholit, adalah magma yang membeku yang terletak di dapur magma
  2. Lakolit, adalah magma yang membeku, menyusup di lapisan batuan yang menyebabkan lapisan diatasnya terangkat karena pembekuannya berbentuk cembung diatasnya dan rata di alasnya
  3. Sill, adalah magma yang membeku berbentuk tipis/ pipih memanjang
  4. Diatrema, adalah magma yang membeku yang terletak di pipa kepundan/ korok/ gang
  5. Apofisa, adalah magma yang membeku dan merupakan cabang-cabang dari diatrema

2. Ekstrusi

Adalah aktifitas magma yang sampai ke permukaan bumi dan menghasilkan gunung api atau vulkan. Hasil ekstrusi magma disebut erupsi.

a. Erupsi sentral

Gerakan magma yang menghasilkan bentuk gunung api

* Gunung api strato

Gunung api yang terjadi karena erupsi eksplosif (letusan) dan (efusif) leleran secara bergantian. Berbentuk kerucut dengan lereng yang      berlapis-  lapis. Hamper semua gunung api di Indonesia merupakan gunung api strato

* Gunung api perisai/ tameng

Gunung api yang terjadi karena erupsi efusif. Encer dan mengalir ke segala arah serta membentuk lereng yang landai

* Gunung api maar

Gunung api dengan dapur magma yang kecil dan dangkal. Puncak gunung tidak terlalu tinggi, hanya sekali meletus dan ditandai dengan adanya kaldera atau danau kawah.

b. Erupsi linier


Erupsi yang terjadi pada lubang yang berbentuk celah memanjang

c. Erupsi areal


Erupsi yang terjadi melalui lubang yang besar karena dapur magma letaknya dekat sekali dengan dapur magma

PROSES PERUBAHAN BENTUK MUKA BUMI

Januari 8, 2011

Bentuk muka bumi yang beraneka ragam merupakan hasil dari tenaga geologi, yaitu tenaga endogen yang berasal dari dalam bumi yang lebih bersifat membangun dan tenaga eksogen yang berasal dari luar bumi yang lebih bersifat merusak.

Tektonisme

Adalah perubahan letak lapisan kulit bumi yang disebabkan tenaga endogen dengan arah horisontal dan vertical.

Menurut kecepatan geraknya dibedakan menjadi dua bagian, yaitu:

1. Epirogenesa

Yaitu perubahan letak lapisan kulit bumi yang gerakannya lambat pada wilayah yang luas

a.  Epirogenesa positif (penurunan benua)

Gejala naiknya permukaan air laut sehingga daratan turun

Gambar:

b. Epirogenesa negative (kenaikan benua)

Gejala turunnya permukaan air laut sehingga daratan naik

Gambar:

2.  Orogenesa

Yaitu gerakan tenaga endogen yang relative cepat pada wilayah yang lebih sempit

Contoh pembentukan pegunungan dan lipatan.

SIKLUS BATUAN

Januari 8, 2011

Kalian tentu mengetahui kalau litosfer itu selalu bergerak/ dinamis. Litosfer selalu bergerak terus. Kadangkala puncak gunung menjadi dasar laut, kadangkala dasar laut menjadi puncak gunung. Ada daratan yang tenggelam, ada juga daratan yang muncul.

Magma adalah induk dari segala batuan. Karena proses pendinginan di dalam bumi, sela atau diluar bumi maka akan terbentuk batuan beku. Di luar muka bumi, melalui proses penghancuran tanpa perubahan kimia, mengendap berlapis-lapis dan mengalami proses pembatuan maka akan terjadilah batuan sedimen. Apabila karena penambahan suhu tertentu di dalam bumi atau mendekati magma, maka terjadilah batuan metamorf. Dan akhirnya apabila batuan yang berdekatan dengan dapur  magma bisa masuk lagi ke menjadi magma. Demikian siklus batuan berjalan terus.

Gambar siklus batuan:

Dengan demikian maka di bumi ada tiga jenis batuan yaitu batuan beku, batuan sedimen, dan batuan metamorf. Ketiga batuan tersebut dapat berubah menjadi batuan metamorf tetapi ketiganya juga bisa berubah menjadi batuan lainnya. . Kesemuanya ini disebut siklus batuan atau ROCK CYCLE.

Batuan beku adalah jenis batuan yang terbentuk dari magma yang mendingin dan mengeras, baik dibawah permukaan sebagai batuan intrusif/ plutonik maupun diatas permukaan sebagai batuan ekstrusif (vulkanik). Magma ini dapat berasal dari batuan setengah cair ataupun batuan yang sudah ada.

Batuan endapan atau batuan sedimen terbentuk melalui tiga cara utama: pelapukan batuan lain (clastic), pengendapan (deposition) karena aktifitas biogenik dan pengendapan (precipitation) dari larutan. Jenis batuan umum seperti batu kapur, batu pasir dan lempung termasuk dalam batuan endapan.

Penamaan batuan sedimen biasanya berdasarkan besar butir penyusun batuan tersebut Penamaan tersebut adalah: breksi, konglomerat, batupasir, batu lempung

  • Breksi adalah batuan sedimen dengan ukuran butir lebih besar dari 2 mm dengan bentuk butitan yang bersudut
  • Konglomerat adalah batuan sedimen dengan ukuran butir lebih besar dari 2 mm dengan bentuk butiran yang membudar
  • Batu pasir adalah batuan sedimen dengan ukuran butir antara 2 mm sampai 1/16 mm
  • Batu lanau adalah batuan sedimen dengan ukuran butir antara 1/16 mm sampai 1/256 mm
  • Batu lempung adalah batuan sedimen dengan ukuran butir lebih kecil dari 1/256 mm

Batuan metamorf adalah salah satu kelompok utama batuan yang merupakanhasil transformasi atau ubahan dari suatu tipe batuan yang telah ada sebelumnya, oleh suatu proses yang disebut metamorfisme, yang berarti perubahan bentuk. Beberapa contoh batuan metamorf adalah gneis, batu sabak, batu marmer dan skist.

Morfologi Patahan & Lipatan

Maret 19, 2010

 

TEKTONISME

Pengantar:

Tektonisme atau tenaga tektonik adalah tenaga yang bekerja dari dalam bumi dengan arah vertical / tegak maupun horizontal/ lateral/ mendatar yang mengakibatkan perubahan lokasi atau letak lapisan-lapisan batuan yang membentuk muka bumi.

Tenaga tektonisme ini dikelompokkan atas tektonik patahan (faulting process) dan tektonik lipatan (folded process)

Tenaga tektonik dibedakan atas aktifitas epirogenesis (aktifitas penurunan atau kenaikan benua) dan aktifitas orogenesis (aktifitas pembentukan pegunungan)

1. MORFOLOGI  PATAHAN

Adalah bentukan-bentukan alam di muka bumi sebagai akibat adanya proses pematahan (faulting process) pada lapisan batuan pembentuk kulit bumi (litosfera). Proses pematahan lapisan batuan pembentuk litosfera disebut SESAR.

a. GRABEN/ SLENK

Adalah patahan dengan arah vertical, dimana posisi daerah tersebut lebih rendah dari daerah sekitarnya,  dikarenakan patahan/ sesar  yang mengalami penurunan.

b. HORST

Adalah patahan dengan arah vertical, dimana posisi daerah tersebut lebih tinggi dari daerah sekitarnya,  dikarenakan patahan/ sesar yang mengalami kenaikan.

c. FLEKSUUR

Adalah patahan dengan arah vertical, dimana posisi daerah tersebut mengalami penurunan atau kenaikan sebagian saja.

d. DEKSTRAL

Adalah patahan dengan arah horizontal, dimana posisi tanah yang ada di depan kita bergeser kearah kanan.

e. SINISTRAL

Adalah patahan dengan arah horizontal, dimana posisi tanah yang ada di depan kita bergeser kea rah kiri.

2. MORFOLOGI LIPATAN

Terjadi karena adanya tenaga endogen yang arahnya lateral/ horizontal dari dua arah yang berhadapan (saling mendekat), sehingga lapisan-lapisan batuan di daerah tersebut terlipat dan membentuk puncak lipatan (antiklin) dan lembah lipatan (sinklin)

Episentrum Gempa

Maret 10, 2010

METODE PENENTUAN EPISENTRUM GEMPA

Episentrum gempa dapat ditentukan dengan:

1. METODE EPISENTRAL

Episentral ialah jarak episentrum atau pusat gempa di stasiun pencatat gempa. Untuk menentukan episentrum  dengan menggunakan metode episentral diperlukan minimal tiga stasiun pengamat yang mencatat kejadian gempa, sehingga dapat dihitung jarak episentral masing-masing stasiun. Untuk menghitung jarak episentral digunakan rumus LASKA, yaitu:

Delta  =  ((S-P) – 1’) X 1.000 Kilometer)

Delta  = jarak episentral dari stasiun pengamat dalam satuan kilometer

S-P      = selisih waktu pencatatan antara gelombang  sekunder dan gelombang primer (dalam menit)

1’        = 1 menit

Contoh:

Berdasarkan tiga buah stasiun pengamatan (A, B dan C) tercatat getaran gempa sebagai berikut:

Stasiun A

Gelombang P pertama tercatat pukul 2: 28.25

Gelombang S pertama tercatat pukul 2: 30.40

Stasiun B

Gelombang P pertama tercatat pukul 2: 30.15

Gelombang S pertama tercatat pukul 2: 33.45

Stasiun C

Gelombang P pertama tercatat pukul 2: 32.15

Gelombang S pertama tercatat pukul 2: 36.15

Untuk menentukan jarak episentral masing-masing stasiun:

Delta A

((2. 30’ 40’’ – 2. 28’ 25’’) – 1’) X 1.000 km

= (2’ 15’’ – 1’) X 1.000 km

= 1’ 15’’ X 1.000 km (karena 1’ = 60’’ maka (1 X 1.000) + (15/60 X 1.000))

= 1.250 km

Artinya jarak episentrum gempa yang tercatat dari stasiun A berjarak 1.250 km.

Delta B

= (( 2. 33’ 45’’ – 2. 30’ 15’’) – 1’) X 1.000 km

= (3’ 30’’ – 1’) X 1.000 km

=2’ 30’’ X 1.000 km

(2 X 1.000) + (30/60 X 1.000)

= 2.500 km

Artinya jarak episentrum gempa yang tercatat dari stasiun B berjarak 2.500 km

Delta C

= ((2. 36’ 15’’ – 2. 32’ 15’’) – 1’) X 1.000 km

= (4’ – 1’) X 1.000 km

= 3’ X 1.000 km

= 3.000 km

Artinya jarak episentrum gempa yang tercatat dari stasiun C berjarak 3.000 km

2. METODE HOMOSEISTA

Homoseista adalah garis pada peta yang menghubungkan tempat di permukaan bumi yang mencatat getaran gelombang seismic yang pertama pada waktu yang sama. Misalnya stasiun A, B dan C mencatat getaran gempa pertama pada pukul 15: 11. 06, maka pada peta, ketiga stasiun tersebut terletak pada satu homoseista